Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara

Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara
Kamu Tetap Sempurna


__ADS_3

Ikhsan menatap bayi mungil yang di bantu dengan alat pernapasan, terlihat perut nya naik turun karena nafas yang terlihat sangat kencang.


Bayi mungil yang masih merah dalam inkubator karena berat di bawah rata - rata, Ikhsan meneteskan air mata nya saat bayi mungil nya menangis.


"Papi belum bisa gedong kamu sayang, maaf kan Papi ya dan Maaf kan Mamah juga. Kamu juga harus berjuang agar kita bisa main sama - sama. " Ucap Ikhsan.


"Ikhsan, operasi nya sudah selesai. Mawar sudah keluar. " Ucap Pak Handoko.


"Iya Pak, terima kasih. " Ucap Ikhsan langsung berjalan ke arah yang dimana Mawar akan di bawa.


Ibu Neta dan Pak Muji langsung menemui Ikhsan saat bersamaan brankar Mawar masuk ke dalam ruang observasi terlebih dahulu.


"Bunda." Ucap Ikhsan sambil memeluk ibu Neta.


"Bunda sudah tahu semua nya, Viola juga sedang merasakan mulas sekarang. " Ucap Ibu Neta.


"Semoga lancar semua nya. "


"Amin, sekarang kondisi Mawar sama cucu Bunda bagaimana? "


"Mawar di angkat rahim nya, bayi kami masih dalam perawatan. "


"Sabar ya. "


"Semua nya pasti bisa di lewati. " Ucap Pak Muji.


Ikhsan duduk di samping tempat tidur dimana Mawar berbaring, saat itu kedua mata Mawar terbuka.


"Mas."


"Sayang, Mas disini. "


"Mas, anak kita. "


"Iya sayang, anak kita sudah di tangani Dokter dia cantik seperti Mamah nya. "


"Maaf kan Mawar Mas. "


"Ssssstttt... nggak harus minta maaf, ini kecelakaan. "


"Anak kita Mas masih ingat kan, siapa nama nya? "


"Lovelina Mawar Ikhsania."


"Iya, itu nama nya. "


"Nama yang cantik seperti Mamah nya."


"Mas, saya ingin pulang ke rumah, kangen rumah. "


"Rumah Mawar? "


Mawar menggeleng kan kepalanya dan tersenyum sambil menatap langit - langit kamar rawat nya.


"Rumah masa kecil saya Mas, saya kangen."

__ADS_1


"Nanti ya kalau sudah pulih betul, nanti kita pulang ke sana. "


*****


Mawar yang masih kondisi lemah hanya bisa berbaring, Ikhsan memperlihatkan photo putri nya yang lucu.


"Cantik ya Mas. "


"Iya, Satria pasti senang punya saudara. "


"Saya belum bisa bertemu ya Mas? "


"Belum boleh sabar ya. "


"Assalamu'alaikum." Sapa Nirmala dan Haikal.


Nirmala langsung memeluk Mawar dan mencium kedua pipi sahabat nya, sambil berkaca - kaca.


"Yang sabar ya, kamu tidak terlambat karena kamu sudah menjadi wanita yang sempurna." Ucap Nirmala.


"Terima kasih. "


"Kuat ya Mawar. " Ucap Haikal.


"Terima kasih Bang. "


"Ikhsan, Mawar Ayah harus pulang dulu nanti sama Bunda besok kemari lagi ya soalnya Viola katanya sudah lahir anak nya laki - laki. " Ucap Pak Muji.


"Hati - hati Ayah, Bunda sampaikan selamat buat mereka berdua. " Ucap Ikhsan.


"Iya nanti Ayah sama Bunda sampai kan. " Ucap Pak Muji.


"Hati - hati Bunda. "


"Sabar dan Ikhlas ya. " Ucap Haikal pada Ikhsan.


"Iya Bang, saya terima kenyataannya. Saya juga terima kondisi Mawar yang sekarang, cinta saya nggak akan berhenti sampai di sini." Ucap Ikhsan.


"Mawar wanita yang kuat setelah apa yang menimpa nya, walau terlihat kuat pasti ada rasa sedih di balik semua nya. Kamu harus kasih support sama istri kamu, beri dia semangat hidup. "


"Terima kasih Bang atas saran nya. "


"Sama - sama, semangat ya. "


*****


"Gimana kondisinya? " Tanya Ikhsan.


"Masih nyeri. " Jawab Mawar.


"Mas, kondisi saya seperti ini. Tidak sempurna, apa Mas masih sayang sama Mawar? "


"Jangan bilang begitu, apapun yang terjadi Mas sayang sama kamu, Mas tidak akan pernah meninggalkan kamu."


"Saya bukan wanita sempurna lagi."

__ADS_1


"Kamu wanita sempurna di mata Mas, kamu ibu dari kedua anak kita. "


"Makasih Mas, makasih untuk semua nya."


"Mas mencintai kamu apa adanya, cinta Mas sama kamu tulus. "


*****


Setelah satu minggu Pasca operasi, Mawar sudah bisa duduk di atas kursi roda, Mawar tersenyum saat melihat perkembangan putri nya.


"Alhamdulillah, Lovelina sudah bisa pulang sama - sama. " Ucap Ikhsan.


"Dari sini langsung ke sana kan Mas? "


"Iya, kita langsung kesana."


"Mamah kangen Satria. "


"Satria sudah ada disana, sama Oma Opa nya. Pasti Satria senang lihat saudara nya pulang.


*****


Semua menyambut kedatangan Mawar dan baby girl nya, Satria langsung senang melihat kedua orang tua nya pulang.


Ikhsan langsung menggendong tubuh Satria dan memperlihatkan adik nya yang sedang di gendong oleh Ibu Ratih.


" Itu adik Love, cantik ya. " Ucap Ikhsan.


"Satria mau cium nggak? " Ucap Ikhsan langsung mengarahkan Satria mencium kedua pipi Love hingga Love merasakan terusik dan menangis.


"Cup.. cup.. Kakak Satria nakal ya. " Ucap Mawar.


"Love sama Mawar istirahat dulu, barang kali capek. " Ucap Ibu Nia.


"Bu, tolong Satria dulu saya mau bantu Mawar berjalan masuk ke kamar. " Ucap Ikhsan sambil menyerah kan Satria pada Ibu Ratih.


"Hati - hati. " Ucap Ikhsan sambil membantu memapah Mawar.


"Mas, lama tidak masuk ke kamar ini." Ucap Mawar.


"Mas juga kangen rumah ini." Ucap Ikhsan.


"Istirahat dulu, nanti Mas ambil Love ya suruh istirahat juga kasihan. "


"Mas."


"Ya sayang. "


"I love you. "


"I love you too. "


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2