Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara

Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara
Cinta Sejati Sepanjang Masa


__ADS_3

25 Tahun Kemudian


"Tiup lilin nya.. tiup lilin nya...!! " love dan Satria bernyanyi selamat ulang tahun pernikahan kedua orang tua nya.


Mawar dan Ikhsan meniup lilin tersebut, dan Satria serta Love memberikan selamat pada Mamah Papi nya.


" Happy Anniversary pernikahan Mamah Papi." Ucap Satria sambil bercipika cipiki.


"Happy Anniversary pernikahan Mamah Pap." ucap Love.


"Terima kasih sayang. " Ucap Mawar.


"Terima kasih ya nak. " Ucap Ikhsan.


"Mamah, Papi Satria sama Love ada sesuatu hadiah buat kalian berdua. " Ucap Satria lalu Love memberikan sebuah kotak kecil.


"Apa ini nak? " Tanya Ikhsan.


"Itu hadiah buat Mamah dan Papi. " Jawab Love.


"Kalian kok repot - repot. " Ucap Mawar.


"Nggak apa - apa kok Mah, ini sebagai bentuk tanda kasih kami berdua. " Ucap Satria.


"Buka dong Mah, Pap. " Ucap Love.


"Kami buka ya. " Ucap Ikhsan.


Ikhsan dan Mawar membuka kotak yang terikat pita, saat di buka Mawar dan Ikhsan sangat terkejut dengan hadiah tersebut. Sebuah kunci mobil untuk mereka berdua.


"Masya Allah, Satria, Lovelina." Ucap Mawar dengan mata berkaca - kaca.


"Nak, kalian belikan kami mobil? " Ucap Ikhsan.


"Ini kado dari kita berdua, kami tidak bisa memberikan apa - apa, ini juga hasil patungan kita berdua selama ini. Setiap bulan gaji kita sisihkan. " Ucap Satria.


"Ya Allah, nak. Seharusnya jangan seperti ini, ini terlalu mahal buat kami. " Ucap Ikhsan.


"Benar, sayang gaji kalian. Kami juga tidak meminta hak kalian, gaji kalian gunakan untuk keperluan kalian saja atau untuk senang - senang kalian. Jangan membelikan barang yang sampai ratusan juta. " Ucap Mawar.


"Nggak apa - apa Mah, saya sama Kakak sudah niat. Benar kan kak? " Ucap Love.


"Benar Mah, Papi ini sengaja buat kalian. Selama ini kan kalian berdua selalu memberikan apa yang kita mau, kami tidak bisa memberikan yang lebih dari itu. Hanya ini sebagai bukti tanda cinta buat kalian, kesuksesan kami juga, kami persembahkan buat Mamah Papi, Saya sudah menjadi Tentara berkat dukungan Mamah dan Papi, Love menjadi Bidan berkat dukungan Mamah dan Papi, kini tinggal memetik hasil nya. Dan ini hasil nya buat Mamah dan Papi. " Ucap Satria.


"Masya Allah Nak, terima kasih banyak." Ucap Ikhsan.


"Sekarang, Mamah sama Papi lihat mobil nya. Kita coba sama - sama yuk. " Ucap Love.


Saat keluar ke teras depan, terlihat di halaman terparkir sebuah mobil warna Silver, Mawar sampai meneteskan air mata begitu juga Ikhsan. Satria dan Love memeluk kedua orang tua nya.


"Sekali lagi Mamah sama Papi ucapkan terima kasih banyak. " Ucap Ikhsan.


"Mamah bangga, memiliki anak seperti kalian." Ucap Mawar.


*****

__ADS_1


"Mamah kenapa? " Tanya Ikhsan saat naik ke atas tempat tidur.


"Nggak tahu Pap, tiba - tiba dada Mamah sesak. " Jawab Mawar.


"Besok kita ke Dokter. " Ucap Ikhsan langsung di anggukkan oleh Mawar.


Mawar pun menaruh kepala nya di atas bantal, begitu juga Ikhsan, mereka sama - sama menatap langit - langit kamar.


"Pap, kita nggak terasa sudah tua. Anak - anak sudah besar, nanti mereka akan menikah dan punya anak. Kita nanti berdua lagi. "


"Benar, Mah. Di rumah kalau ada Satria pulang ramai, kalau tinggal Love saja yang ramai walau nggak seramai kalau nggak ada Satria." Ucap Ikhsan sambil memiringkan tubuh nya menghadap ke arah Mawar.


"Pap,seandainya anak - anak sudah menikah dan jauh dengan kita. Bila takdir memisahkan kita, apa Mas sudah siap? " Ucap Mawar.


"Kita tidak bisa menolak takdir, kalau maut memisahkan , kita harus terima dan kuat jalani hidup tanpa pasangan. "


"Semoga nanti kita disana bersama lagi ya Pap. "


"Mah, Papi sangat sayang sama Mamah. Semoga cinta kita tetap abadi seperti apa yang mamah harapkan. "


"Mamah juga sayang sama Papi, sampai mata ini tertutup. Papi, kalau suatu saat Mamah yang pergi duluan, Mami ingin di makamkan di taman Mawar, dan Papi pun harus di makam kan di samping Mamah nanti."


"Iya Mah, Papi akan ingat. Kalau Papi meninggal duluan, Papi minta Mamah bilang sama anak - anak untuk di makam kan di taman Mawar. "


*****


Ikhsan pun keluar dari kamar mandi dan melihat Mawar masih tertidur, Ikhsan pun mendekati Mawar dengan mencium kening dan bibir nya.


"Mah, bangun sudah pagi. " Ucap Ikhsan sambil membelai pipi istri nya.


Ikhsan mencoba membangunkan Mawar, namun Mawar tetap diam. Ikhsan pun mencoba mengecek denyut nadi Mawar dan lubang hidung nya.


Ikhsan langsung memeluk tubuh Mawar dan terisak, tubuh nya bergetar saat tahu Mawar telah pergi untuk selamanya.


"Inalilahi WA inalillahi rojiun. "


Hiks.. hiks.. hiks..


Ikhsan mencium kening dan bibir istri nya untuk terakhir kalinya, Ikhsan terus memeluk tubuh Mawar yang kini telah kaku.


"Sayang, ucapan kamu itu ternyata adalah pertanda kamu akan tinggalkan kami. Ucapan tadi malam itu adalah perpisahan kamu, hiks.. hiks..hiks.. "


"Kak, Mamah Papi kok belum keluar kamar." Ucap Love.


"Masih tidur mungkin. " Ucap Satria.


"Nggak mungkin masih tidur, saya tahu Papi sama Mamah itu jam segini sudah rapih. " Ucap Love berjalan menuju kamar kedua orang tua nya.


"Papi.. Mamah..!! "


Love terdiam saat melihat Ikhsan menangis, Love lalu berjalan mendekati kedua orang tua nya.


"Kakak....!!! "


*****

__ADS_1


Hiks.. hiks..


"Mamah, hiks.. hiks.." Isak Love di pelukan Satria.


Ikhsan terus menatap tubuh Mawar yang kini sama sudah terbungkus oleh kain kafan. Ibu Neta , Ibu Ratih terus menenangkan Ikhsan yang menangisi kepergian istri nya.


Ibu Nia pun tak menyangka yang lebih tua dari Mawar kini telah pergi mendahului nya.


"Kamu nanti ketemu sama Paman Mawar, dan juga Bapak mertua kamu. Dan orang tua kamu. " Ucap Ibu Nia.


"Kakak, Mamah kenapa pergi secepat ini. Padahal kemarin kita baru saja merayakan aniversary pernikahan Mamah sama Papi."


"Love, itu lah takdir. Kita tidak tahu ajal akan menjemput, yang jelas Mamah sudah bahagia di surga." Ucap Satria yang berusaha untuk tetap tegar.


*****


Seperti permintaan Mawar, di makam kan di taman bunga Mawar samping rumah nya. Rumah Mawar yang Ikhsan bangun untuk cinta sejatinya.


Bunga Mawar mengelilingi Makam Mawar, hingga wangi semerbak, setangkai bunganya Mawar Ikhsan tancapkan di atas tanah yang masih basah.


"Sayang, seperti dulu Satu tangkai bunga Mawar untuk kamu yang Mas berikan setiap hari, dan kamu bilang ingin memiliki taman bunga Mawar. Kini impian kamu tercapai, kamu memiliki taman bunga Mawar yang sangat luas. Kamu akan selalu bersama Mawar - Mawar ini. Selamat jalan sayang, sampai bertemu di keabadian. " Ucap Ikhsan mencium nisan tersebut.


Satria dan Love memeluk tubuh Ikhsan, kedua anak nya berusaha saling menghibur dan Ikhlas atas kepergian orang yang sangat mereka cintai.


"Kami mencintai Mamah, tunggu kami Mah disana.. Semoga Mamah mendapatkan tempat paling indah. " Ucap Satria.


****


1 Tahun Kemudian


"Assalamu'alaikum bidadari surga Mas, apa kabar sayang. Sudah satu tahun kamu pergi meninggalkan kami, kamu harus tahu kedua anak kita sudah memiliki pasangan, mereka mau menikah. Seandainya kamu masih hidup, pasti bahagia. Benar kata kamu, mereka pasti akan pergi dengan keluarga baru mereka, tapi Mas nggak akan kesepian, karena ada kamu disini. Mas akan habiskan sisa hidup Mas di rumah Mawar sampai ajal menjemput. "


Ikhsan menaruh satu tangkai bunga Mawar mengganti yang kering dengan yang baru, di usap lah nisan yang bertuliskan nama istri nya, dengan tersenyum Ikhsan mencium nya.


"Papi.. " Ucap Satria.


Love dan Satria membawa pasangan masing - masing mereka pun mengirim doa untuk Mamah Mawar.


"Mamah, Satria dan Love akan menikah."Ucap Satria.


"Mah, semoga Mamah melihat kebahagiaan kami dari jauh. " Ucap Love.


Love berdiri dengan calon suami nya yang seorang Polisi sedangkan Satria seorang guru sambil menaburkan bunga di atas pusara Mawar.


Cinta sejati tidak akan pernah hilang, walau waktu memisahkan untuk sementara, karena cinta sejati akan tetap ada hingga di dunia yang abadi.


.


.


.


.


...END...

__ADS_1


Yang belum mampir karya baru yuk mampir, masukan ke rak buku jadikan Favorit.. 🥰🥰


__ADS_2