
Satria dengan sambil tengkurap tertawa saat kepala nya terangkat, Mawar menggoda nya dengan membuka tutup kedua telapak tangan nya yang menutupi mata.
"Ci.... luk... ba... " Ucap Mawar.
Satuan terkekeh dengan beberapa tetesan air liur yang keluar, Mawar pun berbaring di samping Satria yang masih nyaman tengkurap.
Tangan mungil nya meraih mainan karet berbentuk kepala panda dan berusaha untuk menggigit namun Mawar menjauhkan nya hingga Satria menangis, Mawar menggantikan nya dengan botol susu.
"Gigit ini saja. " Ucap Mawar sambil mengarahkan botol susu ke mulut Satria untuk meminum nya.
Satria memiringkan tubuh nya sambil memegang botol susu tersebut.
Tok.. tok...
"Masuk mba Mae. " Ucap Mawar saat mendengar suara ketukan.
"Maaf Bu ganggu, Bapak pulang. "
"Ibu sama Bapak pulang. "
"Anu maksud nya Pak Ikhsan, sekarang ada di kamar nya sedang bersih - bersih. Kata Bapak minta ibu masakin buat makan malam."
"Masakin apa? "
"Nggak tahu yang penting Ibu yang masak. "
"Bilangin, Satria sudah mau tidur. Nanti nunggu Satria tidur. "
"Baik Bu, nanti saya kasih tahu. "
Maesaroh menutup pintu kamar Mawar dan saat berbalik badan Ikhsan sudah berada di depan Maesaroh.
"Apa katanya? " Tanya Ikhsan.
"Ibu mau tidur kan Satria dulu. " Jawab Maesaroh.
"Ya sudah, kamu istirahat saja. " Ucap Ikhsan.
Ikhsan duduk di ruang tamu, sambil menonton televisi acara bola kesayangan hampir 1 jam Mawar baru keluar kamar, dengan rambut di cempol dan pakaian tidur model daster sebatas lutut.
"Mas, katanya kamu mau makan saya yang masak. " Ucap Mawar sambil berjalan ke arah dapur.
"Iya nih, lapar. "
"Mau di masakin apa? "
Ikhsan berjalan mendekat menuju arah dapur, lalu menempel kan tubuh nya pada punggung Mawar yang sedang mencari bahan masakan di dalam lemari es.
"Mau masak apa Mas? "
"Nasi goreng saja yang simpel."
"Pakai telor? "
"Pakai sosis aja, bosan pakai telor. "
"Ya sudah mau menyiapkan bahan - bahan nya dulu, tapi Mas tolong menjauh dong."
Ikhsan mengunci tubuh Mawar dengan kedua tangan nya bersandar di sisi kanan kiri lemari es.
"Kamu percaya kan sekarang? "
"Percaya apa? "
"Mas nggak bohong kan, bukti nya Mas kemari. "
"Ini kapan mau masak nya, kalau begini terus."
Ikhsan menjauh kan tubuh nya membiarkan Mawar untuk membuatkan nasi goreng permintaan nya, sedangkan Ikhsan hanya memandang Mawar sambil duduk di depan meja makan.
"Kamu masih cantik saja sih? " Ucap Ikhsan.
__ADS_1
"Ngerayu nya sampai membuat saya jatuh." Ucap Mawar.
"Beneran sumpah, makan nya Mas nggak bosan mandang kamu malah ngangenin."
"Berarti kalau jelek saya ini nggak ngangenin dan pasti ngebosenin. "
"Nggak beneran nggak begitu. "
"Alah bohong, pria itu bisa nya ngegombalin dan suka tebar pesona itu yang buat geli lihat nya. "
"Mas suka sama kamu. "
"Nih makan dulu, keburu mati kelaparan."
Ikhsan pun lalu memasukan sendok nya kedalam mulut dari sedikit demi sedikit menikmati rasa nya.
"Enak nggak Mas? "
" Enak banget. "
Setelah makan malam, Mawar dan Ikhsan duduk di halaman belakang sambil menatap bulan yang bulat sempurna.
"Satria sudah di cek lagi? " Tanya Ikhsan.
"Sudah, aman kok." Jawab Mawar.
"Mas mau melanjutkan pembicaraan yang di telepon. "
"Pembicaraan yang mana? "
"Kamu lupa atau pura - pura lupa hem? "
"Yang mana Mas? "
"Mas sayang sama kamu, Mas ingin kita seperti dulu lagi. Mas bukan meminta sebagai pacar tapi sebagai istri. "
"Terus" Ucap Mawar.
Mawar diam sambil menundukkan kepala nya, namun Ikhsan memegang tangan sebelah kiri Mawar.
"Mas serius dari dulu sama kamu, Mas ini tidak pernah main - main. "
"Apa yang membuat Mas tetap selalu mencintai saya, dan kenapa tidak mau berpaling dari saya."
"Karena bagi Mas kamu adalah wanita yang luar biasa dan membuat Mas merasakan bahagia bila ada di samping kamu."
"Saya ini banyak menyakiti hati Mas."
"Mas sekarang tidak peduli sama mas lalu, tapi masa depan. Walau kamu menolak, Mas tetap akan setia dengan hati ini tidak ada yang bisa menggantikan kamu dari hati Mas.Walau beribu Wanita di depan mata."
"Mas yakin? "
"Sangat yakin."
"Mas sayang Satria tidak melihat siapa saya kan? "
"Sangat sayang, rasa itu bukan berarti melihat kamu tapi memang rasa sayang timbul karena cinta. "
" Harus ya jawaban nya sekarang?"
"Iya, Mas ingin dengar sekarang. Karena Mas tidak ingin semua nya terlambat. Kamu juga nggak akan hidup sendiri terus kan? "
"Saya tidak bisa janji karena hati juga bisa berubah. "
"Sekali lagi, mau kan kamu jadi istri Mas? "
Mawar menatap kedua mata Ikhsan, seakan tahu berharap akan sebuah jawaban.
"Saya, mau jadi istri Mas. " Ucap Mawar sambil tersenyum.
Ikhsan tersenyum bahagia dan langsung menarik tubuh Mawar masuk dalam dekapan nya.
__ADS_1
"Terima kasih sayang, akhirnya kita bisa bersatu kembali. Akhirnya kamu menjadi milik Mas lagi. "
Mawar mengeratkan pelukan nya, Ikhsan mengecup pucuk kepala Mawar.
"Jangan tinggalkan saya Mas, saya tidak mau kehilangan cinta untuk kedua kalinya."
"Mas janji, akan menemani kamu hingga ujung usia. Kita akan selalu bersama hingga ajal kita menjemput. "
Ikhsan mengangkat dagu Mawar, di cium nya bibir merah yang dulu menjadi candu kini Ikhsan rasakan kembali. Mawar pun menikmati setiap sentuhan di bibir nya. Ciuman nya pun kini saling berbalas.
Ikhsan semakin menarik tengkuk leher Mawar, hingga kedua tangan Mawar di kalung kan pada leher Ikhsan.
Mereka saling melepaskan saat kedua nya merasakan kehabisan oksigen, Mawar dan Ikhsan saling tersenyum.
"Ini bukan mimpi kan? "
"Bukan."
"Buktikan."
Mawar mencubit paha Ikhsan dengan sangat keras hingga Ikhsan menjerit.
"Sakit Mah. "
"Ini bukan mimpi Papi. "
Ikhsan tersenyum dan kembali membawa Mawar kedalam dekapan nya kembali.
***
"Tidur nya pulas. " Ucap Ikhsan pelan.
"Kalau malam nggak pernah rewel, ya begini kalau tidur paling bangun ingin susu saja. "
"Anak nya papi, tiga bulan baru lihat lagi malah tambah bulat."
"Berat ini Papi,malah kadang suka capek gendong terus. "
"Mas masuk kamar dulu, met malam ya. " Ucap Ikhsan sambil mengecup bibir Mawar dan kening nya. Tak lupa kening Satria Ikhsan kecup.
"Mimpi indah. "
"Mas akan mimpikan kamu. "
*****
"Apa Ikhsan, kamu malam - malam begini telepon saya hah...? "
" Abang, saya lagi bahagia. "
"Bahagia kenapa? "
"Saya jadian lagi sama Mawar, tadi secara nggak langsung melamar dia."
"Serius kamu? " Ucap Haikal.
"Serius Bang, seperti mimpi tahu."
"Alhamdulillah, selamat ya. Kita tunggu undangan nya. "
"Pasti Bang, pasti undangan spesial buat Abang sama istri. "
"Eits.. ingat Willy juga sama loh dia saksi bisu kisah perjalanan cinta kamu sama Mawar."
"Pasti lah Bang, dia saksi bisu dan Abang saksi hidup. "
.
.
.
__ADS_1
.