
Sepanjang hari Satria terus menangis dan rewel, hingga Mawar tak berhenti menggendong Satria.
Disaat tenang, Mawar coba untuk menidurkan Satria namun Satria tidak mau dan hanya ingin di gendong Mamah nya.
"Bu, demam nya sudah turun? " Tanya Maesaroh.
"Belum Mba Mae, padahal ini sudah obat ketiga kali nya dari Dokter. " Jawab Mawar.
"Apa kita ke rumah sakit saja ya Bu? "
"Benar kata Mba, kita ke rumah sakit saja. Soalnya belum juga ada perubahan."
"Ya sudah kalau begitu saya siapkan semuanya, Ibu tunggu disini. "
"Mba Mae, tolong tas saya yang di atas meja rias tolong jangan lupa di bawa."
"Baik Bu. "
Satria terus menangis hingga sesenggukan, Mawar pun terus mengusap punggung nya hingga Satria tenang.
"Kita ke rumah sakit ya nak, biar sembuh."
***
"Willy." Sapa Ikhsan saat melihat sahabat nya.
"Abang, apa kabar. " Ucap Willy langsung memeluk tubuh Ikhsan.
"Alhamdulillah baik, akhir nya kita ketemu lagi."
"Iya ya Bang, saya benar - benar kangen Abang. "
"Kita bisa Kopi darat nanti sama Haikal."
"Ah iya Bang Haikal, saya kangen dia. Nggak nyangka dia gemuk sekarang."
"Namanya juga asupan gizi. "
Hahahahahah
"Kabar Mawar bagaimana Bang? "
"Dia sudah melahirkan anak cowok."
"Alhamdulillah, sekarang tinggal dimana dia?"
"Masih di rumah kedua orang tua saya."
"CLBK dong. "
"Dia susah di dekati sekarang."
"Pelan - pelan Bang, Mawar bukan seperti yang dulu. "
"Benar, dia sekarang sering menolak saya. Untuk cari yang lain saja. "
"Dia sadar diri, lagian Abang kenapa masih kejar - kejar dia. Banyak wanita lain secantik Mawar. "
"Kamu ingat Rengganis."
"Mantan pacar, yang pacaran nya nggak jelas tapi sampai 1 tahun. "
"Nggak usah detail gitu. "
"Kenapa terus? "
"Dia ada disini. "
"Serius? "
"Serius, emang nya muka saya tampang bohong. "
"Ya sudah sikat habis. "
"Nggak, bagaimana pun saya nggak cocok sama dia dari awal juga."
"Nggak cocok bagaimana sih Bang, pacaran saja sampai satu tahun. "
"Satu tahun juga kita dimana, dia disana saya disini. Ya pantas awet baru bareng di bulan ke 9 baru sampai bulan ke 12 kita putus."
__ADS_1
"Sayang juga ya, padahal cantikan Rengganis dari pada Mawar. "
"Hati, hati yang menilai. "
******
"Harus di rawat Dok? "
"Benar Bu, anak nya di rawat beberapa hari. Karena tidak hanya demam saja ada virus nya juga, Jadi saya saran kan untuk di rawat beberapa hari. "
"Baik Dok, apa kata Dokter saja yang penting anak saya sehat. "
Mawar melihat tangan mungil Satria yang di tusuk jarum infus, Satria menangis dan Mawar berada di samping nya dengan mengusap lengan dan mencium kening nya.
"Sudah tuh, infus nya sudah terpasang sayang. Jangan nangis ya. "
Satria sudah berada di kamar rawat inap dan hanya berdua dengan Maesaroh.
"Bu, maaf saya sudah kabari Ibu sama Bapak."
"Terus bagaimana? "
"Sedang ada di luar pulau, kalau pun pulang baru sampai minggu depan. "
"Ya sudah nggak apa - apa, Satria juga besok pasti sudah mendingan."
"Ibu mau makan apa, biar saya belikan."
"Nggak usah, makasih. Kamu kalau mau makan, makan saja. Saya nggak selera makan melihat Satria di infus begini, sakit seperti ini."
"Tapi kan Bu, harus makan nanti sakit. Saya belikan saja. "
"Makasih mba Mae, nanti saja ya. Mba Mae saja yang makan. "
"Ya sudah saya juga tidak mau, kalau Ibu tidak makan. "
"Jangan dong Mba Mae, ya sudah mba Mae belikan saya makanan. "
"Nah gitu dong."
*****
"Kenapa nggak kasih kabar, kalau Satria masuk rumah sakit? " Tegur Ikhsan.
"Lupa kasih kabar, kamu anggap saya ini apa?"
"Iya Maaf, lagian Satria sudah turun demam nya. "
"Sejak kapan Satria sakit? "
"Sudah 4 hari. "
" Sudah 4 hari, kamu diam saja saat Mas telepon. Pantas kemarin - kemarin saat Mas telepon malah kamu bilang sedang tidur itu karena sakit. "
"Mas, stop deh marah - marah, hak Mas apa sih? Suami bukan, pacar juga bukan."
"Dia ponakan saya, suami kamu menitipkan sama saya. "
"Tapi nggak begini juga kan, buat orang kesal saja. "
"Maaf kan Mas, karena Mas khawatir sama Satria Mas panik saat tahu kabar Satria masuk rumah sakit. "
"Nggak usah khawatir, dia sudah mendingan."
"Ya sudah nanti Mas transfer uang. "
"Nggak usah, masih punya simpanan."
"Terima saja, Mas nggak bisa pulang."
"Jangan terima kasih. "
"Mas akan tetap transfer. "
Ikhsan langsung mematikan ponsel nya dan langsung mentransfer uang pada rekening milik Mawar.
Di rumah sakit, Mawar mendapatkan notifikasi sejumlah uang yang lumayan di kirim oleh Ikhsan. Mawar pun langsung menelepon kembali Ikhsan.
"Mas, kok kamu kirim ny besar sekali. "
__ADS_1
"Nggak apa - apa, kalau Satria masih tetap belum ada perubahan kamu pindah rumah sakit. "
"Di sini juga bagus, Satria sudah mendingan."
"Ya sudah, Mas mau kembali ke lapangan tadi meninggalkan kegiatan sebentar. "
"Bu, Pak Ikhsan perhatian ya. " Ucap Maesaroh.
"Iya, sayang sama Satria. "
"Kenapa nggak turun ranjang saja? "
Mawar hanya tersenyum dan langsung mendekati Satria yang tengah tertidur pulas.
*****
" Bunda, Ayah terima kasih sudah menengok Satria. "
"Sama - sama Mawar. " Ucap Ibu Neta.
"Ikhsan malam - malam telepon , katanya Satria masuk rumah sakit. Minta kami untuk melihat nya. " Ucap Pak Muji.
"Mas Ikhsan itu merepotkan orang. " Udah Mawar.
"Dia berarti perhatian, Ikhsan sedang sibuk banyak kegiatan. Dia nggak bisa ambil cuti karena sering cuti kemarin - kemarin."Ucap Ibu Neta.
"Mawar, ada titipan dari Ikhsan katanya pakaian buat Satria. " Ucap Pak Muji sambil menyerahkan sebuah paper bag.
"Terima kasih. " Ucap Mawar langsung meletakkan paper bag di samping nya.
"Nggak mau lihat seperti apa? " Tanya Ibu Neta.
"Nggak usah Bund, sudah tahu. " Jawab Mawar.
"Oh begitu. "
"Lebih dulu photo nya dari pada barang nya."
Ibu Neta dan Pak Muji hanya tersenyum melihat ekspresi Mawar.
*****
"Abang."
"Apa."
"Jalan yuk. "
Uhuk.. uhuk..
"Kenapa kamu Willy? " Tanya Rengganis.
"Tiba - tiba keselek. " Jawab Willy.
"Gimana Bang? "
"Saya lagi malas keluar, ajak Willy saja. "
"Yuk neng, sama Abang ganteng. " Ucap Willy.
"Malas sama kamu sih. " Ucap Rengganis langsung pergi.
"Lihat tuh Bang, dia masih ingin kembali. Kenapa sih nggak coba aja. " Ucap Willy.
"Hati nggak bisa di paksa , kamu juga sama kan nggak bisa di paksa begitu. "
"Iya sih, tapi kasihan tahu. "
"Kamu saja sana dekati dia. "
"Abang juga seperti Rengganis mengemis cinta pada Mawar. "
Ikhsan menatap ke arah Willy dan langsung menepuk pundak Willy.
"Benar kata kamu, saya memang mengemis cinta sama dia. Mata dan hati saya sudah tertutup oleh cinta. "
.
.
__ADS_1
.
.