
"Di lihat dari kandungan Ibu Mawar, baik - baik saja. Hanya sedikit gangguannya, seperti nya Bapak jangan mengajak Ibu berhubungan intim dulu. "
"Kamu kenapa nggak bilang sama Mas, kalau sakit? " Ucap Ikhsan.
"Tadi malam tidak merasakan apa - apa Mas baru tadi. " Ucap Mawar.
Dokter tersenyum sambil menuliskan beberapa resep untuk pasien nya, lalu Dokter menyerah kan selembar kertas pada Ikhsan.
"Nanti tebus di apotek luar obat yang ini, obat ny sangat bagus. Tapi dari rumah sakit juga ada, nanti silahkan ambil di Apotek. " Ucap Dokter.
"Terima kasih Dok, kalau begitu saya pamit."
Ikhsan dan Mawar menunggu obat di depan Apotek rumah sakit, Satria yang selalu tidak mau diam membuat Ikhsan kewalahan.
"Satria, sudah sama Papi saja begini. Jangan turun, kotor. " Ucap Ikhsan.
"Satria mau turun ya? " Ucap Mawar.
Tubuh Satria berusaha merosot ke bawah namun Ikhsan memegang tubuh Satria sangat erat.
"Wah, ada keluarga bahagia. "
Ikhsan dan Mawar menoleh ke arah sumber suara. Sekar Taji sambil tersenyum bersalam dengan Ikhsan dan Mawar.
"Siapa yang sakit? " Tanya Sekar Taji.
"Sedang mengantar istri , tadi habis cek kandungan." Jawab Ikhsan.
"Oh, sudah hamil. Selamat ya. " Ucap Sekar Taji.
"Terima kasih mba. "
"Kalau begitu saya permisi dulu. " Ucap nya lalu pergi.
"Mas, itu kalau nggak salah kakak nya Rengganis? " Ucap Mawar.
__ADS_1
"Iya, kakak nya. Kenapa? "Ucap Ikhsan.
" Ya nggak kenapa - napa, nanya saja. "
"Tenang saja, Mas nggak akan macam - macam sama Rengganis, Mas kan sudah punya buntut mau dua."
"Ih.. apaan sih Mas, kok jadi bahas nya kesana. " Ucap Mawar sambil cemberut.
****
"Mas, jalan dulu. "
"Hati - hati Mas di jalan, nanti kalau sampai jangan lupa kasih kabar. " Ucap Mawar sambil memeluk tubuh suaminya.
"Iya sayang. " Ikhsan lalu berjongkok sejajar dengan perut Mawar. Di usap dan di cium nya, Ikhsan pun memeluk nya.
"Papi berangkat Dinas dulu sayang, yang sehat - sehat ya nak. "
Ikhsan berdiri lalu mencium kening dan bibir Mawar, tak lupa Mawar mencium punggung tangan Ikhsan.
"Walaikumsalam."
*****
"Ayah bantu kamu pindah, biar kamu tidak. bolak balik terus. " Ucap Pak Muji.
"Terima kasih Ayah, sebenarnya jujur meninggalkan Mawar di saat hamil seperti ini nggak tenang, waktu hamil Satria saja pikiran itu asli nya nggak tenang. Mau apa - apa nggak ada suami, jadi rasa kesan nya beda saja. Tapi mau gimana lagi resiko pekerjaan." Ucap Ikhsan.
"Ayah juga mengerti, waktu dulu Ayah sama Bunda kamu seperti kamu. Bahkan sampai lahir nya Viola , Ayah tidak bisa pulang hingga Viola umur 2 tahun, bahkan Viola tidak mau sama Ayah nya. "
"Pasti sedih ya Ayah, mau gendong mau mainan sama anak eh anak nya nggak kenal kita. "
"Iya, jaman dulu kan belum ada video call hanya telepon saja, padahal Bunda nya selalu lihatin photo Ayah eh tetap saja. "
"Butuh berapa lama Ayah, Viola bisa mau sama Ayah? "
__ADS_1
"Satu bulan Ikhsan, orang lihat sebentar tapi bagi Ayah itu sangat lama. "
"Kalau Satria berbeda Ayah, entah itu anak sejak masih bayi juga sudah dekat sama Ikhsan, bahkan sekarang juga. Dia sudah seperti anak sendiri, orang mengira pasti itu anak Ikhsan, memang anak nya Ikhsan walau anak kandung. "
"Sayangi terus, walau anak tiri juga sama - sama amanat itu. "
*****
"Satria jangan di acak - acak dong mainan nya, Mamah capek sayang. " Mawar memunguti mainan Satria yang berhamburan kesana kemari.
Maesaroh lalu membantu membereskan namun Satria menangis, Maesaroh mencoba mengangkat tubuh Satria, Balita gembul itu langsung menangis kencang.
"Abang Satria nggak boleh ih, mainan sama Mba Mae keliling komplek saja ya. " Ucap Maesaroh menenangkan Satria.
"Biarkan saja mba Mae, suruh di bawah. Anak nya mau mainan acak - acak an. " Ucap Mawar.
"Nanti Ibu jangan bereskan lagi, biar saya saja."
"Makasih ya. "
"Sama - sama bu. " Ucap Maesaroh lalu pergi.
Mawar terus memperhatikan Satria yang terus mengacak - acak mainan nya dan melemparkan kesana kemari.
"Mainan sampai segede gunung saking banyak nya, pasti nanti Papi kamu belikan lagi mainan. Sekali beli nggak bisa satu, malah sampai sepuluh macam. "
.
.
.
.
.
__ADS_1
Yang belum mampir karya baru, mampir ya... cek profil...