Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara

Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara
Pilihan Hati


__ADS_3

"Selamat say, akhirnya hari ini kamu akan resmi menjadi istri Bang Haikal. " Ucap Mawar sebelum ijab kabul berlangsung.


"Terima kasih, semoga kamu juga akan menyusul dengan cinta kamu." Ucap Nirmala.


"Amin...!!! "


"Tadi malam juga Bang Ikhsan menelepon saya, dia ucap kan selamat dan kamu lihat kado yang sangat besar itu. " Tunjuk Nirmala dan Mawar pun melirik ke arah kado yang sangat besar yang berada di sudut kamar pengantin.


"Dia titipkan khusus buat kita pada Ucup. "


"Dia ternyata selalu ingat ya. " Ucap Mawar.


"Iya, dia selalu ingat. Begitu juga sama kamu kan, bunga Mawar selalu hadir. "


"Iya, walau terasa hampa."


"Sabar lah satu tahun sedang berjalan tinggal menghitung bulan."


"Saya akan tetap menunggu dia. "


Acara ijab kabul berjalan dengan sangat lancar, kini Haikal telah resmi menjadi suami Nirmala.


Banyak teman - teman Haikal yang hadir di pernikahan mereka dan teman - teman guru serta staf tenaga pendidikan.


Mawar pun sedikit lupa akan rindu nya dengan Ikhsan melalui obrolan dan canda tawa bersama teman - teman nya.


Satu pandangan Mata yang membuat Mawar terkejut, melihat sosok pria yang bagi dirinya itu sangat menyebalkan.


Akbar memberikan selamat pada Haikal dan Nirmala, senyum nya begitu sangat menggoda hingga membuat Mawar memalingkan wajah nya.


Tiba - tiba detak jantung nya berirama sangat kencang dan saat menoleh kembali sosok Akbar pun sudah tak terlihat.


"Hai..!! "


Mawar tersontak kaget saat melihat Akbar sudah berada di depan nya.


"Kamu? " Tunjuk Mawar.


"Mas..!! " Ucap Akbar sambil terkekeh.


"Iya, Mas Akbar. " Ucap Mawar kesal.


"Mas kok bisa ada disini? "


"Haikal itu sahabat Mas, kebetulan tugas Mas lumayan bisa di jangkau ke tempat dia nikah ya Mas datang. "


"Dunia sempit ya Mas. "


"Iya ya, sempit banget. Saking sempit nya Mas ketemu lagi sama kamu. Apa kita ini jodoh ya? "


"Mulai deh kepedean nya keluar."


Hahahahaha


"Mau makan dulu lapar, sudah makan belum?"


"Belum, baru cuci mulut saja. "


"Mas ambil kan ya? "


"Nggak usah bisa sendiri. " Ucap Mawar langsung berdiri dan pergi menuju ke meja prasmanan.


Saat sedang makan Mawar melirik sekilas dari samping wajah Akbar mirip dengan Ikhsan dan cara makan nya pun terlihat sama. Mawar pun segera menepis nya dan langsung melanjutkan makan nya.


***


"Saya pamit ya, selamat menempuh hidup baru." Ucap Mawar pada Haikal dan Nirmala.


"Terima kasih Mawar, Abang akan datang ke pernikahan kalian nanti. Janji Abang buat kamu, dimana Abang bertugas, Abang dan Nirmala akan hadir. " Ucap Haikal.


"Terima kasih Bang, terima kasih. " Ucap Mawar .

__ADS_1


"Besok kamu berangkat, ini pertemuan kita terakhir dan semoga kita masih bisa bertemu lagi esok nanti. Jangan lupa kasih kabar. " Ucap Nirmala.


Mawar memeluk tubuh Nirmala sangat erat, pelukan mereka tak mau lepas dengan isak tangis kedua nya.


"Sudah akh, bedak kamu luntur. " Ucap Mawar sambil tersenyum.


"Make up mahal nggak akan luntur. " Ucap Nirmala tertawa.


Akbar yang di belakang nya ikut merasakan sedih, namun dengan segera mengalihkan pandangan nya dan bersalaman dengan Haikal untuk pamit.


"Saya harus pamit, sekali lagi selamat. " Ucap Akbar.


***


"Mawar, Mas antar ya. "


"Terima kasih Mas, saya naik ojol saja."


"Ayolah, masa naik ojol. Mas antar ya. "


"Boleh."


Mawar dan Akbar dalam perjalanan pulang, lalu ponsel Mawar berdering dan terlihat nama kekasih nya yang menelepon. Mawar melirik ke arah Akbar sedangkan Akbar hanya fokus menyetir kendaraan nya.


"Angkat saja, siapa tahu penting. " Ucap Akbar dengan tersenyum.


Mawar pun menggeser tombol hijau dan mengangkat nya.


"Halo Mas, Assalamu'alaikum. " Sapa Mawar.


"Walaikumsalam, sayang kamu masih di acara nya Bang Haikal? " ucap Ikhsan dari seberang.


"Sudah pulang Mas. "


"Kirain masih, sekarang kamu dimana? "


"Lagi di jalan, pulang bareng teman. "


"Iya Mas, Assalamu'alaikum. "


"Walaikumsalam."


"Dari pacar kamu ya? " Tanya Akbar.


"Iya, dari pacar saya. " Jawab Mawar.


"Pasti berat LDR an. "


"Sangat berat, tapi setiap hari dia kasih kabar kok. "


"Syukur lah. "


"Mas pernah LDR an? "


"Pernah, dia malah menikah dengan teman nya Mas. Terus punya lagi malah minta putus karena Mas sering tugas jauh. "


"Begitu ya sampai akhirnya mau di jodoh kan dan ternyata perempuan nya sudah punya calon. "


"Ya itu sih kalau kita masih bisa, kenapa Paman sama Bibi kamu menjodohkan kamu dengan saya? "


"Karena dia hanya menyuruh saya menunggu dan terus menunggu."


"Kalau dia ingkar, apakah kamu akan menerima saya? "


"Saya tidak mau memiliki pikiran seperti itu."


"Begitu ya. "


"Dia itu cinta pertama saya, begitu juga dia. "


"Mudah - mudah an kalian berjodoh. "

__ADS_1


"Amin."


*****


"Sudah sampai rumah? "


"Sudah Mas. "


"Sekarang lagi ngapain? "


"Lagi nerima telepon dari Mas. "


"Nggak maksud nya sedang apa? "


"Ya sedang terima telepon dari Mas, sambil rebahan. "


"Sama, Mas juga sedang rebahan. Sambil memandang photo kamu nih, Mas kangen kamu. "


"Iya setiap hari bilang kangen terus nggak ada yang lain apa? "


"Emang nyatanya begini. "


"Mas."


"Iya."


"Tadi tuh saya berkhayal nya yang sedang di depan penghulu itu Mas di samping nya itu saya Mas. "


"Kamu ingin banget ya jadi istri nya Mas? "


"Yaiyalah masa nggak ingin banget, Mas mau saya nikah nya sama orang lain? "


"Jangan lah, tunggu Mas. "


"Mas, sebenarnya pria yang di jodoh kan sama saya sudah datang. Dia itu seorang Tentara juga, dan tadi saat Mas telepon itu saya sama dia. "


Ikhsan terdiam tak bersuara hanya Mawar yang terus memanggilnya.


"Mas, Mas kamu masih dengar kan? "


"Iya Mas dengar, terus kamu menerima dia? "


"Saya katakan akan tunggu Mas, tapi kalau Mas ingkar mungkin saya akan menerima dia."


"Apakah kamu , begitu sangat mudah nya untuk melupakan Mas? "


"Terus saya harus menunggu hingga tua Mas, umur saya tahun depan sudah dua puluh enam tahun, dan Mas juga Tiga puluh satu tahun. Kita juga sama - sama nggak tahu, bilang setia nyatanya salah satu kita malah sudah memiliki yang lain. "


"Tapi Mas bukan tipe yang seperti itu? "


"Saya percaya Mas, tapi tidak tahu ke depan nya. "


"Tolong tunggu Mas, Mawar setiap hari itu titipan dari Mas mewakili kalau Mas selalu ada. "


"Bunga Mawar bukan lambang kesetiaan Mas sama Saya, Mawar itu hanya sebagai tanda saja. "


"Mas sudah buatkan kamu taman bunga Mawar serta rumah buat kita dan anak - anak kita. Kamu ingin memiliki taman bunga Mawar sendiri kan, Mas sedang membuat nya, Mas sedang menabung juga untuk pesta pernikahan kita, kamu ingin pesta kebun yang meriah kanan kiri hamparan bunga Mawar, sekarang Mas sedang mewujudkan nya. Jadi tolong tunggu dan sabar. "


"Baik saya akan tunggu. "


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2