Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara

Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara
Panik


__ADS_3

"Paman sama Bibi tepat sekali, kemarin baru datang dapat chat an dari mertua kamu. Kami langsung kesini, katanya kamu sedang hamil?" Ucap Pak Hadi.


"Iya Paman, Bibi saya sedang hamil. " Ucap Mawar.


"Tadi nya kami mau kesana, musik eh berpikir lagi usia kandungan Mawar kan masih rawan takut kenapa - napa mending nanti lagi saja. " Ucap Ikhsan.


"Mawar kangen rumah,Mawar ingin menginap disana. " Ucap Mawar.


"Rumah kamu, selalu di rawat. Biar nggak rusak dan kotor. " Ucap Ibu Nia.


"Nia, nih kamu pangku Satria, berat nya masya Allah. " Ucap Ibu Ratih menyerah kan Satria pada Ibu Nia.


"Cucu ini tambah besar dan berat. " Ucap Ibu Nia sambil mengambil alih Satria.


Satria yang murah senyum, tersenyum ke arah Ibu Nia. Pak Hadi yang merasa gemas langsung mengambil alih Satria dan kini berada dalam gendongan Pak Hadi.


"Anak kamu di kasih makan apa? " Ucap Pak Hadi.


"Ya Asi lah Paman, sama MP Asi nya kadang pisang, kadang bubur. " Ucap Mawar.


"Pasti banyak ya cu kamu makan nya. " Ucap Pak Hadi.


"Banyak Paman makan nya, minum ASI saja lumayan. " Ucap Mawar.


"Saya tuh kalau nggak jualan pasti ini Satria sering saya bawa, makan nya istri ingin tetap di rumah selain faktor usia karena ada cucu." Ucap Pak Handoko.


"Benar Han, kalau ada cucu rasa lelah itu terobati. Bukti nya ini kami kemari melihat Satria saja sudah bahagia, hilang penat nya. Dan dapat kabar Mawar hamil, nikmat sekali hidup ini mendengar kabar bahagia. "

__ADS_1


*****


Mawar langsung menarik selimut nya ,menutupi tubuh yang tanpa sehelai benang. Kepala nya di sandarkan pada dada bidang Ikhsan.


"Mas, main nya kasar ya? " Ucap Ikhsan.


"Nggak kok Mas, tadi nggak kasar. " Ucap Mawar.


"Mas, rencana ingin mengurus kepindahan Mas disini, pernah bilang sama Ayah waktu itu. Kepindahan ke Batalyon dimana Mas Dinas kan itu Ayah, Mas nggak tahu menahu."


"Iya, LDR yang begini. "


"Kalau kamu nggak kerja, mas bawa kamu sama Satria sekarang. "


"Mas, nanti janji ya bakalan mudik kesana."


"Iya sayang, Mas akan kabulkan keinginan kamu. "


"Sama - sama sayang. " Ucap Ikhsan sambil mencium kening Mawar.


*****


Mawar memegang perut nya yang merasakan sangat nyeri, hingga tak sanggup untuk berdiri saat akan pergi ke kantor. Ikhsan yang sedang menggendong Satria pun langsung menghampiri nya.


"Mah, kok masih duduk. Ayok berangkat. " Ucap Ikhsan.


"Ini sudah siap. " Ucap Mawar sambil tersenyum dan mengambil tas nya. Dengan paksa Mawar berjalan, namun rasa nyeri nya pun semakin terasa.

__ADS_1


Di dalam mobil, Satria di duduk kan di balik setir mobil, Ikhsan memangku Satria. Terlihat Satria menikmati nya.


Mawar tersenyum dengan menahan rasa sakit dan ngilu, hingga terasa keringat dingin keluar.


"Mah, kok wajah nya seperti menahan sesuatu? "


"Nggak apa - apa, mungkin karena lagi hamil."


"Benar nggak apa - apa nih? "


"Nggak apa - apa, hanya nyeri saja. "


"Hah... nyeri bagaimana? "


"Sakit pah, sakit banget. "


'Astagfirullah, kenapa nggak bilang dari tadi. Kita ke rumah sakit sekarang. "


Ikhsan memutar setir nya menuju ke arah rumah sakit, dengan wajah yang panik dengan sedikit menambah kecepatan.


"Mas, pelan. Kamu ingat kan ada Satria di depan kamu. "


"Maaf ya nak, Papi khawatir sama Mamah kamu. "


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2