
"Kakak... adik nya jangan di cubitin terus, tuh jadi nya mewek kan. " Ucap Mawar saat melihat Satria terus mencubit pipi Love.
Satria tidak mendengarkan apa kata Mawar, pipi Love terus di cubit, hingga Mawar menggendong Love dan membuat Satria menangis.
"Papi.... tolong dong, bawa Satria main atau kemana, ini gangguin adik nya terus. "
Huuuuuaaaaaaa
Satria menangis meraung hingga Ikhsan datang dan langsung mengangkat tubuh Satria.
"Kakak jangan nakal ya. " Ucap Ikhsan.
"Di bilangin, jangan cubit malah terus cubit. " Ucap Mawar kesal.
"Mah, udah namanya juga anak kecil. Jangan emosi, Satria belum mengerti. "Ucap Ikhsan.
" Bawa main Satria Pap, keliling kampung." Ucap Mawar.
"Satria kita main ke tempat Papi dulu dinas yuk, Satria kalau sudah besar jadi Tentara ya nak seperti Papah sama Papi. " Ucap Ikhsan langsung membawa Satria keluar dan tangis nya berhenti.
"Namanya anak kecil Mawar, mau di bilang gimana juga kan belum mengerti. Satria kan baru lihat Love, dia masih anggap adik nya seperti boneka jadi maklumin saja asal kamu jangan suruh Satria jaga adik nya saja. "
"Iya Bi, saya paham. "
"Kamu makan dulu, biar bibi jaga Love. "
"Bibi sudah makan? "
"Sudah tadi sama suami kamu. "
****
"Apa nya nih, lama kita nggak ketemu. " Ucap Farid sambil bersalaman dengan Ikhsan.
"Alhamdulillah sehat, kamu sendiri bagaimana? " Ucap Ikhsan sambil memantau Satria yang berjalan kesana kemari.
"Alhamdulillah baik, katanya setelah perjuangan panjang kamu nikah juga sama Mawar. "
"Alhamdulillah, dari pernikahan dengan Mawar lahir putri yang cantik, dan kalau yang itu dari pernikahan pertama nya anak Kakak saya. " Ucap Ikhsan.
"Bagaimana cerita nya, kalau jodoh pasti tidak akan pernah jauh. "
__ADS_1
"Benar, Mawar itu memang cinta sejati saya. Tapi saya tidak pernah membedakan mana anak kandung mana anak tiri, semua nya sama. Satria sudah dari bayi dia dekat sama saya, bahkan seperti Papah nya sendiri Kak Akbar. "
Ikhsan memantau Satria yang bermain di lapangan dengan para Tentara yang sedang istirahat, tawa Satria terdengar kencang saat melihat mereka mengajak bercanda.
"Kapan balik? " Tanya Farid.
"Saya bolak balik sekarang, istri kan disini selama masa cuti kerja. " Jawab Ikhsan.
"Salam buat Bang Haikal sama Willy, kapan - kapan kamu ajak lah mereka kesini kita kopi darat. "
"Willy gampang dia, kalau lagi libur langsung cus kesini, kalah Bang Haikal nggak tahu lah dia, soalnya istri nya sekarang overprotective."
"Istri nya itu sahabat nya Mawar kan, siapa tuh nama nya? "
"Nirmala."
"Iya Nirmala. "
*****
"Satria tidur Mas? " Mawar menghampiri Satria yang di gendong Ikhsan.
"Tadi habis mainan di lapangan sama Para Tentara. " Ucap Ikhsan sambil membawa Satria masuk dalam kamar.
Satria yang sedang tertidur pulas merasakan terganggu hingga bangun, Mawar segera mengganti kaos dan celana Satria dengan mengenakan kaos lengan pendek dan celana pendek. Balita gemuk itu pun melanjutkan tidur nya dengan merubah posisi menjadi tengkurap.
"Love mana Mah? "
"Di bawa bibi ke rumah nya, tadi habis di beri Asi. "
Ikhsan mencium pucuk kepala Mawar, dan membantu merapikan rambut istri nya yang tergerai. Ikhsan pun lalu mengkuncir kuda rambutnya.
"Makasih."
"Mas, bahagia sekali, bisa memiliki keluarga kecil seperti ini. "
"Sama Mas, punya anak - anak yang lucu - lucu, dan aktif apalagi Satria . "
"Semoga mereka kelak menjadi anak - anak yang sukses ya Mah. "
"Amin Pap, doa orang tua selalu mengiringi doa untuk anak - anak nya. "
__ADS_1
*****
"Papi berangkat dulu ya nanti Papi pulang Satria di belikan mainan. "
"Obing Papi. " Ucap Satria.
"Mobil sudah banyak, Papi belikan mainan kereta aja ya. "
"Obing, nggak mau keleta."
"Ok, mobil remot lagi. "
"Iya Papi. "
"Mas, ini bekal tadi Bibi buat kue basah. "
"Makasih sayang, anak Papi cantik, Papi cari uang dulu ya. " Ucap Ikhsan sambil mencium pipi Love.
"Kakak jaga adik sama Mamah, jangan nakal." Ucap Ikhsan sambil mengusap kepala Satria.
"Papi pindah kapan? "
"Insya Allah bulan depan, sudah turun kata Ayah sih."
"Alhamdulillah, kita nggak LDR an lagi."
"Benar sayang, Papi kan jadi nggak kesepian lagi. "
"Memang nya Papi disana di hutan kesepian?"
"Mamah sih nggak pernah mengerti, Papi itu selalu menahan rindu dan kangen, Mamah tahu rasanya kalau seperti ini rasa Papi tuh sedih karena harus berpisah, walau kita komunikasi lancar tetap saja rasa kan berbeda Mah. "
"Tapi kalau ketemu terobati kan? "
"Iya dong, ya sudah Papi pamit dulu ya. Kalau ada apa - apa cepat kabari Papi. "
"Pasti Papi, hati - hati di jalan. "
.
.
__ADS_1
.
.