
"Mas tega ya, tega sama Mas Ikhsan. Apa Mas nggak sadar dia itu siapa? Dia itu adik Mas!!! " Bentak Mawar.
"Maksud kamu apa sih Yank, tiba - tiba kamu tampar Mas dan tiba - tiba sebutkan nama Ikhsan. "Ucap Akbar yang masih santai.
" Bukan begini Mas, bukan begini caranya Mas menyadarkan Mas Ikhsan. Mas sudah melukai tubuh nya secara tidak langsung."
"Maksud kamu apa sih, Mas semakin nggak mengerti. "
"Ini, lihat ini. Apa ini belum cukup bukti. "
"Yank, Ikhsan itu jauh dari sini. Mana mungkin Mas akan melukai nya. Kamu ini aneh. "
"Aneh, Mas bilang saya aneh. Disini Mas yang aneh, seharusnya Mas sadar. Siapa yang membuat dia seperti ini, kita Mas kita. "
"Terus, kalau iya kenapa? Kamu mau mengejar dia. Silahkan kejar dia, apa kamu nggak mikir, suami mana yang tidak kesal istri nya di ganggu oleh pria lain, yaitu adik suami nya. Apa Mas harus diam saja, tidak ada satu pun suami yang diam tak perduli yang ada naik pitam ingin menghajarnya. "
"Mas, dia itu adi nya Mas. Mas bisa bahaya kan nyawa nya, kita diam saja apa salah nya. Kita sudah menyalakan api, apa kita akan membesarkan api juga. "
"Yank, Mas ini mencintai kamu. Mas tidak ingin kehilangan kamu, Mas mohon maaf kan Mas. "
"Tapi cara Mas salah, untuk masalah itu. Tenang saja Mas, saya tidak akan pernah meninggal kan Mas. Kalau Ibu Bapak tahu tentang apa yang Mas lakukan pada Mas Ikhsan, pasti mereka akan kecewa. "
"Mas janji ini yang terakhir, Mas tidak akan pernah melakukan hal seperti itu lagi. "
"Saya kecewa Mas, sangat kecewa. " Ucap Mawar langsung pergi meninggalkan Akbar.
Namun dengan cepat Akbar menarik tubuh Mawar kedalam pelukan nya.
"Mas minta, kamu jangan marah lagi sama Mas. "
"Mas jahat, hiks.. hiks.. hiks.. "
"Maaf kan Mas. "
"Saya kecewa sama Mas. " Ucap Mawar berteriak dengan memukul - mukul dada Akbar.
"Mas jahat...!!"
"Stop Mawar, stop...!! " Bentak Akbar yang membuat Mawar diam tak bicara.
"Kamu terus menyalahkan Mas, kamu terus seolah ini Mas yang salah hah... kamu tidak lihat, Ikhsan juga salah. Seharusnya kamu itu membela Mas bukan membela mantan pacar kamu itu. "
"Karena Mas menyuruh orang untuk memukuli nya, kalau Mas Ikhsan sampai kenapa - kenapa bahkan hal yang tak di ingin kan terjadi sama dia, semua pasti akan kecewa saya Mas. "
"Seandainya saya yang kenapa - napa dampak tidak di selamat kan, apakah kamu akan merasakan kehilangan atau menangis meraung - raung. "
"Saya akan menangisi Mas, karena bagaimana pun Mas sudah menjadi bagian dari hati saya. Tapi dengan yang ini saya kecewa sama Mas. " Ucap Mawar sambil menghempaskan tangan Akbar.
__ADS_1
"Mawar...!!! " Bentak Akbar saat Mawar pergi menjauh, langkah kaki Mawar terhenti saat Akbar memanggilnya dengan kasar.
"Kamu marah, kamu marah karena Ikhsan. Katakan kalau kamu masih mencintai Ikhsan, katakan...!!! "
"Cinta pertama, apalagi selama dua tahun itu sulit untuk lupa. Tidak dengan kamu Mas, hanya baru hitungan minggu. Tapi saya sadar, karena saya yang memulai terbuai dengan setiap belaian cinta, dan saya merindukan sosok orang yang di cintai dan menunggu suatu kepastian. Ternyata saya salah, dia tulus, dia serius tapi saya sadar. Saya harus menerima takdir, pengganti nya sosok pria yang hebat, dia pun menjunjung arti kata cinta dan bagaimana memperlakukan saya. Tapi saya kecewa dengan cara kasar Mas yang lakukan pada Mas Ikhsan."
Mawar melanjutkan langkah nya dan Akbar mengejar Mawar, di tarik nya tubuh Mawar dan di cium nya secara kasar, hingga dengan paksa Akbar menarik pakaian yang di kenakan oleh Mawar hingga robek.
Sreeeeettttt
"Mas...!!! "
Sreeeeettttt
Hingga hanya tersisa bagian yang menutup paling dalam, Mawar menangis hingga berjalan mundur ketakutan. Akbar melepaskan kaos nya dan melemparkan ke sembarangan arah.
"Mas, saya mohon jangan sakiti saya. "
"Mas tidak menyakiti kamu, Mas hanya ingin memberikan pelajaran agar kamu semakin. pintar. " Ucap Akbar sambil melepaskan ikat pinggang nya.
Cetas....
Akbar mengayunkan ikat pinggang nya, hingga Mawar terjatuh saat punggung nya menabrak bufet.
"Mas, saya mohon. Maaf kan saya, hiks.. hiks.. "
Akbar mengangkat tubuh Mawar bagai karung beras dan menjatuhkan secara kasar di atas tempat tidur.
"Mas... ampun...!!! " Akbar terus melucuti semua nya, hingga tangan nya bergerak kesana kemari dengan kasar.
Saat sudah puas, Akbar menghentak kan secara kasar hingga Mawar menjerit kesakitan. Namun Akbar tidak menghiraukan hanya keadaaan terbang dan semakin semangat saat Mawar lama - lama merasakan sesuatu yang sangat luar biasa hingga melayang.
Aaaaarrrggghhh
Akbar menumpahkan lahar panas nya dengan banyak hingga Mawar hanya bisa terus terisak.
Satu kecupan, Akbar berikan pada kening Mawar dan langsung melepaskan ikatan di tangan Mawar.
"Maaf kan Mas. " Bisik Akbar dengan nafas naik turun.
Hiks.. hiks... hiks... hiks...
"Kamu kasar Mas, kasar sama saya hiks.. hiks.. hiks... "
"Maaf, Mas tidak ada Maksud menyakiti kamu.Mas hanya ingin kita hidup bahagia, jangan ada pertengkaran hanya karena orang ketiga. "
"Mas Ikhsan tidak pernah kasar, tidak pernah memukul. Mas temperamental sekali, Mas tidak melihat saya ini siapa. "
__ADS_1
"Mas kan minta maaf, Mas janji tidak akan pernah mengulangi nya lagi. Mas sayang kamu, mas cinta kamu. "
*****
"Boleh lihat luka nya? " Ucap Dokter Maya.
Ikhsan menaikan kaos nya ke atas dan memperlihatkan punggung nya yang tampak masih memar.
"Kenapa baru ke Dokter? "
"Kemarin saya tidak sempat. " Ucap Ikhsan.
"Kamu itu, selalu tidak perduli dengan tubuh sendiri. Tapi sama orang lain kamu lebih perduli. "
"Kamu kebiasaan May, cepat periksa. Sudah kayak emak - emak doyan ngomel. "
"Katakan siapa yang memukuli kamu?"
"Ini cedera saat latihan. "
"Saya bisa membedakan mana itu cedera mana itu pukulan. "
Ikhsan menurunkan kaos nya kembali dan duduk turun dari atas blankar.
"Cepat catat resep obat nya, saya datang jauh - jauh ke klinik kamu itu buat periksa bukan buat dengar ceramah kamu. "
"Ikhsan, kita ini memang jodoh ya. Kita ini sahabatan dari SMA sekarang kita bertemu di daerah orang saat sama - sama tugas. Apa kamu nggak sadar? "
"Sudahlah May, ngomong apa kamu. Saya lagi malas mengatakan suatu hubungan spesial."
"Ok saya paham, dari jaman kalian kenal sama kalian putus saya hanya bisa jadi pendengar curhatan kamu. "
"Sudah belum resep nya? "
"Kamu tebus di apotek, jangan lupa oles salep di punggung kamu. Dan minum obat nya juga biar cepat sembuh luka nya. "
"Kapan - kapan kita jalan, lama saya nggak ajak jalan kamu. " Ucap Ikhsan sambil menaik turun kan kedua alis nya.
"Boleh, tapi kamu yang jamin ya. "
"Siap Beb, nanti saya chat kamu. "
"Saya tunggu. "
.
.
__ADS_1
.
.