
"Mas senang kan, sebentar lagi akan jadi Ayah? " Tanya Mawar.
"Jelas senang sayang, siapa sih yang tidak senang mendengar kabar istri nya hamil." Jawab Akbar.
"Saya juga masih belum percaya, kalau di rahim saya ini ada makhluk kecil yang sangat lucu. " Ucap Mawar.
"Mawar, kamu jangan pergi lagi, kamu jangan pergi meninggalkan Mas dengan membawa calon anak kita. "
"Saya tidak akan pergi lagi Mas, anak kita juga membutuhkan orang tua yang lengkap. Kita bisa bersama lagi itu karena dia, titipan dari Allah. Agar kita tidak jadi berpisah. "
"Apa kemarin kamu ingin berpisah dari Mas?"
Mawar diam, dan terus mengusap perut nya yang masih rata.
"Entahlah , yang penting saya pergi."
Akbar memeluk tubuh Mawar, Mawar pun membalas pelukan Mawar.
"Maaf kan Mas. "
"Saya sudah maaf kan. "
******
Ikhsan tertidur di atas kasur king size kamar utamanya, tidur nya terganggu saat suara kicauan burung bernyanyi di atas pohon.
Ikhsan menyandarkan kepalanya di kepala ranjang, menatap luar jendela yang sudah siang.
Ikhsan menatap kembali lukisan tersebut lalu memalingkan wajah nya dengan menatap kembali ke arah luar jendela.
"Hari ini, hari terakhir saya kemari. Selamat tinggal rumah Mawar, saya akan biarkan rumah ini tergeletak begitu saja. Rumah ini saya bangun dengan cinta, tapi cinta nya tidak bisa saya miliki."
****
"Mang, ini upah nya mulai sekarang Mamang nggak usah siram Mawar - Mawar itu lagi, dan jangan urus rumah ini lagi. "
"Kenapa Mas, biarkan saja. Mamang nggak di bayar juga nggak apa - apa, kasihan bunga nya cantik - cantik. "
"Orang yang akan saya beri sudah berbeda kisah Mang, terus buat apa rumah Mawar ini masih di pertahankan."
"Biar Mamang rawat, Mas Ikhsan tidak usah membayar nya lagi, saya ikhlas asal rumah Mawar ini tidak di jual oleh orang lain."
"Baik kalau Mamang mau nya begini, kalau begitu buat Mamang saja. "
"Jangan Mas, ini milik Mas Ikhsan. Siapa tahu Mas suatu saat pindah kemari dan menempati rumah ini."
"Tidak Mang, saya tidak akan kemari lagi. "
"Mas, takdir bisa saja berubah suatu saat nanti, jodoh itu misteri bagaimana cara datang nya. Jadi biar Mamang yang rawat, Mamang sudah terlanjur jatuh hati pada rumah ini."
"Terima kasih banyak Mang, maaf merepotkan. "
"Tidak lah Mas, kalau begini kan enak. Saya kan lega jadi nya. "
******
Mawar, menarik nafas nya naik turun, saat turun dari atas motor. Mawar langsung masuk kedalam rumah Mawar.
"Maaf Mba, mau apa ya? " Tanya Mang Dirman.
"Maaf Pak, tadi malam ada pria yang menginap disini? " Jawab Mawar.
"Ada tapi sudah pergi 1 jam yang lalu. "
"Apa dia pamit, tidak akan kembali lagi kesini?"
"Iya, dan diserahkan nya sama saya. "
"Dia tidak katakan apa - apa? "
__ADS_1
"Tidak."
"Terima kasih Pak, kalau begitu saya permisi."
"Iya Neng. "
"Kok wajahnya seperti nggak asing, lihat dimana gitu. "
Mang Dirman berusaha mengingat nya dan baru ingat, wajah wanita yang tadi adalah kekasih majikan nya.
"Ya Allah itu kan mba Mawar. " Mang Dirman berusaha mengejar Mawar namun Mawar sudah pergi jauh.
*****
"Kamu kemana saja Mawar, suami kamu mencari kesana kemari seperti sudah stres berat. " Ucap Nirmala.
"Saya pergi ke tempat Mas Ikhsan, saya di sana hampir di rawat dan merasakan jadi pasangan kekasih lagi. " Ucap Mawar.
"Kamu minggat kesana? "
"Iya, kemarin saya pulang di antar sama dia."
"Terus reaksi suami sama mertua kamu bagaimana? "
"Mas Akbar dan Mas Ikhsan bicara layaknya seorang pria, dan saya pun memberitahu ke mereka kalau saya sekarang sedang hamil."
"Hamil!!! "
"Iya hamil, saya hamil anak Mas Akbar."
"Terus kamu dengan Bang Ikhsan bagaimana?"
"Kita memutuskan saling melupakan, dia pun tidak akan pernah kemari lagi dan kita selamanya tidak akan pernah berjumpa lagi."
"Bang Ikhsan, dia pasti sangat sedih."
"Apa kamu tidak menyesal? "
"Menyesal pasti ada, tapi saya yang buat Takdir seperti ini, tapi kita sudah sama - sama ikhlas melepaskan. "
"Semoga Allah selalu melindungi Bang Ikhsan." Ucap Nirmala.
"Amin..!!! " Ucap Mawar.
******
1 Bulan Kemudian
Dor
Dor
Dor
Ikhsan terus menembak titik yang di arahkan, secara terus menerus hingga papan tembak tersebut hancur.
"Luar biasa, lawan langsung tumbang."
Ikhsan meletakkan senjatanya, dan berjalan ke arah Komandan nya.
"Bagaimana, apakah saya akan di berangkat kan pada misi itu? "
"Dari dulu cara menembak kamu banyak yang mengangkat dia jempol tidak di ragukan lagi. Kami akan masukan kamu pada tim tersebut, kamu sniper untuk pengawalan khusus itu. "
"Siap, terima kasih. " Ucap Ikhsan dengan sikap tegap nya.
"Kalau begitu saya buat kan laporan nya. "
"Abang akan masuk dalam Tim khusus itu? " Tanya Willy.
__ADS_1
"Benar Willy, saya akan gabung bersama mereka. " Jawab Ikhsan.
"Itu Tim berani mati. "
"Kita memang sudah ditakdirkan untuk di garis depan. "
"Benar Bang, apapun yang terjadi di depan nanti memang itu sudah jadi pilihan kita. "
"Yuk, kita cari minum. Abang haus. "
******
"Mas, coba lihat. Ada lowongan tes CPNS. " Tunjuk Mawar pada Akbar.
"Kamu mau ikut? " Tanya Akbar.
Mawar menganggukkan kepalanya dengan penuh harap Akbar akan memberikan persetujuan.
"Ini yang saya ingin ikut dari dulu, mumpung ada lagi. Saya sudah tiga kali gagal Mas, saya ingin coba satu kali lagi. " Jawab Mawar.
"Ya sudah, Mas ijin kan kok. Tapi apa nggak apa - apa, kamu sedang hamil muda begini? "
"Nggak apa - apa Mas, jadi boleh ya? "
"Boleh, Mas dukung kok. "
"Alhamdulillah, makasih ya Mas. " Ucap Mawar sambil memeluk tubuh Akbar.
"Sama - sama sayang, semoga tes tahun sekarang kamu lulus. "
"Amin Ya Allah. "
"Nanti mau daftar di dimana? "
"Ini kan umum, saya ingin daftar di Dinas perpustakaan umum. Semoga saja masuk."
"Kalau begitu, masuk saja ke link nya. Sudah bisa masuk belum? "
"Saya coba ya Mas. "
Mawar mencoba masuk ke link tersebut, ternyata sudah di bisa di buka. Mawar pun dengan menggunakan akun nya masuk dan mendaftarkan diri nya untuk mengikuti tes CPNS tersebut.
"Berkas nya sudah siap yang soft copy? "
"Sudah Mas, saya kan simpan di laptop ini dari kemarin - kemarin. "
"Gimana, ada formasi yang kamu ingin kan?"
"Jelas adalah Mas, ini kan semua instansi. "
"Kamu daftar untuk di kabupaten mana?"
"Disini lah, masa luar kabupaten. Tinggal nya disini, semoga saja keterima. Hanya satu orang Mas, yang banyak di pendidikan."
"Kenapa nggak coba di pendidikan lagi? "
"Saya ingin mendaftar di sana Mas."
"Semoga berhasil sayang."
"Alhamdulillah, karena link baru di buka jadi nggak lama loading nya."
.
.
.
.
__ADS_1