Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara

Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara
Kehidupan Setelah Menikah


__ADS_3

"Mawar." Panggil Jefri.


"Ada Pak? " Tanya Mawar.


"Selamat menempuh hidup baru." Kawan Jefri.


"Terima kasih Pak." Ucap Mawar.


"Maaf kemarin saya tidak hadir, di pesta pernikahan kamu."


"Tidak apa - apa Pak, ucapan dari bapak sangat berharga buat saya. "


"Mawar."


"Iya Pak? "


"Maaf bila kemarin, saya mengatakan isi hati ini. Saya tidak tahu kalau kamu sudah ada yang punya. "


Mawar tersenyum , dan menggeleng kan kepala nya.


"Bapak tidak perlu minta maaf, karena itu hak Bapak. Hak mengutarakan isi hati, saya hargai itu. "


"Terima kasih Mawar, terima kasih."


"Sama - sama Pak, kalau begitu saya permisi."


"Iya Mawar. "


Jefri menatap Mawar yang terus menjauh dari nya, rasa hati yang sakit kini di rasakan, cinta yang bertepuk sebelah kanan.


****


"Suami masih jauh an nih? " Tanya Wanti.


"Iya, resiko lah. Nikah sama Tentara di tinggal - tinggal. " Jawab Mawar sambil membereskan berkas.


"Tadi Pak Jefri bicara apa tuh? Saya kepo."


"Dia bilang minta maaf karena tidak hadir ke pesta pernikahan saya, dan minta maaf atas kemarin dia mengatakan isi hati nya."


"Pak Jefri benar suka sama kamu? "


"Iya, dia suka sama saya. Tapi kan saya sudah ada yang punya, jadi gimana dong. Ya saya tolak lah. "


"Pantas saja, awal dia datang kesini. Dia memang sudah berbeda sama kamu, eh ternyata dia memang menyukai kamu."


"Orang jodoh nya yang ini bagaimana dong, jodoh yang tertunda. Saya tidak mau melepaskan kedua kali nya pria seperti dia. "


*****


"Sedang apa Mah? " Tanya Ikhsan saat baru pulang.


"Ini sedang sama Satria. " Jawab Mawar dari seberang.


"Papi baru aja pulang, tadi ada kegiatan. Pulang nya mampir bentar di salah satu warga ada yang panen singkong. Dia ngasih buat kita, jadi mampir sebentar. "


"Satria kangen papi. "


"Yang kangen Mamah nya atau Satria nya?"


"Mamah nya. "


Ikhsan tersenyum geli, dan membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur.


"Papi juga kangen sama kalian, tunggu Papi pulang ya kesayangan. "


"I love you. "


"I love you too. "


"Udah dulu ya nanti di sambung lagi. "


"Ok mamah sayang. "


Ikhsan mematikan ponsel nya, terus tersenyum sambil memainkan cincin pernikahan nya.


"Saya merasakan baru bangun dari mimpi indah, mimpi buruk yang membuat saya tidak ingin bangun untuk selama nya kini selalu ingin membuka mata dan terus menyadarkan kalau ini bukan mimpi. "

__ADS_1


*****


"Mas katanya minggu depan pulang, sekarang malah sudah sampai di rumah. " Ucap Mawar sambil membuka tas milik Ikhsan yang sebagian besar berisi pakaian kotor.


"Mas kangen sama kamu. " Ucap Ikhsan sambil menciumi pundak Mawar yang terbuka.


"Bawa pulang tuh oleh - oleh apa kek, ini pakaian kotor kemarin ya? "


"Iya sayang. " Ikhsan tersenyum sambil mencolek dagu Mawar.


"Satria mana? "


"Di bawa sama Ibu, sekarang Ibu nggak ikut dagang katanya sudah nggak kuat jauh - jauh. Bapak sama asisten nya aja. "


"Berarti, kalau Satria nggak ada kita bisa senang - senang dong. "


"Ada mba Mae, nggak bebas. "


"Kita kan di kamar, dia kan di luar. Mana berani ganggu majikan nya. " Ucap Ikhsan yang tangan nya sudah menjelajah kesana kemari.


*****


"Mae, mana Mawar? " Tanya Ibu Ratih saat baru datang bersama dengan Satria.


"Ibu, sedang sama Bapak seperti nya di kamar. " Jawab Maesaroh.


"Ikhsan pulang? " Ucap Ibu Ratih.


"Iya bu, Bapak baru sampai sekitar 4 jam an."


"Coba kamu ketuk pintu kamar nya, ini Ibu mau kembali kan Satria. "


"Saya nggak berani Bu, maaf. "


"Ya sudah, saya saja yang ketuk pintu kamar nya. "


Ibu Ratih berjalan ke arah kamar anak dan menantu nya, telinga Ibu Ratih di tempelkan pada daun pintu. Namun tak terdengar suara apapun.


Ceklek


"Ibu!!! "


Ibu Ratih tersenyum saat Ikhsan melihat nya di depan pintu kamar.


"Ibu kesini mau kembali kan Satria, Ibu buru - buru pulang. Makan nya Ibu mau gedor pintu nya eh kebuka dulu jadi ke dorong. "


"Ikhsan antar pulang. "


"Iya, makasih nak."


"Ibu, dari tadi? " Tanya Mawar.


"Barusan ini Ibu mau pulang. " Jawab Ibu Ratih.


"Makasih bu sudah antar Satria, tadi nya mau di jemput. "


"Nggak apa - apa, Ikhsan antar Ibu dulu."


"Mah, antar Ibu dulu. "


"Iya Papi, Ibu sekali lagi makasih. " Ucap Mawar mencium punggung tangan Ibu mertua nya.


"Ikhsan, kamu jangan tunda untuk masalah anak. "


"Nggak Bu, Ikhsan juga ingin cepat punya anak. Umur Ikhsan segini sudah saat nya punya anak. "


"Bagus lah, masalah mengasuh Ibu juga mau."


"Mawar juga nggak masalah kan tentang hamil lagi, dia nggak pernah bilang Satria masih kecil nggak sih. Kalau rejeki ya Alhamdulillah kalau belum ya kita usaha lagi."


"Benar itu, ingin tapi jangan terlalu memaksakan. "


"Benar bu, apa kata yang di atas saja. Kalau sudah saat nya pasti di kasih. "


"Ibu sudah nggak ikut Bapak lagi, Ibu sudah capek mungkin sudah saat nya main sama cucu jadi memutuskan di rumah. "


"Kalau bisa Bapak juga sama, cukup buka toko lagi seperti dulu. Walau dari penghasilan besar sekarang tapi kan kondisi Bu, Ikhsan akan bantu kalau kurang untuk kebutuhan sehari - hari nya. "

__ADS_1


"Kalau masalah itu, insya Allah Ibu sama Bapak cukup, hanya sayang sama pelanggan."


"Penting pelanggan atau penting kesehatan, kalau rejeki pasti datang sendiri. Pelanggan akan cari kita Bu."


"Benar kata kamu, nanti Ibu bicarakan sama Bapak. "


"Kalau Bapak tidak mau, Ikhsan akan bicara sama Bapak. Ikhsan nggak mau di daerah orang Bapak kenapa - napa, Ikhsan ingin sudah Ibu sama Bapak di sini saja."


*****


"Mas, ini nota transaksi apa? "


Mawar menunjukkan beberapa nota di dompet milik Ikhsan, berupa tagihan belanja dengan nominalnya fantastis.


"Barang - barang branded nya mana? " Tanya Mawar kembali.


"Barang Branded apa sih Mah, Papi nggak pernah beli. "


"Ini punya siapa, sampai habis 50 juta lebih." Ucap Mawar dengan kata akhir di tekan kan.


"Itu bukan punya Mas, tapi punya Alex. "


"Bohong, ngaku cepat..!! "


"Ya Allah Yank, itu punya Alex dia belikan buat Viola. "


"Sebesar ini? " Ucap Mawar yang masih curiga.


"Sumpah Mah, demi Allah. Tanya kan saja sama Alex dan Viola nya. "


"Kenapa struk ada sama Mas? "


"Karena Mas yang beli, saat itu bertiga."


"Kenapa pakai uang Mas? "


"Uang Alex ada sama Mas, dia sengaja titipkan sama Mas. "


"Jangan suka mau di titipkan uang sebesar ini sama teman baik itu calon adik ipar. Masih ada nggak? "


"Nggak ada, uang yang dititipin ke Mas ini sengaja buat happy - happy dia. Karena di rekening nya khusus buat masa depan."


"Sini ATM satu lagi nya? "


"Kan kemarin sudah ATM nya Mah. "


"Papi masih simpen satu lagi. "


Ikhsan membuka dompet nya dan menyerah kan ATM berwarna gold pada Mawar.


"Ini mamah simpan, Mamah nggak percaya kalau judul nya begini."


"Ya Mah, ambil saja. Itu buat Mamah, buat Satria juga. Percaya sama Papah, disana nggak pernah main perempuan hanya Mamah di hati Papah. "


"Masih belum percaya masalah struk."


*****


"Benar Mba, kami datang jauh - jauh mau meluruskan ini.Sumpah Demi Allah mba, ya Kan Bang. " Ucap Viola.


"Benar, apa yang di katakan Viola. Itu juga menitipkan saat Ikhsan masih sendiri, sekarang sih saya juga mengerti." Ucap Alex.


"Gimana , percaya struk atau percaya sama mereka ? "


"Mamah percaya kok, maaf ya Pap. Namanya juga istri jauh an sama suami lihat beginian pasti curiga dan barang nya nggak ada."


"Kalau Mamah mau, Papi bisa belikan."


.


.


.


.


Besok Launching karya Baru.....

__ADS_1


__ADS_2