Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara

Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara
Sedih nya LDR


__ADS_3

"Berkas sudah masuk semua? " Tanya Pak Muji saat sedang berkunjung ke rumah Mawar bersama Ibu Neta.


"Sudah Ayah, tinggal nunggu saja. " Jawab Ikhsan.


"Kamu kenapa nggak minta sama Ayah, biar cepat besok pindah. "


"Nggak Ayah, saya nggak mau memanfaatkan keadaan, biar saja. Jangan mentang - mentang anak Jenderal. "


"Ayah, itu malah senang di minta bantuan sama kamu, mau minta apa saja Ayah sama Bunda pasti mengabulkan. "


"Terima kasih banyak Yah, begini saja sudah cukup. "


"Kalau ada apa - apa, jangan pendam sendiri. Ayah Bunda siap bantu kalian. "


"Terima kasih Ayah, terima kasih banyak. "


Sedangkan Ibu Neta sambil bermain dengan cucu nya menyuapi Satria, Balita yang semakin aktif ini selalu membuat oma nya kewalahan.


"Anak kamu ini nggak mau diam ya? " Ucap Ibu Neta.


"Satria begitu Bun, makan nya kalau Papi nya pulang selalu sama Papi nya yang tenaga nya sebanding. " Ucap Mawar.


"Bunda, dulu tidak pernah melihat keaktifan Ikhsan, saat itu Bunda juga selalu kepikiran Ikhsan. Setiap malam Bunda selalu memikirkan apakah kedinginan, kelaparan ternyata dia sekarang tumbuh menjadi anak yang kuat. "


"Mas Ikhsan itu baik Bund, dia sudah di sakiti sama Mawar tapi dia tetap mencintai Mawar. Ada di hati kecil Mawar itu malu sama Mas Ikhsan, tapi dia tidak pernah ingat akan kesalahan Mawar, dia buang jauh - jauh Bund. Itu yang membuat Mawar menyesal dengan kebaikan sifat nya. Tapi Mawar tidak menyalahkan keadaan, ada cinta yang tulus juga waktu itu. "


"Terima kasih nak, kamu menjadi pilihan terakhir Ikhsan, menjadi teman hidup setia nya. "


*****


"Kapan Mas pindah? " Tanya Mawar sambil beranting di atas tempat tidur, sedangkan Ikhsan mengusap perut Mawar.


"Nanti belum turun, kenapa? " Jawab Ikhsan kembali bertanya.


"Nggak kenapa - napa sih, hanya kan kalau LDR begini lihat nya capek saja. " Ucap Mawar.

__ADS_1


"Mas, nggak pernah capek. Malah capek nya hilang kalau sudah bertemu anak dan istri. "


"Mas, mau anak laki - laki atau perempuan? "


"Mau nya sih , perempuan tapi kalau di kasih laki - laki juga nggak apa - apa. "


"Mas, kalau anak perempuan Mawar ingin kasih nama dia Lovelina Mawar Ikhsania, cinta Mawar dan Ikhsan. Kalau laki - laki Tegar Anugerah Satria, tegar nya hati memberikan anugerah terindah. "


"Nama yang indah. "


Ikhsan mencium perut Mawar, sedangkan tangan Mawar membelai rambut Ikhsan. Pria yang ada di samping nya kini tertidur sambil memeluk tubuh nya.


"Kamu adalah cinta terakhir Mas, terima kasih untuk semua cinta nya, Insya Allah sampai menutup mata hanya ada kamu. "


****


Huuuuaaaaa.... huuuuaaaaa


Satria menangis kencang, saat tahu Papi nya akan kembali berangkat bertugas, Ikhsan lantas menggendong Satria yang tengah menangis.


"Papi berangkat dulu ya, nanti tiga minggu lagi Papi pulang. " Ucap Ikhsan namun tangisan Satria semakin sangat kencang, hingga Mawar pun tak bisa mengambil Satria dalam gendongan Papi nya, tangan mungil itu memegang erat kerah seragam loreng Ikhsan.


Satria tetap kekeh tidak mau lepas, akhirnya Mawar mengambil paksa. Rasa sedih terasa pada Ikhsan, harus berangkat meninggalkan buah hati nya.


"Papi nanti pulang lagi ya, sekarang Satria jangan menangis. "


"Mas berangkat saja, nggak apa - apa nanti juga berhenti kok menangis nya. "


"Mas sedih, tapi mau gimana lagi. Sabar ya sayang, nanti Papi akan berkumpul sama kalian. "


Dengan rasa berat Ikhsan pun pergi dengan mengendarai motor nya untuk kembali bertugas, Satria yang tahu Papi nya pergi tangisan nya tambah kencang.


"Sekarang masuk yuk, sama mami mainan yuk. " Rayu Mawar.


Dengan sesenggukan Satria masih terus menangis hingga Mawar membuat kan susu dalam botol dan di berikan pada Satria.

__ADS_1


Sambil berbaring bersama di atas tempat tidur, Satria sambil memegang botol susu nya dan memainkan salah satu kaki nya yang di angkat ke atas.


Satria melemparkan botol susu nya lalu memiringkan tubuh nya menghadap ke samping.


"Ma - Mah. " Ucap Satria.


"Iya sayang, bobo lagi yuk tadi Satria bangun nya malam banget, tahu Papi mau pergi ya. "


Satria tangan nya sambil memainkan kancing pakaian tidur yang di kenakan Mawar lama - lama tertidur, Mawar pun setelah menidurkan Satria lanjut menuju kamar mandi untuk bersiap - siap berangkat ke kantor.


****


"Bu Satria masih tidur? " Tanya Maesaroh.


"Iya, nanti kalau sudah bangun langsung di mandikan. " Jawab Mawar.


"Baik Bu, oh iya bu bahan makanan habis. "


"Ini uang buat beli kebutuhan dapur. " Ucap Mawar sambil mengeluarkan lembaran warna merah tiga lembar.


"Bu, nanti belanja nya nunggu mertua Ibu saja ya. "


"Ibu mau kesini? "


"Seperti nya begitu, kan kata suami saya Bapak pergi lagi, berarti Ibu pasti kesini. "


"Ya sudah, kalau Ibu tidak kesini tunggu saya pulang. "


"Baik Bu. "


"Kalau begitu, saya berangkat dulu. "


.


.

__ADS_1


.


Mampir yuk... Karya baru, sambil nunggu Up...


__ADS_2