Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara

Mawar Untuk Mawar ( Titipan) Mas Tentara
Saling Melupakan


__ADS_3

"Bibi senang dengar kabar kamu sedang hamil. " Ucap Ibu Nia.


"Paman juga kaget, saat dapat kabar dari Akbar kamu sedang hamil, kamu jaga calon cucu Paman dan bibi. " Ucap Pak Hadi.


"Pasti Mawar jaga, Mawar kan sayang sama anak yang sedang Mawar kandung."


"Saya juga masih belum percaya, terasa seperti mimpi eh ternyata bukan mimpi memang benar ternyata Mawar sedang hamil dan saya akan jadi seorang Ayah. " Ucap Akbar.


"Papah."


"Hah."


"Iya panggil Mas Papah nggak. "


"Oh iya hahahahah Papah ya. "


"Ish... pantas, masih belum sadar karena masih menikmati mimpi indah. " Ucap Mawar.


"Nggak, Mas sudah bangun kok. "


"Sekarang pada makan yuk. " Ajak Ibu Ratih yang baru keluar dari dapur.


"Yuk Paman, Bibi kita makan. " Ucap Akbar.


"Jadi Handoko sekarang sedang mengirim kain ke negera tetangga? " Ucap Pak Jadi.


"Baru berangkat kemarin, kalau kalian mau datang pasti dia undur. " Ucap Ibu Ratih.


"Naik kapal saja? " Tanya Pak Hadi.


"Iya, karena mereka ketemuan di pelabuhan. Langganan sudah 10 tahun sama orang sana."Jawab Ibu Ratih.


" Syukur lah sudah punya pelanggan tetap orang luar negeri. Mudah - mudah an saja kita bisa ya Pak. " Ucap Ibu Nia.


"Kalau mau, ponakan nya kan sama minta kiriman dari kita, nah ponakan nya ini punya tiga toko satu nya ada di Negara N apa kalian mau mengisi kain kesana, soalnya terlalu overload di kami. Kalau mau nanti saya telepon, di Negara N itu selain ke toko juga di konveksi nya juga. Lumayan loh, kalian boleh ambil karena suami saya pernah bilang nggak sanggup tenaga nya karena banyak kiriman."


"Boleh juga, nanti kapan - kapan antar kami kesana. " Ucap Pak Hadi.


"Ternyata berdagang itu asik ya Bu. " Ucap Mawar.


"Asik kalau sudah menemukan jalan nya." Ucap Ibu Ratih.


******


"Tanggal tes kapan Yank? "


"Nanti Mas, akhir bulan depan. "


"Kamu sekarang sedang apa? "


"Ini lagi latihan soal buat tes. "


Akbar mengusap perut Mawar dan sesekali mencium perut Mawar, tangan Mawar mengusap kepala Akbar saat suaminya menelungkup dengan memeluk perut Mawar.


"Yank."


"Kenapa Mas? "


"Mas pengen deh Yank, boleh nggak? "


"Kok Mas bilang begitu? "


"Kan nanya, boleh nggak? "


"Biasanya juga Mas main bongkar - bongkar aja, nggak minta ijin. "


"Hahahahaha ya kan beda Yank. "

__ADS_1


"Terus kemarin beda nya apa? "


"Kan sekarang ada si dedek. "


"Kemarin malam ada dedek nya nggak? "


"Ada."


"Sudah Mas, tancap. "


"Serius Yank? "


"Iya serius, langsung tancap. "


Akbar langsung mematikan lampu kamar nya, dan hanya terang lampu tidur. Kedua nya di mulai dengan saling berciuman dan saling melepaskan penutup kedua nya.


Sedangkan di luar, Pak Handoko yang baru saja datang sedang mengobrol di kamar bersama ini Ratih.


"Bu, alhamdulillah anak kita rumah tangga nya membaik. Tapi sudah satu bulan lebih Ikhsan tidak kasih kabar sama sekali. "


"Benar Pak, sama Ibu juga. Kadang Ibu mikir dia sekarang bagaimana keadaan nya. Dia sehat atau tidak, kondisi nya bagaimana. Ibu juga kadang setiap malam bermimpi dia datang bersujud di kaki Ibu dan mencium kedua tangan Ibu. Sekarang benar - benar seperti jauh sekali. "


"Kita berdoa ya bu, semoga dia sehat selalu."


"Amin ya Allah, lindungi lah anak kami ya Allah disana. Semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan mu. Amin..!! " Ucap Ibu Ratih.


*****


"Gimana sudah daftar? " Tanya Nirmala.


"Sudah." Jawab Mawar.


"Kalau saya boleh kerja sama Bang Haikal sih saya ikut daftar. " Ucap Nirmala.


"Kalau suami sudah nggak ijin kan mending nurut sama suami. " Ucap Mawar.


"Eh, kabar Bang Ikhsan bagaimana? "


"Saya nggak tahu, sejak sebulan yang lalu benar - benar lost gitu. Tidak ada Mawar yang dikirim, dan kata penjaga rumah Mawar dia sudah nggak akan pernah datang lagi ke rumah itu. "


"Terus Mawar - Mawar nya? "


"Penjaga nya yang mengurus dia bilang rela tak di bayar. "


"Apa kamu sering ke rumah Mawar? "


"Kadang - kadang, karena saya suka sama bunganya . "


"Kamu masuk ke dalam rumah nya? "


"Nggak, saya nggak masuk. Karena menurut Pak Dirman lukisan itu masih ada di kamar. Saya tidak kuat untuk menatap lukisan itu."


"Semoga Bang Ikhsan sehat selalu ya Bang."


******


"Tolong itu, kamu bawa semua barang - barang belanjaan saya. " Ucap seorang gadis dengan pakaian seksi.


"Kirain saya di kirim untuk mengawal Ayah nya yang seorang jenderal. Ternyata saya kebagian mengawal anak nya yang super jutek. " Ucap Ikhsan dalam hati nya.


"Eh.. kok bengong, bawa ke mobil masuk."


"Siap mba, ini sudah saya mau bawa." Ucap Ikhsan membawa sepuluh paper bag dari dalam butik menuju ke mobil.


"Padahal Bang, gaji gede mengawal putri nya. Aset ini. " Bisik Alex.


"Gede, tapi usus kita harus lebih panjang lagi." Bisik Ikhsan.

__ADS_1


"Eh.. kalian berdua, cepetan kalau kerja. "


"Siap mba Viola, ini sudah masuk bagasi semua. " Ucap Alex.


"Bagus, eits Bang Alex. " Ucap Viola.


"Kenapa mba? " Ucap Alex.


"Kamu Bang menyetir, dan kamu Bang Ikhsan duduk di kursi belakang dengan saya. "


"Saya? " Tunjuk Ikhsan ke wajah nya sendiri.


"Iya Abang, terus siapa lagi? "


Ikhsan pun menurut kepada anak atasan nya dan duduk di samping Viola, sedangkan Alex di depan hanya melirik dari kaca spion.


"Bang Alex, jalan jangan mengintip. " Ucap Viola.


"Siap salah mba, ini mau jalan."


Dalam perjalanan Ikhsan hanya diam dan menatap ke arah luar jendela, sedangkan Viola duduk semakin dekat dengan Ikhsan.


Saat Ikhsan sedang serius menatap ke luar jendela tangan Viola berada di atas paha Ikhsan. Sontak membuat Ikhsan menepis kasar tangan Viola.


"Bang Ikhsan...!! "


"Maaf Mba, maaf saya tadi refleks. "


"Sakit tahu, tiup tangan saya. " Ucap manja Viola.


Ikhsan melirik sekilas ke arah Alex yang juga menatap dari arah kaca spion.


"Cepat..!! "


"Iya, saya tiup. " Ucap Ikhsan meniup pelan tangan Viola.


Viola menatap Ikhsan lebih dekat, tanpa berkedip mata nya terus menatap wajah Ikhsan.


"Tampan." Ucap Viola yang kedengaran oleh Ikhsan dan Alex.


"Abang mau nggak jadi pacar Viola? "


Ciiiiittt


Buugh


Awwww


"Bang Alex sakit tahu. " Ucap Viola saat mobil mengerem mendadak hingga Viola tersungkur ke depan.


Sedangkan Ikhsan menahan tawa, bagaimana cara Viola sampai tersungkur.


"Maaf, mba maaf tadi tiba - tiba ada kucing nyebrang. " Ucap Alex.


"Akh.. tadi jatuh nya kurang cantik. " Ucap Viola sambil merapikan rambut nya yang sedikit kusut.


"Jadi, maksud mba Viola saya jalan lagi terus mengerem dadakan lagi sampai mba Viola tersungkur ke depan dengan posisi cantik terus Ikhsan menolong mba Viola. "


"Iya betul, ayo ulangi. "


"Maksud nya apa ini? " Ucap Ikhsan


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2