
" Oo kamu ketauan !!" benak Ica.
"Gue sama Ica..."
"Hello guyssss !!!! kangen banget gueeee !!!" seru Ica menabrak Jihad yang sedang berdiri di depannya untuk memeluk ketiga temannya.
"Bakwannn !" Ica yang sudah berpelukan masa bodoh dengan Jihad yang sudah kesal, baru saja dibikin melayang kini dibuat kesal.
Saking senangnya ketiga gadis ini, sampai Ica berhasil membuat ketiganya lupa akan pertanyaan barusan, Jihad menyeringai... hubungannya sudah tak boleh disembunyikan lagi.
Jihad menarik lengan Ica yang masih bersuka cita bertemu dengan teman temannya, lalu mengecup bibir Ica di depan ketiga temannya. Sontak saja mereka membelalakkan matanya begitupun Ica.
"Aku pergi dulu, jangan terlalu malem tidurnya, "
"Hay guys, gue titip calon bini ya.." ucapnya lalu pergi berlalu sambil tertawa melihat keterpakuan mereka semua.
"Nyi Blorongggg !!!" pekik Ica memenuhi lorong hotel, sedangkan si pelaku hanya tertawa tanpa berbalik, meninggalkan Ica menghadapi segudang pertanyaan dari ketiga gadis ini yang akan membuat malamnya tak mudah untuk dilewati.
Jika Ayu sudah tau, lain halnya dengan Vanya dan Amel.
"Ca, loe harus jelasin..itu tadi apa maksudnya ?!!!" kedua gadis ini menyeret Ica masuk ke dalam kamar mereka, Ayu tertawa puas melihat Ica yang diseret bak pelaku pembunuhan masuk ke ruang interogasi.
*****************
Pagi sekali Vanya, Amel dan Ayu sudah bangun. Sedangkan Ica masih bergelung dengan selimutnya. Semalam teman temannya ini memberondongnya dengan pertanyaan sejak kapan, dimana, ko bisa?
"Ca, oyyy ! buruan bangun, nanti telat di rias, emang loe ga akan makan dulu ?" Ayu mengguncangkan badan Ica, tak ada tanda tanda akan bangun segera, Ayu sudah membawa air dari dalam kamar mandi.
"Belum bangun juga Yu ?" tanya Amel, Ayu menggeleng.
"Seret aja ke kolam, ceburin !" usul Vanya.
Baru saja akan diusili pintu kamar diketuk. Amel membukanya, ternyata perias memanggil.
"Yu, ini kita udah dipanggil !" teriak Amel.
"Oke mel, duluan..gue bangunin k3bo dulu, " ujar Ayu.
"Ca oyyy !!! bangun elah, susah banget sih !" Ayu sampai putus asa membangunkan Ica. Ayu terpaksa meninggalkan Ica dahulu karena ia sudah tertinggal oleh Vanya dan Amel, ia berencana ikut saja dulu sampai tau dimana ruangan riasnya, biar nanti ia bisa kembali untuk membangunkan Ica.
"Yu, buruan !!" pekik Vanya.
Ayu setengah berlari menyusul Amel dan Vanya.
Jihad yang baru terbangun dan keluar kamar melihat hanya ada ketiga gadis itu saja melintas,
"Yu, Va, Mel...Ica mana?" tanya Jihad.
"Calon bini loe tuh kaya k3bo, Ji !" jawab Amel.
"Ntar gue bangunin lagi deh, Ji ! mau tau dulu ruangan make upnya dimana, si Ica kalo belum disiram air belum bangun, tau sendiri..Kara Ica 11 12," jawab Ayu. Jihad memijit pangkal hidungnya.
"Biar gue yang bangunin aja Yu, " jawab Jihad.
Jihad berjalan menuju kamar Ica.
Ceklek
__ADS_1
Jihad membuka pintu kamar, benar saja..ia melihat ada kepompong ulat sutra yang masih bergelung dengan selimut hotel disana. Senyumnya tersungging.
"Betah banget tidur di hotel !" gumam Jihad.
Jihad melompat ke atas ranjang, tapi rupanya guncangan itu tak mengganggu tidur Ica.
"Hey bubble, ga niat bangun ? aku dp in dulu nih mp nya sekarang, mumpung sepi !" bisik Jihad, jangankan terbangun, kata kata itu saja tak masuk ke dalam gendang telinga Ica, seperti s3tan bud3g menghalangi pendengaran Ica.
Tak hilang akal, Jihad menyingkapkan selimutnya dan menarik kaki Ica.
Mulai lah Ica menggeliat.
"Aduhhhh, semalem udah ganggu dan cerita sampe jam 2 malem, gue masih ngantuk ! gue sama Jihad mau merit !" ucapnya masih menganggap itu adalah Amel dan Vanya.
"Masih ga mau buka mata ?!" jawab Jihad. Ica mengerjap beberapa kali dan melihat Jihadlah yang ada di depannya.
"Aduh bee, ngapain sihh ? 5 menit lagi deh 5 menit !" jawab Ica, gadis ini tak terkejut dengan kedatangan Jihad, sudah sejak SMA, lelaki ini selalu mengganggu ketenangannya.
"Ga ada malu malunya di datengin calon laki, " gerutu Jihad.
"Udah biasa, aku bok3r pun kamu gangguin, " jawab Ica tak membuka kelopak matanya.
"Buruan bangun, itu orang orang udah mau make up, kamu mandi pun belum !!"
"Masih ngantuk bee, bentar lagi deh nunggu mereka kelar, " Ica malah merangkak kembali ke tengah ranjang.
"Kelamaan bakwannn !" Jihad menarik narik lagi Ica yang masih bersikukuh menggeliat di ranjang. Dengan sekali hentakan Jihad sudah menggendong Ica ala bridal style ke luar kamar.
"Kalo gitu, biar air yang bangunin kamu !" jawab Jihad.
"Beee !!!" teriakan Ica menggema di sepanjang jalan menuju kolam renang, untung saja hotel ini sudah disterilkan dari tamu, untuk acara Kara dan Milo. Jadi hanya ada orang orang hotel dan mereka saja.
"Apaan sih ribut ribut, masih pagi juga !" sontak saja, Raka, Keanu, Arial dan Erwan keluar dari tempatnya, begitupun pegawai hotel yang melintas.
"Cih, ini pasangan somplak !" gumam Kean.
"Gjjeburrrrr !!!" Ica diceburkan ke dalam kolam renang.
Ica mengusap usap kasar wajahnya, mengetuk ngetuk kepalanya mengeluarkan air dari dalam telinganya.
"Calon laki ga ada akhlak !" pekik Ica, Milo yang melihat kelakuan pasangan ini tertawa dari balik kamarnya, begitupun Kara yang masih di kamarnya.
"Sekalian mandi, bakwan !" jawab Jihad berdiri di atas tepian kolam, ingat ! dialah daddy si raja tega.
"Dinginnnn peakk !" gerutu Ica.
Vanya dan Amel tertawa mendapati temannya ini sudah berada di dalam kolam renang.
"Kan, dibilangin suruh bangun juga, jadinya laki loe sendiri yang bangunin !" tawa mereka.
"Ga manusiawi cara banguninnya, tarikkkk ! dingin nih ! " pinta Ica mengulurkan tangannya.
"Udah melek kan ?" tanya Jihad.
"Gue ga kebayang kalo mereka nikah, kaya apa di rumahnya ?!" gumam Raka, melihat Jihad dan Ica jauh dari kata romantis.
"Gontok gontokan lah, alat dapur pada terbang !" jawab Arial.
__ADS_1
"Udah, " Jihad mengulurkan tangannya, handuk sudah berada di kursi sampingnya.
Ica tak mau kalah, baginya membalas Jihad adalah bentuk sayangnya. Bukannya tertarik ke atas, Ica malah menarik Jihad hingga ikut tercebur masuk ke dalam kolam renang bersamanya.
"Gjubaarrrrr !" Ica tertawa puas. Kini Jihad ikut basah kuyup. Keduanya malah seperti anak kecil yang baru mengenal asyiknya air.
"Nah, kamu belum mandi juga kan ?!" Ica menyiramkan air ke kepala Jihad dan menggosok gosok layaknya menggosok anak kecil saat mandi. Jihad membalas mendekap Ica dan memasukkan kepala Ica ke dalam t shirtnya, bernostalgia masa masa saat mereka SMA dulu.
Ayu menggelengkan kepalanya melihat kedua dewasa ini seperti anak bocah.
"Hey !!! anak anak mamah ! naikk !! jangan sampai pipis di dalem kolam ! " pekik Ayu menyuruh keduanya naik.
"Jangan nanti, mamah kawinin loe berdua di dalem kolam !" pekik Ayu lagi, mereka tertawa mendengar perkataan Ayu.
"Yang mau married Kara sama Milo, yang uwu uwuan pagi pagi malah mereka berdua," ucap Vanya.
Ingin rasanya Kara ikut bergabung, tapi apalah daya, wajahnya tengah diobrak abrik perias.
Jihad naik duluan ke atas kolam renang, dan Ica ditariknya.
"Bee, ga usah buka kaos disini !" ucap Ica menggigil, Jihad menyerahkan handuknya pada Ica dan menutupi tubuh Ica dengan handuk.
"Iya bawel, ga rela ya ?!" goda Jihad, Ica hanya memicingkan matanya.
"Nih, handuknya kurang kan ?!" Ayu si teman pengertian memberikan handuk tambahan.
"Thanks, " Jihad menyambarnya.
"Ca, mandi dulu deh, Vanya dan mau selesai, giliran loe," ucap Ayu.
"Ini gue udah mandi, bareng calon laki lagi, kaya sunnah rasul !" kekeh Ica.
"Ga kaci lah ! loe mandinya masih pake baju !" jawab Jihad.
"Itu mah beda peak, loe cuma maen aer, bukan mandi !" jawab Ayu.
"Lagian loe berdua belum sah, main mandi bareng aja," Ayu mendorong Ica menuju kamar.
"Gue laper Yu, mau makan dulu ! ntar gue pingsan, loe mau gotong ?! " omel Ica sambil berlalu.
"Ada daddy nanti yang bantu gotong anak k3bo, " jawab Ayu sayup sayup.
Ica baru selesai mandi, tapi perhatian manis untuknya seakan tak pernah habis. Di kamarnya sudah ada senampan nasi dan lauknya, air putih dan susu hangat coklat.
"Susunya minum selagi hangat, "
Nyi Blorong....
Ica tergelak melihat nama si pemberi pesan.
.
.
.
.
__ADS_1