Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
Bab 101 – Masa Lalu Shiori


__ADS_3

[ Masa Lalu ]


Di sebuah tempat yang hijau, terpencil, dan penuh dengan pepohonan besar terlihat berbagi rumah dan bangunan yang tidak biasa berada di tempat itu. Tempat itu sangat indah seperti di negeri dongeng dimana hanya peri dan bidadari yang tinggal disana.


Dan tidak salah untuk menyebutkannya demikian karena banyak sekali perempuan cantik yang hidup di sana dan mereka secantik para peri. Dan yang paling cantik dari mereka adalah gadis cantik yang menjadi putri dari keluarga Shori dan itu adalah Shiori yang masih kecil.


Saat itu, dia sedang mengobrol dengan riang bersama Ibu Riyu yang kebetulan datang untuk berbicara dengan ayahnya.


“Bagaimana bibi?”


Shiori meminta pendapatnya setelah dia selesai memainkan biola.  Tampaknya dia sedang mencoba membandingkan dirinya dengan seseorang jika dilihat dari sorot matanya yang seolah ingin membuktikan sesuatu.


“Itu permainan yang bagus Shiori kecil. Tapi itu masih kurang jika dibandingkan dengan Riyu.”


“Benarkah?”


“Ya, tapi jika kalian bermain bersama itu akan sangat cantik. Bibi harap bibi bisa mendengarnya.”


Tampaknya, sebelum Shiori memainkan biola, dia mendapat penilaian dari ibu Riyu dan membandingkannya dengan putranya.


Dan ibu yang terlalu penyayang itu tentu saja terus memuji anaknya, mengatakan bahwa dia adalah musisi terbaik, jenius musik, dan sebagainya yang membuat Shiori kecil terlihat kesal.


Tapi ibu Riyu tampak cuek dengan ekspresi Shiori saat dia menjelaskan betapa luar biasanya putranya, seperti ibu pada umumnya. Atau mungkin tidak?

__ADS_1


"Aku menyerah bibi. Apakah Riyu benar-benar luar biasa dalam bermain musik?"


“Oh, apa kamu pikir bibimu yang cantik ini berbohong. Apa kamu ingin melihat rekamannya?”


“Apakah ada?”


“Ya, ke sini, kita akan mendengarkannya bersama.”


Karena penasaran, Shiori menghampiri Ibu Riyu kemudian duduk di sampingnya menerima tawaran itu.


Ibu Riyu tidak puas dengan itu sehingga dia mengangkatnya lalu menempatkannya di pangkuannya.


Setelah cukup nyaman, Ibu Riyu memutar rekaman video saat Riyu sedang memainkan piano.


Dan itulah saat pertama kali Shiori kecil melihat wajah Riyu, orang yang selalu diceritakan oleh bibinya, nama yang selalu membuatnya kesal.


Riyu saat itu masih tidak memiliki ekspresi hangat, tetapi itu masih tetap membuat gadis kecil seperti Shiori tampak kagum.


Melodi yang indah terdengar saat video itu diputar dan itu membuat Shiori kecil saat itu terkesiap dan bercahaya seolah dia melihat idolanya. Semakin lama dia mendengarkan, semakin kagum dan menikmatinya dia.


Saat nada pianonya berakhir, dia merasakan perasaannya bergejolak dan tanpa dia sadari saat itulah dia merasakan,


Jatuh cinta pada pandangan pertama.

__ADS_1


.


.


Beberapa hari berlalu saat Ibu Riyu masih tinggal di Keluarga Shori dan dia beberapa kali mengobrol dengan Shiori. Tentu  saja Ibu Riyu tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membawa pulang menantu kecil saat dia terus menerus menceritakan tentang bagaimana hebatnya putranya.


Dan itu membuat Shiori kecil terpengaruh oleh ajarannya sehingga dia mulai benar-benar jatuh cinta, bahkan meskipun dia belum bertemu dengannya secara langsung.


“Bibi itu… a-apa Riyu sudah mempunyai pacar?”


“Oh, apa ini. Apa putri kecil kita mulai jatuh cinta.”


“Bu-bukan, a-aku…”


Shiori menundukan kepalanya karena malu dengan pertanyaannya.


“Riyu punya wanita yang dia sukai, namanya adalah Mei.”


“Be-begitukah.”


Shiori berkata dengan kecewa setelah mendengar hal itu. Tapi Ibu Riyu melanjutkan.


“Tapi. Di masa depan, Mei mungkin bukan satu-satunya yang akan Riyu cintai. Jika kamu ingin menjadi istrinya kamu bisa melakukannya.”

__ADS_1


“Bi-bisakah?”


“Tentu,” Ibu Riyu tersenyum lembut saat dia mengusap rambut Shiori kemudian berkata dengan tenang, ”karena kamu mungkin salah satu ‘Benang Takdir’-nya…”


__ADS_2