Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
Bab 82 - Penghianat


__ADS_3

Yami duduk di lantai, mencoba untuk memulihkan diri setelah dia berduel dengan Riyu.


Dalam pikirannya saat ini dia memikirkan tentang masa lalunya.


Dulu, ketika dia masih kecil, dia mempunyai seseorang yang bisa dia sebut sebagai senior, teman sejati, guru, orang tua, keluarga, dan pahlawannya. Dan itu adalah Kakeknya.


Dia belajar darinya dan mengaguminya.


Namun, bahkan orang sepertinya pun memiliki batasannya sendiri. Dan memang, kakek Yami tampaknya sudah memasuki akhir masa hidupnya. Bukan hanya karena usianya, tetapi juga karena bekas luka yang ditimbulkan dari berbagai pertarungan yang telah dia lakukan.


Yami selalu ingat apa yang diinginkan kakeknya, yaitu dikubur bersama Prajuritnya dan Mati di medan pertempuran bersama mereka. Dia ingin melawan Eternite hingga akhir.


Bukannya dia ingin cepat mati atau sesuatu semacam itu, dia hanya ingin akhir yang layak bagi-nya, bukan hanya duduk di tempat tidur menunggu ajal menjemputnya.


Dan saat Yami mengetahui apa yang sedang Keluarga Akahasa lakukan di tempat penelitian itu, dia menemukan harapan. Harapan untuk mengabulkan keinginan kakeknya.


Dalam hatinya saat itu. Mungkin, mungkin dengan Perlengkapan itu, kakeknya mungkin bisa mendapatkan akhir yang pantas dia dapatkan. Akhir yang bisa membuatnya dikenang seperti legenda yang diceritakan keluarganya.


Itu juga akan menjadi  bentuk perlawanan ketika takdir telah menentukan nasibnya. Meskipun dia tahu bahwa itu mungkin akan menjadi perlawanan terakhirnya.


Setelah beberapa saat melamun, Yami akhirnya bisa bangkit dan menuju keluar untuk bertemu dengan Riyu sesuai dengan yang dia janjikan.


.


.


.


Yami berjalan mendekat ke arah Riyu dan setelah dia duduk, dia mulai berbicara


"Jawab pertanyaanku, Riyu. Kau mengerti apa yang terjadi dan kau tahu apa yang aku inginkan bukan, lalu kenapa?"


Yami bertanya pada Riyu mengapa dia tidak bisa, setidaknya, meminjamkannya Battlesuit yang dia teliti.


Yami memang mengetahui tabu bagi seorang peneliti untuk meminjamkan sesuatu yang belum sepenuhnya aman, tetapi tetap saja Riyu mengerti situasi kakeknya terutama ketika dia memberitahukannya hal tersebut sebelum mereka bertarung.


“Sederhananya aku tidak mempercayai keluargamu.”

__ADS_1


Riyu berkata dengan blak-blakan.


“Apa maksudmu? Apa itu tentang perselisihan konyol itu, kau harusnya tahu bahwa-”


“Tidak-tidak. Ini bukan tentang hal itu,” Riyu memotong perkataan Yami dan menjawab, "Ini sebenarnya lebih merepotkan daripada yang kau pikirkan.” Riyu menghela nafas dengan berat.


“Apa maksudmu?”


Yami tampak bingung dengan apa yang Riyu katakan.


“Sederhananya, aku tidak ingin memberikan battlesuit itu karena ada indikasi bahwa ada beberapa orang yang menginginkan kudeta di keluargamu, dan itu akan dilakukan oleh salah satu orang yang ada di Keluarga Kuro. Aku tidak ingin battlesuit itu jatuh ke tangan yang salah dan menimbulkan masalah yang lebih besar."


Yami terkejut mendengar jawaban Riyu. Dia tampak tidak percaya dengan apa yang dikatakan Riyu.


"Kudeta? Bagaimana kau tahu?"


Riyu mengeluarkan sebuah dokumen dari nya dan memberikannya pada Yami.


"Ini beberapa hal yang berhasil aku dapatkan. Kau bisa melihatnya sendiri,”


Yami membaca dokumen tersebut lalu mengerutkan kening lagi dan lagi.


Dalam dokumen itu, tidak ada bukti tentang siapa yang berada di balik semua kekacauan yang terjadi di keluarga Kuro, termasuk kekacauan antara keluarga Kuro dan Akahasa.


Namun, satu hal yang pasti, dari dokumen itu Yami tahu bahwa pelakunya ada di dalam keluarga Kuro.


Dan itu merujuk pada satu hal, ada yang ingin menggantikannya sebagai pewaris Kepala Keluarga Kuro selanjutnya sehingga membuat Yami tidak bisa menjadi Pemimpin Keluarga Kuro.


"Yami, aku tahu kau hanya ingin memberikan battlesuit itu kepada kakekmu. Tetapi efek sampingnya benar-benar terlalu berbahaya. Meskipun kakekmu sudah hampir memasuki batas kehidupannya, dan dia memilih mati di medan perang dengan battlesuit tersebut, tetapi jika sampai kakekmu meninggal dalam waktu dekat ini, kemungkinan para penghianat itu akan lebih mudah untuk mengambil alih keluarga Kuro.”


Riyu menjelaskannya secara panjang lebar kemudian melanjutkan,


“Dan bahkan jika kakekmu mengetahui efek samping battlesuit itu dan apa yang akan terjadi jika dia sampai menggunakannya, dengan kepribadiannya, akan sulit untuk membujuknya atau menyuruhnya menunggu. Dia pasti akan menimbulkan masalah bahkan jika dia ditekan oleh kakekku. Dia akan memaksa keluarga Akahasa untuk memberikannya battlesuit saat ini juga. Dan ketika itu terjadi mustahil untuk menyembunyikan teknologi dan pada akhirnya keluargaku akan di desak dari berbagai sisi." jelas Riyu.


Riyu tahu bahwa Yami hanya ingin memberikan battlesuit itu kepada kakeknya, tetapi dia menjelaskan bahwa efek samping dari battlesuit itu benar-benar berbahaya.


Anggap saja keluarga Akahasa memberikan Battlesuit itu, Riyu merasa bahwa seseorang akan dipaksa untuk menggunakan Battlesuit akan terjadi dalam waktu dekat, dan perasaan buruk itu semakin dekat.

__ADS_1


Dan jika salah satu orang yang menggunakannya adalah Kakek Yami, maka yang akan terjadi bukan hanya masalah untuk keluarga Kuro, melainkan juga bagi keluarga Akahasa, bahkan mungkin seluruh dunia. Karena, yang membuat hubungan Keluarga Akahasa dan Keluarga Kuro tetap baik adalah kakek Yami. Dia juga salah satu warrior rank SS sehingga kematiannya adalah berita buruk bagi dunia.


“Sekarang kau mengerti mengapa mustahil untuk memintaku untuk memberikannya, bukan?”


“... Aku mengerti. Maaf. Aku tampaknya melakukan sesuatu yang cukup berbahaya.”


Yami mempercayai apa yang dikatakan oleh Riyu. Dan ketika dia membayangkannya dia berkeringat karena hal itu.


Tapi ketika dia memikirkan sesuatu, dia terlihat pucat karena ada sesuatu yang tampaknya dia lewatkan.


"Ini tidak baik, Riyu. Aku harus menghentikan mereka,"


Seolah mengingat sesuatu. Yami berdiri, Tetapi sebelum dia bisa melakukan apapun, Riyu menahannya. "Apa kau berbicara tentang 2 pengawalmu? Tenang saja, ada seseorang yang sudah mengurusnya.”


.


.


Di suatu tempat 2 orang sedang berdiskusi untuk memberikan informasi tentang apa yang mereka temukan. Meskipun mereka tidak tahu tentang keberadaan Battlesuit, mereka tahu tentang kondisi tuan muda mereka dan ingin melaporkannya video pertarungan Yami dan Riyu kepada atasan mereka.


Dan ketika mereka sudah mengirim beberapa hal penting lainnya, sebuah suara terdengar


“Percuma saja.”


“Siapa?!”


“Semua jaringan komunikasi sudah diisolasi. Hanya orang lain yang bisa memberikan sinyal, tetapi bukan sebaliknya.”


“Apa yang kalian lakukan?! Apa kalian ingin berperang dengan keluarga Kuro?”


“Heh, bukankah kalian yang ingin memicu hal tersebut. Sebagai penghianat bukankah akting kalian terlalu mudah ditebak.”


“A-apa kau katakan.”


“Tuan muda sudah mengetahui semua rencana kalian. Jadi tidurlah.”


Dalam sekejap, Maya berhasil melumpuhkan dua pengawal Yami tersebut dengan mudah. Dia tidak membunuhnya karena Riyu berkata bahwa salah satu dari mereka tidak bersalah. Dan dia mengatakannya dengan wajah yang menunjukan bahwa informasi yang akan mereka berikan akan sangat merepotkannya.

__ADS_1


Maya menatap 2 orang yang pingsan tersebut kemudian berkata.


“Aku sampai saat ini masih tidak tahu, apa yang ada di pikiran Riyu kecil. Bagaimana dia mengetahui bahwa kalian akan menghianati tuan muda kalian. Tapi aku juga merasa aneh, mengapa kalian baru ingin memberitahu atasan kalian saat ini?”


__ADS_2