Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
Bab 105 - Kekhawatiran


__ADS_3

Aku dan Shio berjalan bersama ketika kami melihat sebuah bangunan berbentuk kubah yang sangat jelas terlihat.


Kubah itu dilapisi dengan kaca yang memungkinkan sinar matahari untuk masuk ke dalamnya. Meskipun tampak sederhana, kenyataannya di sana telah diterapkan berbagai teknologi canggih, walaupun bangunan tersebut dikelilingi oleh berbagai jenis tanaman obat yang tumbuh subur.


Ruang di dalam bangunan itu seperti surga bagi para ahli medis yang mengetahuinya, terutama ketika itu menyimpan banyak tumbuhan langka dan berbagai jenis resep obat.


Dan seperti yang terlihat, Suasana di ruang itu sangat tenang dan megah, dengan aura alam yang menyegarkan.


Bangunan tersebut dibangun olehku dan Shio dengan menggunakan sumber daya keluarga Akahasa. Ini menjadi tempat di mana Shio mengembangkan keterampilan medisnya, dan pada dasarnya aku hanya membantu menyediakan sumber daya dan teknologi.


Jadi, Sho yang mengembangkan bangunan tersebut, dan aku hanya membantunya.



Aku masuk ke dalam kemudian menuju tempat tertentu. Dan saat aku sampai aku tidak bisa tidak kagum dengan apa yang aku lihat.


“Ini… benar-benar luar biasa…”


Berdiri di dekat pintu, aku melihat berbagai dokumen, tumbuhan, dan obat-obatan yang bermacam-macam.


Aku tahu bahwa Sho memiliki bakat luar biasa dalam bidang medis, tapi aku tidak menyangka bahwa dia akan berkembang secepat ini dan menciptakan tempat ini menjadi seperti ini.


“Um, aku akan mencari Saudara. Tampaknya dia sedang ada di ruangan lain.”


Memang aku tidak melihatnya, tampaknya dia masih bekerja keras. Dan dibandingkan denganku… sigh.


Penulis : Benar, Anda bajingan !!


Uh, aku merasa ada seseorang yang berbicara buruk tentangku. Tapi jangan terlalu dipikirkan.


Aku menunggu di ruangan itu sambil melihat-lihat dokumen yang ada di meja.


Aku bisa melihat bahwa Sho telah melakukan banyak penelitian tentang penyakit Soul dan penyakit lain yang berhubungan dengan energi kehidupan.


Dia juga telah menciptakan berbagai obat-obatan yang bisa meringankan gejala-gejala penyakit tersebut meskipun itu masih belum cukup untuk mengobati penyakit Soul. Jujur saja, aku mengakui bahwa itu bukan penyakit yang seharusnya ada di dunia ini.


Meski begitu, aku mulai melihat dengan jelas gambaran apa yang ingin dia peroleh. Jika penelitian ibuku ditambahkan, aku yakin dia bisa melakukan sesuatu tentang penyakit itu. Yah intinya aku merasa bangga dan kagum dengan prestasinya.


Tapi, aku juga sedikit khawatir dengan kesehatannya. Aku tahu bahwa dia bekerja keras untuk membantu banyak orang yang menderita penyakit Soul di keluarganya, termasuk dirinya sendiri dan saudara perempuannya. Tapi aku juga takut bahwa dia terlalu memaksakan diri dan mengabaikan keseimbangan antara pekerjaan dan istirahat.


Saat aku sedang asyik membaca dokumen, aku mendengar suara langkah kaki dari luar. Aku menoleh dan melihat Sho masuk ke ruangan bersama dengan Shio yang membawa nampan berisi teko dan cangkir teh. Sho seperti biasa tersenyum dengan aura yang men dan menghampiriku.


“Maaf membuatmu menunggu.”


Sho berkata sambil meletakkan dokumen yang dia bawa di meja.


[ Nama : Sho ]

__ADS_1


[ Energi : Jiwa ]


[ Kelas : Soul Knight Kelas B+ (Level 75)  ]


[ Judul : Pewaris Keluarga Shori  ]


[ Hubungan: Teman ]


“Tidak apa-apa, aku baru saja datang.”


Aku menjawab sambil berdiri untuk menyambutnya.


“Kamu sudah melihat-lihat dokumen-dokumen ini?”


 Sho bertanya sambil menunjuk ke dokumen yang ada di meja.


“Ya, sedikit. Aku terkesan dengan hasil penelitianmu.”


Aku memuji dia dengan tulus.


“Terima kasih. Tapi ini semua berkat bantuanmu juga. Tanpa dukungan keluargamu, aku tidak akan bisa mendapatkan sumber daya dan teknologi yang aku butuhkan untuk penelitian ini.”


Sho mengucapkan terima kasih padaku dengan sopan sambil sedikit menundukan kepala.


“Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan sebagai teman dan mitra kerjamu. Lagipula, ini juga demi kepentingan keluargaku juga.”


Sho berkata dengan penuh harapan.


“Aku juga berharap begitu,.”


Aku mengangguk dengan setuju.


“Oke, berhenti di situ kalian berdua. Ayo, duduk dan minum terlebih dahulu. Setelah itu kalian bisa membicarakan masalah itu.”


Shio berkata sambil menuangkan teh di sebuah meja berbentuk lingkaran dengan 3 meja yang ada di sana. Melihat dia tampaknya cukup kesal karena kami yang mengabaikannya,  aku dan Sho saling melirik dan tersenyum melihat itu.


Kami bertiga akhirnya duduk di sofa yang ada di ruangan itu dan menikmati teh herbal yang hangat dan harum.


Kami saling bercerita tentang perkembangan penelitian yang kebanyakan meneliti penyakit lain yang memiliki kemiripan dengan penyakit Soul, serta hasil kerja sama kami tentang ketersediaan obat-obatan yang dibuat oleh Sho dimana kebanyakan tidak berkaitan dengan obat untuk menyembuhkan penyakit saja, tetapi juga untuk meningkatkan kekuatan.


Kami juga membahas tentang rencana-rencana kami untuk masa depan, seperti bagaimana mendistribusikan obat yang bisa dijual dan hal lainnya.


Saat meminum secangkir teh herbal, tiba-tiba Sho mengeluarkan sebuah dokumen kemudian memberikannya padaku.


Aku menerima dokumen itu dan mulai membacanya dengan seksama.


Setelah aku membacanya aku mengerutkan kening karena dokumen itu berisi tentang hasil penelitian Sho tentang penyakit yang sangat mirip dengan penyakit Soul yang ditemukan di beberapa tempat di luar Keluarga Shori.

__ADS_1


Ini berbeda dengan penyakit - penyakit lain yang hanya terlihat mirip, tetapi berbeda dengan penyakit Soul keluarga Shori.


“Sho, apa ini?”


Aku bertanya padanya untuk memastikan isi laporan itu..


“Aku menemukan beberapa kasus yang mirip dengan Soul di beberapa keluarga yang berbeda. Dan mereka semua tidak memiliki hubungan darah dengan Keluarga Shori. Itu cukup sulit ditemukan sebelumnya karena itu tidak bisa disebut penyakit. Ditambah pengetahuan orang tentang Soul masih sangat rendah sehingga tidak ada berita apapun.”


“...”


“Aku juga tidak tahu pasti. Tapi ada beberapa kemungkinan yang bisa menjelaskan hal ini. Pertama, ada kemungkinan beberapa keluarga ini memiliki kondisi yang sama seperti keluarga Shori sebelumnya, tapi ini masih hanya dugaanku saja. Selain itu, ada kemungkinan lain apa yang kamu takutkan mungkin saja terjadi”


Sho menjelaskan laporannya dengan serius.


“...”


Aku hanya bisa diam dan memegang daguku untuk berpikir. Awalnya, perasaanku hanya memberiku peringatan sesekali, tetapi sekarang perasaan itu semakin kuat dan semakin sering.


“Menurutmu, apa yang harus kita lakukan?”


 Dia bertanya padaku dengan khawatir.


“Hmmm. Yah, sama seperti biasanya. Mari kita menemukan secepatnya obat untuk penyakit ini. Selain itu, siapa tahu ini bisa menjadi petunjuk untuk menemukan kebenaran tentang penyakit keluargamu.”


Aku berkata setelah berpikir sejenak tentang hal itu. Memang, bahkan jika perasaanku terus memperingatkan hal ini, tetap saja ku tidak melakukan apapun selain itu.


“Kamu benar.”


“Yah, tidak perlu terlalu cemas. Selain itu, apa kau begadang? Jaga kesehatanmu juga, Sho.”


“Nah, apa yang dikatakan Riyu benar Kakak. Anda juga harus menjaga kesehatan. Lihat, sudah aku katakan Riyu bisa melihat mata kantukmu .”


Shio memarahi saudaranya karena bekerja terlalu keras. Yah, dia mengerti kerja keras saudaranya lebih dari siapapun, tetapi tetap saja dia tidak ingin melihat saudaranya bekerja terlalu keras.


“Uh.. itu.”


Sho menggaruk pipinya seolah tertangkap basah.


“Yah kalian benar.”


“Nah, aku selain melihat keadaanmu aku punya sesuatu yang ingin kukatakan pada kalian.”


Aku bersikeras padanya dengan serius.


“Apa itu?”


Sho bertanya dengan penasaran.

__ADS_1


“Itu adalah penelitian ibuku.”


__ADS_2