
Riyu dengan cepat mengeluarkan Daisy dan putrinya dari kurungan setelah terkejut dengan peringatan dari sistemnya.
"Semuanya, kita harus segera keluar dari sini," kata Riyu dengan cemas.
"Apa yang terjadi, Yu?"
Mei sepertinya merasakan kecemasan Riyu, jadi dia bertanya tentang apa yang terjadi.
"Tidak ada waktu. Kita harus segera keluar dari sini. Ada beberapa orang-"
"Aduh."
"Bibi Daisy!"
Riyu mendengar suara Daisy yang hampir terjatuh saat mencoba berjalan. Sepertinya dia tidak memiliki cukup energi untuk berjalan dengan normal. Dia hampir kehilangan keseimbangan dan bisa saja terjatuh jika Shiori tidak ada di sana untuk membantunya.
"Mei."
Riyu melihat kekasihnya yang mengangguk, memahami apa yang dia pikirkan. Setelah itu, mereka berdua mendekat dan berjalan ke arah Daisy.
"Bi-bi? - ehem, Nona Daisy, biarkan Mei membantumu membawa putrimu."
Riyu awalnya bingung tentang apakah dia harus memanggil Daisy sebagai “Bibi”, seperti Shio. Tapi setelah melihatnya lagi, dia berpikir bahwa dia tampak terlalu muda untuk dipanggil bibi sehingga dia mengubah cara dia memanggilnya.
Bajingan itu pikir itu normal, tetapi kedua gadis di sekitarnya malah mengerutkan kening berpikir tentang hal lain.
Mei pada akhirnya hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mendekati Daisy untuk mengambil putrinya.
“Maaf.”
Daisy berkata dengan lemah.
“Jangan, Anda adalah wanita yang kuat.”
Mei berkata dengan tulus melihat bagaimana Daisy menjaga putrinya. Dia kemudian bergerak pergi dari tempat itu bersama Shio.
Saat Riyu juga akan berangkat, tiba-tiba layar hologram kembali muncul di depannya.
<< Peringatan >>
Riyu melihat kembali layar di depannya yang kemudian memperlihatkan peta tempat itu secara 3D. Berbeda dengan yang pertama kali dia lihat. Saat ini, entah kenapa, beberapa titik merah mulai bermunculan dan mengepung dia beserta teman-temannya.
“Permisi.”.
“Kya.”
Riyu tiba-tiba menggendong Daisy dengan gendongan putri. Dan itu membuat ibu muda tersebut terkejut dan secara tidak sadar merona.
“E-eh?”
Daisy melihat Riyu dengan tatapan bertanya,
“Maaf nona Daisy, tapi kita harus cepat keluar dari tempat ini atau beberapa orang mungkin akan mengepung gedung ini dan tidak membiarkan kita pergi. Maaf tapi tampaknya Anda tidak mempunyai cukup tenaga untuk berlari.”
__ADS_1
‘U-un. Tidak masalah," kata Daisy malu-malu. "Terimakasih, dan maaf telah merepotkanmu."
“Tidak masalah, Anda tidak terlalu berat dan seringan bulu jafi ini tidak merepotkan.”
Riyu mulai berlari untuk pergi dari tempat itu tanpa melihat wajah Daisy yang tampaknya memerah. Entah karena dia jarang dipuji seperti itu atau karena dia memang tidak pernah diperlakukan seperti bagaimana Riyu memperlakukannya, khususnya ketika dia sudah menjadi seorang ibu.
.
Setelah berjalan, kelompok Riyu bertemu dengan Sho dan Yami yang berjaga di depan pintu masuk. Yang terakhir menatap Riyu dengan aneh, tetapi tidak bertanya lebih jauh.
“Kita harus pergi dari sini. Tampaknya mereka sudah menyadari keberadaan kita sehingga mereka sudah berkumpul untuk menyergap kita.”
Semua orang mengangguk atas perkataan Riyu.
Tanpa diskusi yang panjang mereka mulai bergerak. Riyu membimbing mereka bergerak dengan cepat melalui jalan-jalan yang sudah dipetakan Riyu sebelumnya.
.
“Cepat cari para penyusup itu, jangan biarkan mereka lolos. Mereka pasti masih ada di sekitar sini.”
"Apakah itu yang kau maksud dengan 'beberapa orang' tadi?"
Yami bertanya pada Riyu setelah dia melihat dan mendengar beberapa orang yang sepertinya sedang mencari mereka.
"Ya, tapi aku masih tidak tahu bagaimana mereka menemukan kita," jawab Riyu. "yang penting sekarang adalah kita harus segera keluar dari sini sebelum terlambat."
Mereka terus berjalan cepat, terkadang harus berlari dan berhenti ketika mendengar suara-suara yang mencurigakan di sekitarnya. Riyu terus memantau peta di layar sistemnya untuk mencari jalan keluar yang aman.
Akhirnya, setelah beberapa saat, mereka mulai melihat pintu keluar. Tapi di saat mereka hampir sampai tiba-tiba salah satu lampu menyoroti mereka.
*tepuk*
*tepuk*
*tepuk tangan*
“Bagus, bagus. Itu penampilan yang bagus. Aku kagum bahwa kalian bisa menyusup ke tempatku bahkan sampai melepaskan sandra yang klien kami percayakan.”
Riyu tetap tenang melihat orang yang tampaknya merupakan pemimpin dari kelompok penculik itu.
Dia tahu bahwa akan sulit untuk keluar dari tempat itu setelah dia melihat bagaimana mereka dikelilingi oleh titik-titik merah di peta hologram nya. Karena itu, dia tahu bahwa ini akan terjadi sehingga dia tidak terlalu terkejut.
Riyu menurunkan Daisy dan menyuruhnya berlindung di belakang kelompoknya.
Dia kemudian kembali menatap pria itu dan berkata.
“Kami prajurit dari keluarga Shori. Siapa yang memberikan kalian perintah untuk menculik anggota keluarga kami?”
Riyu berkata dengan suaranya yang berubah menjadi lebih serak agar seseorang tidak mengenalinya.
Sebelumnya Riyu sudah mendapatkan izin Sho jika hal seperti ini terjadi. Bagaimanapun keluarga Shori masih memiliki bobot yang kuat dan tidak ada seorangpun yang berani meremehkan mereka, meski mereka adalah tipe pendukung.
Kecil kemungkinan bahwa kelompok penjahat itu akan terpengaruh, tetapi setidaknya itu bisa sedikit mengintimidasi beberapa orang diantaranya.
__ADS_1
“Oh. Apa kau pikir nama keluargamu akan mempengaruhi kami? Apa tadi? Keluarga Shori? 5 Keluarga Besar? Hahahha. Apa kau pikir kami takut pada mereka.”
“Hahaha.”
Riyu mengerutkan kening, tetapi masih bisa bersikap tenang karena dia masih memiliki banyak rencana di lengan bajunya.
‘Seres analisis statusnya’
[ Melihat Status ]
[ Poin Toko : 100 ]
[ Yes ] [ No ]
‘yes’
[ Dikonfirmasi ]
Setelah Riyu menekan tombol [ yes ] menggunakan pikirannya, sebuah hologram dengan berbagai data muncul di samping pria itu.
[ Nama : Kaji ]
[ Kelas : A+ ]
[ Energi : Api ]
[ Hubungan : Pemimpin dari Salah Satu Kelompok Nemesis ]
> Status Sistem
[ Sistem : Level 1/10 ]
[ Koin Toko : 99.000 Koin Toko ]
Riyu terkejut melihat bahwa orang yang mungkin akan dia lawan adalah ketua dari salah satu kelompok Nemesis. Dia mau tidak mau berpikir tentang kemungkinan bahwa mereka bekerja sama dengan satu penghianat keluarga Kuro.
Meski dia tidak tahu siapa pelaku utamanya, tetapi lambat laun itu mulai memberikan titik terang.
“Mengapa Nemesis menculik keluarga kami?”
Riyu bertanya langsung kepada Pria itu yang membuat orang bernama Kaji itu mengerutkan kening dan tampaknya terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Riyu.
“Kau mengetahuinya?” DIa berkata sambil mengintimidasi Riyu, “Yah, itu tidak masalah. Sayang sekali, aku berubah pikiran, tampaknya aku harus membunuh kalian semua di sini.”
Saat kelompok Riyu mendengar hal itu. Mereka semua langsung mengeluarkan senjata mereka. Yami dengan tombak hitamnya, Sho dengan panah Hijaunya, Shio dengan alat musiknya. Dan Mei, meskipun tidak mengeluarkan apapun karena sedang membawa Lily masih menatap para penjahat itu dengan intens. Dari matanya kita tahu bahwa dia siap untuk menyambar mereka semua dengan petirnya kapan saja.
[ Misi : Mengalahkan Kaji ]
[ Tingkat Kesulitan : A ]
[ Hadiah : Naik 1 Level Sistem ]
[ Hukuman : Kematian ]
__ADS_1
Riyu mendapatkan notifikasi dari sistemnya. Itu kemungkinan misi rahasia yang penuh tanda tanya sebelumnya dan saat ini terpicu karena dia berhadapan dengan target dari misinya.
‘Nah, apa yang harus aku lakukan sekarang?’