
Yo. Kembali lagi dengan saya. Syukurlah saya bisa menulis lagi hari ini juga. Saya tidak tahu apa saya menulis ini dengan terburu-buru atau tidak, jadi jika ada kesalahan dan beberapa penulisan yang kurang enak dibaca, beritahu saya.
Kirim juga saran dan saran di komentar. Saran anda akan diterima untuk penulis pemula seperti saya.
Selamat Membaca
___
[ Armada Induk ETER Union - ETION ]
Di ETION beberapa petugas melaporkan beberapa hal termasuk retakan yang terjadi di dekat kota Yozora. Mereka memiliki ekspresi serius disertai dengan beberapa kekhawatiran.
Baru-baru ini mereka mengetahui situasi di Kota Yozora melebihi apa yang mereka pikirkan.
Mereka awalnya memperkirakan bahwa tingkat Space Crack yang ada di dekat kota Yozora antara tingkat 4 sampai 5.
Namun, beberapa menit yang lalu, mereka menerima data bahwa tiba-tiba terjadi lonjakan energi dari Space Crack yang ada di sana, menunjukkan bahwa Space Crack itu memiliki tingkat yang lebih tinggi.
“Apakah anak itu akan baik-baik saja?!”
Hasegawa yang menerima laporan tidak bisa tidak mengutuk pemimpin Keluarga Destin yang menekannya untuk membiarkan Riyu menanganinya.
Meskipun setidaknya dia sedikit tahu tentang kekuatan Riyu sehingga dia hanya bisa berharap bahwa tidak akan terjadi hal yang fatal padanya.
“Katakan pada Scarlett. Dia bisa menggunakan kekuatannya jika pewaris keluarga Akahasa dalam kondisi yang terancam.”
“Dimengerti.”
……
[ Lokasi Space Crack ]
“Sial. Aku tahu ini tidak akan mudah.”
Riyu mengutuk apa yang terjadi di depannya.
Dia sudah tahu bahwa Space Crack itu adalah tingkat 6, tapi tetap saja dia sangat kesal.
*Meraung*
Salah satu Eternite mengeluarkan suara keras setelah dia keluar dari lorong hitam.
Eternite yang keluar itu lebih besar ukurannya dibandingkan dengan monster yang Riyu hadapi sebelumnya. Selain itu, ia juga memiliki beberapa fisik unik yang membuatnya terlihat berbeda dari monster lainnya.
[ Tipe Eternite : Khusus ]
[ Kelas : A ]
“Staminaku hampir habis. Aku tidak tahu, apa aku bisa mengalahkannya.”
Riyu bergemuman pada dirinya sendiri setelah dia menganalisis situasinya.
Dengan cepat dia langsung berlari dan ketika dia hampir dekat dengan monster itu dia menghilang kemudian dia melayang di belangkang monster itu, kemudian-
[ Teknik Ketiga - Nagareboshi ]
Cahaya kuning keluar dari pedang Riyu. Dia berniat untuk langsung memenggal kepala Eternite besar itu. Namun sesaat ketika cahaya itu hampir menyentuh Eternite-
__ADS_1
“Dia menghindarinya?”
Riyu terkejut mengetahui bahwa Eternite itu bisa bergerak dengan cepat dan dengan mudah bisa menghindari serangannya. Tidak hanya itu, monster itu juga sudah mempersiapkan serangannya dan dengan cepat menyerang Riyu.
Karena berada di udara, Riyu tidak memiliki waktu untuk menghindar sehingga dia menyilangkan kedua tangannya, bersiap untuk menerima serangan itu.
Booom
Riyu terlempar seperti peluru dan ketika dia hampir mencapai tanah, dia langsung mencoba menyeimbangkan posisinya untuk mendarat dengan sempurna.
Dia muncul sesaat sebelum berhenti ketika dia mencapai tanah.
*Uhuk*
Riyu batuk darah. Tapi untungnya itu tidak cukup fatal sehingga dia masih bisa bertarung.
“Aku seharusnya tahu bahwa dia berbeda dari monster yang aku lawan sebelumnya.”
Riyu menyesal karena tidak mempertimbangkan hal yang sederhana seperti itu. Dia melihat tangannya yang memiliki bekas pukulannya dan itu mengeluarkan energi gelap.
“Dan dia bahkan mempunyai energi seperti ini.”
Riyu langsung mencoba menyembuhkan tangannya, tetapi itu berlangsung cukup lambat.
“Tampaknya energi gelap itu memperlambat penyembuhanku.”
Riyu melihat kembali ke Eternite besar di depannya. Kemudian, ketika dia merasakan sesuatu yang tidak normal di sekitar Space Crack, dia langsung tersenyum kecut saat merasakannya.
‘Inilah kenapa aku ingin membunuh Eternite itu dengan cepat.’
Eternite 1
[ Tipe Eternite : Umum ]
Eternite 2
[ Tipe Eternite : Umum ]
[ Kelas : C+ ]
Lusinan Eternite lainnya keluar dari lorong hitam.
Dan meskipun mereka adalah tipe umum yang rata-rata berada di peringkat C dan B, tetapi itu cukup untuk membuat Riyu kewalahan jika dia harus melawan mereka semua ketika dia sedang fokus melawan Eternite besar itu.
Dia sudah menduga bahwa Eternite besar itu bukanlah akhir dari pertarungan, kemungkinan akan ada segerombolan Eternite lain yang keluar.
Jadi, ketika dia menghilang menggunakan teleportasinya dan melancarkan serangan berupa konsentrasi energi cahaya dengan energi yang cukup besar, dia berharap bisa langsung membunuh Eternite besar itu.
Tapi siapa sangka monster besar itu cukup pintar untuk tidak tertipu oleh teleportasinya.
‘Aku harap mereka bisa menangani monster-monster itu. Untungnya ada Maya di sana, meskipun terbatas, tetapi dia tetap kuat bahkan jika sebagian energinya di segel.’
Tanpa menunda, Riyu langsung mengeluarkan semua energinya.
‘Setidaknya aku tidak akan membiarkan monster itu pergi.”
Riyu menatap monster besar itu dengan matanya yang masih bercahaya.
__ADS_1
*Menendang Tanah*
Dia menendang tanah untuk memberikan dorong ketika dia dengan cepat menuju monster besar itu, seperti bintang jatuh.
Pedang yang ada di tangannya mengeluarkan cahaya kuning dan cahaya itu membentuk pedang yang cukup besar.
Dia mengayunkan pedangnya secara miring dengan menggunakan kedua tangannya, seolah-olah dia sedang memegang sejenis pedang besar .
Karena ukurannya tubuhnya yang besar, Eternite besar itu kesulitan untuk menghindar.
Selain itu, serangan Riyu juga memiliki jangkauan yang luas sehingga Eternite besar itu hanya bisa menerima serang Riyu.
Eternite besar itu terlempar ke belakang cukup jauh. Namun bahkan setelah itu, dia tidak menerima luka yang berarti karena kulitnya memiliki lapisan hitam yang melindunginya dari serangan Riyu.
*Meraung*
Eternite besar itu mengeluarkan suara raungan marah sambil mengeluarkan Aura energi yang menakutkan.
Namun energi yang dikeluarkan oleh Riyu juga tidak kalah, bahkan mungkin lebih besar karena energinya bisa mendominasi aura energi yang dikeluarkan oleh Eternite besar itu.
Efeknya, Eternite lain selain Eternite besar itu melarikan diri. Mereka cukup pintar untuk mengetahui bahwa mereka tidak akan menang melawan Riyu.
Riyu tidak bisa berbuat apapun dengan itu sehingga dia hanya memfokuskan matanya pada Eternite besar yang ada di depannya.
Yang hanya bisa dia lakukan sekarang adalah mengalahkan monster yang ada di depannya dengan cepat agar dia bisa segera mengejar monster yang lolos.
Ketika mereka beberapa waktu saling mengeluarkan aura energi, mereka berdua akhirnya bergerak.
Riyu dengan kecepatannya berusaha untuk menyarang Eternite dengan efektif, memberikan luka dimana-mana. Namun tidak semua serangannya melukai Eternite besar itu sehingga dia mencoba cara lain.
Dan akhirnya dia menemukannya.
Dia mengkompres cahaya pada tangannya sama seperti yang dia lakukan saat pertama kali menyerangnya. Setelah itu, Riyu menghilang kemudian.
“Yah, memperbaiki kekurangan dari cara yang sama juga pilihan yang bagus.”
Setelah kata-katanya itu, sebuah tombak cahaya yang cukup besar menembus Eternite dari arah belakang.
Ternyata Riyu menggunakan energi gelapnya untuk menyembunyikan diri dengan baik sehingga ketika dia melakukan teleportasi dia bisa tidak terdeteksi ketika muncul di belakang Eternite besar itu.
Akhirnya tubuh Eternite besar itu berubah menjadi partikel energi yang diserap oleh intinya.
“Akhirnya selesai.”
BADUMP
Tiba-tiba Riyu merasakan sesuatu yang tidak nyaman di belakangnya sehingga dia berbalik hanya untuk melihat monster besar lain keluar dari lorong hitam.
Itu memiliki ukuran yang sama seperti Eternite besar sebelumnya, tetapi dengan ciri khusus yang berbeda.
“Mengapa monster seperti itu bisa bisa muncul di sini?”
Untuk pertama kalinya ketika Riyu bertarung dia terkejut pada apa yang dia saksikan.
______
Salah satu yang mendasari motivasi saya adalah kekurangan popularitas ini. Jadi dengan dukungan Anda, novel ini mungkin akan terus diperbarui secara konsisten.
__ADS_1
Jadi mohon dukungannya