Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
Bab 95 - Maaf terlambat


__ADS_3

Beberapa menit ketika mereka akan bertarung. Daisy memiliki beberapa pemikiran yang mengganggunya. Dia khawatir tentang Lily karena dia tidak melihat keberadaannya di manapun.


“Putri, dimana Lily?“


Daisy mendekati Shiori lalu bertanya padanya dimana Lily karena dia tidak melihatnya ketika mereka datang. Meski dia percaya pada mereka, tapi dia masih khawatir Lily akan terlibat dalam situasi mereka saat ini.


“Tidak perlu khawatir bibi Daisy, Lily berada di tangan yang aman.”


Shiori tersenyum pada Daisy untuk menenangkannya.


Dia tidak berbohong ketika mengatakan bahwa Lily berada di tangan yang aman. Bahkan mungkin saja 'dia' mengawasi mereka dari jauh.


Daisy tidak meragukan perkataan ojo-sama nya saat dia mengangguk dan merasa lega. Bagaimanapun, dialah yang merawat Shiori sejak kecil, dia tahu bagaimana sifatnya. Selain itu, Shiori juga sering bermain dengan Lily sehingga dia percaya bahwa Shiori tidak mungkin akan membahayakan Lily.


Setelah bertanya beberapa hal lain, Shiori tersenyum penuh arti pada Daisy yang saat ini telah berubah cukup banyak.


“Anda terlihat lebih cantik saat ini, Bibi.”


“Itu…”


Daisy tidak tahu harus berkata apa. Dia memang tidak menceritakan tentang identitasnya yang sebenarnya, dan mungkin beberapa hal lain terkait dengan Lily dari Shiori. Tapi ada beberapa alasan untuk itu dan dia tidak tahu apakah dia harus menceritakannya atau tidak.


Melihat kebingungannya, Shiori tahu bahwa itu bukan waktu yang tepat untuk mendengarkan penjelasan Bibinya. Selain itu, dia juga tidak ingin membuat Bibinya merasa bersalah karena dia pasti memiliki alasan yang kuat.


Karena itu, dia melambaikan tangannya dan menjelaskan bahwa dia tidak menyalahkannya atau sesuatu seperti itu.


Setelah mereka mengobrol singkat, mereka memutuskan untuk ikut berkumpul dengan yang lainnya setelah memastikan bahwa mereka telah menyelesaikan urusan mereka dengan para penghianat itu.


.


.


Beberapa detik setelahnya, saat Riyu menutup matanya, disaat yang sama, Kaji juga membuka matanya. Matanya yang telah menjadi merah saat ini beubah menjadi hitam. Setelah itu, dia meraung lalu api hitam yang menyelimutinya menyembur menjadi aura yang sangat kuat dan panas membuat orang-orang yang ada di sana menatapnya dengan serius.


*Melasat*


Kaji menghilang mengincar seseorang yang memiliki kehidupan. Dia telah menjadi seperti monster yang akan membantai apapun yang memiliki kehidupan. dan itu adalah ketidakberuntungan Yami saat dia menjadi orang yang dia incar.


Shiori yang melihat hal itu segera menggunakan kemampuannya untuk melindungi Yami dari serangan yang datang.


>> Light Barrier


[ Membentuk barrier yang melindungi target dari serangan ]


Barrier cahaya menyelubungi Yami.


Saat Kaji mengepalkan tangannya, api muncul di tangannya dan kemudian mengenai penghalang Shio. Sebenarnya, penghalang itu harus cukup kuat untuk mengulur waktu untuk Yami bahkan jika itu adalah Knight level A.


Tapi sayang, itu hanya beberapa detik lalu barrier tersebut hancur berkeping-keping.


Melihat itu, Yami tidak tinggal diam.

__ADS_1


>> Dark Absorption


[ Menyerap sebagian serangan musuh dengan menggunakan energi gelap ]


Tangan yami mengeluarkan energi gelap.


Kegelapan tersebut mengelilingi tangan dan di telapak tangannya itu seperti lubang hitam.


Saat dia menerima serangan itu, dia merasa bahwa tubuhnya benar-benar akan hancur bahkan jika dia telah menyerap setengah dari serangannya.


“Ugh, dia sangat kuat.”


*BOOOM*


Yami terlempar jauh saat dia menerima dampak dari serangannya.


Sho juga tidak tinggal diam.


Dia melemparkan beberapa panah, tetapi itu tetap tidak berpengaruh sama sekali karen Kaji tampaknya dilindungi oleh semacam api hitam.


“Biar aku melakukan sesuatu.”


Mei berkata saat dia bergerak dengan cepat menuju Kaji. Setelah itu, dia tepat berada di belakangnya kemudian mengayunkan pedangnya beberapa kali. Anehnya, ayunan pedangnya tampak menembus tubuh Kaji tetpi tidak menimbulkan efek apapun, tetapi sebenarnya itulah yang dia incar.


Seketika aura kaji melemah dan api hitam yang sedikit melindunginya lenyap.


Dan itulah energi yang dimiliki Mei, otoritas akan energi.


Merasakan hal itu, Kaji menjadi marah dan dia langsung menyerang Mei dengan tangan dan cakarnya. Meski kehilangan energi, Kaji masih merupakan Knight level A+ yang sekarang sudah berada di tingkat atas sehingga pukulannya tetaplah kua.


*BOOM*


“Sho, Nona Daisy.”


Mei memberikan instruksi kepada mereka berdua untuk menyerang Kaji yang saat ini dalam keadaan lemah.


*BOOM*


*BOOM*


Ledakan yang dihasilkan panah Sho menggema saat itu dan itu memberikan sedikit luka pada Kaji karena dia tidak mendapatkan perlindungan dari energinya.


Kemudian Daisy datang dan mengikat Kaji dengan cabang pohon yang cukup kuat untuk menahan Knight kelas A+. Dan sekarang dengan tidak adanya yang menyelimuti Kaji, dia bisa leluasa mengontrol dan menyerangnya.


Saat mereka berdua melakukan itu. Mei dihampiri oleh Shiori yang tampaknya penasaran dengan perubahan kekuatannya.


“Mei, kamu… apakah kamu memang sekuat itu?”


Shiori bertanya dengan tidak percaya karena dia juga berlatih bersamanya dan meski dia mengakui bahwa Mei adalah seorang jenius, dia masih sulit mempercayai kekuatan yang dia miliki saat ini, terutama serangan pertamanya.


“Ini berkat cincin yang diberikan Riyu. Ini membuat kelasku meningkat 2 tingkat.”

__ADS_1


Mei berkata menunjukan cincin yang sangat indah, yang tujuan awalnya adalah menyimpan pedangnya.


“Itu artefak yang sangat kuat.”


Sho berkata dengan penuh kekaguman.


Efek lain yang diberikan cincin Riyu memang sangat kuat karena membuat Mei saat ini setara dengan Knight kelas A.


Bagaimana jika Mei berada di kelas yang lebih tinggi? Bukankah itu cukup curang?


‘Aku akan memaksa Riyu memberikanku cincin seperti itu juga.’


Jika Riyu mengetahui niat Shiori saat ini, dia mungkin akan menangis karena itu bukanlah cincin yang mudah didapatkan, terutama jika ingin memiliki efek yang sama. Tapi itu di lain cerita.


Saat ini, Mei menghela napas dan memberitahu kekurangan dari efek cincin tersebut.


“Tapi, efeknya hanya bertahan beberapa menit saja saat aku menggunakannya. Jadi sebaiknya kita menangani orang itu dengan cepat.”


Awalnya Mei tidak ingin menggunakan cincinnya sampai terdesak sepenuhnya. Tapi setelah melihat kekuatan Kaji, dia berubah pikiran karena dia tidak ingin mengambil resiko.


Di sisi lain, bahkan jika Mei menjadi kuat saat ini, dia masih sangat lemah jika dia bertarung dengan Kaji. Bahkan itu bisa dikatakan sebuah keajaiban mereka bisa bertahan sampai saat ini.


Shiori mengangguk menanggapi Mei saat dia juga bersiap untuk membantu mereka dengan beberapa dukungan terbaik.


.


.


Di sisi lain, tidak jauh dari mereka, Riyu saat ini sedang merasakan perasaan yang tidak nyaman, dan itu ditambah dengan beberapa informasi yang dia terima langsung pada pikirannya.


Sekarang dia mengerti mengapa dia tidak bisa diganggu oleh apapun saat peningkatan sistem.   Karena itu cukup beresiko untuk menerima semua yang dia terima saat dia sedang bertarung.


.


.


Waktu beberapa menit terasa sangat lambat saat Mei dan yang lainnya terus bertarung. Yami juga sudah mulai ikut bertarung saat dia dengan cepat pulih berkat Shio.


Kekuatannya cukup berguna saat itu karena dia berhasil mengganggu beberapa indra dan kemampuan Kaji. Tapi hal itu tidak bertahan lama karena kekuatan Kaji sudah mulai pulih dan itu membuat mereka kembali terdesak.


Dan saat kekuatannya kembali, dia langsung menargetkan Mei. Beberapa orang mencoba melakukan sesuatu, tetapi itu sia-sia.


“MEI!!”


Semua orang berteriak saat Mei akan terkena serangan Kaji.


*BOOM*


Tapi saat itulah sosok yang Mei yakini pasti akan melindunginya muncul.


Riyu berada di depannya saat dia melihat kekasihnya dengan perasaan lega. Perisai cahaya yang ada di telapak tangannya berbenturan dengan api hitam. Dan  ledakan yang dihasilkan cukup kuat. Tapi Riyu tidak memperdulikan orang yang ada di depannya itu saat dia melihat kekasihnya.

__ADS_1


“Maaf terlambat. Aku akan- tidak, kita akan menangani orang ini.” Dia mengalihkan pandangannya pada teman-temannya “Serahkan semuanya pada kami. Benarkan, Mei? Apa kamu siap?”


“Ya.”


__ADS_2