
Riyu pergi ke sekolah untuk menyelesaikan beberapa hal sebelum lulus dari Sekolah Menengah Atas. Meski absen cukup lama, dia masih bisa lulus dengan memenuhi beberapa persyaratan dari sekolahnya.
Bagaimanapun, sekolahnya tidak terlalu ketat. Mereka hanya melihat apakah seseorang layak lulus atau tidak, berdasarkan standar yang mereka tetapkan. Bahkan Riyu sebenarnya bisa lulus lebih cepat, tapi itu tidak sesuai dengan tujuan dia bersekolah, jika dia melakukannya.
Nah, Sekarang dia duduk di bangku taman, menanti seseorang sambil melihat beberapa hal yang ada di sistemnya.
> Status User
[ Nama : Akahasa Riru (???) ]
[ Energi Utama : Chaos (Tersegel : 1/9), Energi Luar Angkasa, Kegelapan, Cahaya]
[ Kelas : Elemental Knight / Space Knight Kelas A, ??? (Level 100) ]
[ Serangan: 2800 ]
[ Energi: 4800 (A+ / EX+ (tersegel : 1/9) ]
[ Kecepatan: 2600 ]
[ Pertahanan: 2400 ]
[ Senjata dan artefak : [ Black Void Sword ], [Trisula Bali]
[ Harem ] : Mei, Freya (Tunangan), Maya
> Skill
>> Indra
[ Kemampuan untuk merasakan lingkungan sekitarnya dengan meningkatkan kemampuan kelima indra ]
[ Syarat : Knight Kelas B ]
[ Kekuatan Energi : 75 ]
[ Kemampuan kedua Terkunci ]
>> Space Invisible
Kemampuan pertama
[ Menghilangkan aura keberadaan dari orang lain dengan menyesuaikan aura tubuh agar sama dengan aura di sekitarnya.]
[ Syarat : - Kekuatan Energi : 500 EP
[ Kemampuan untuk tidak terlihat oleh mata orang lain ]
Syarat : Space Knight Kelas A Kekuatan Energi : 500 EP
[ Kemampuan kedua Terkunci ]
[ Kemampuan KetigaTerkunci ]
>> Hallucination Technique
[ Kemampuan untuk membuat orang lain berhalusinasi secara menyeluruh sehingga dia tidak bisa membedakan antara yang nyata dan yang tidak. ]
[ Syarat : Penguasaan Energi Gelap Tingkat Menengah ]
[ Energi Power : 400 EP ]
>>> Scroll
…
__ADS_1
> Toko (baru)
> Ruangan (baru)
[ Ruangan 1 ]
> Misi (baru)
Dia memang sudah melihat beberapa perubahan baru pada sistemnya, tapi itu tidak berarti tidak ada yang membuatnya bingung.
Dia melihat fitur baru seperti “Ruangan” yang masih membuatnya penasaran. Meski begitu, beberapa hari ini dia sudah mulai mendapatkan jawaban yang dia cari tentang fitur ruangan itu, tapi dia harus melakukan sesuatu dulu untuk membuktikannya.
Namun, bukan cuma itu yang membuatnya bingung. Sekarang, Riyu sedang memandang buku kosong yang ada di tangannya dengan rasa ingin tahu. Buku itu adalah hadiah dari peningkatan sistemnya. Dia tidak tahu apa gunanya buku itu, tapi dia merasakan aura misterius yang keluar darinya.
>> ???
“Seres, apa ini? Bisa kamu jelaskan?”
[ … ]
Tidak ada jawaban dari sistemnya sehingga Riyu hanya bisa mengkerutkan kening. Dia mencoba membuka buku itu lagi, tapi yang dia lihat tetap sama, yaitu halaman-halaman berwarna putih bersih atau dengan kata lain kosong.
“Ah, lupakan saja.”
Riyu menaruh kembali buku itu ke dalam > nya berniat untuk tidak memperdulikan buku tersebut. Mungkin di masa depan, dia akan mengetahui apa itu.
Riyu selesai menyimpannya lalu dia mendengar suara akrab di telinganya.
“Riyu! ”
Riyu menoleh dan melihat sosok yang sudah lama tidak dilihatnya, Shiori. Dia berlari ke arahnya dengan senyum cerah dan rambut tergerai.
[ Nama : Shiori ]
[ Energi : Cahaya ]
[ Judul : Tuan Putri dari Keluarga Shori, ??? ]
Sebelum Riyu bisa mengatakan apapun Shiori sudah mendekat dan memeluknya dengan erat.
Riyu hanya membeku sejenak, tapi kemudian dia tersenyum dan membalas pelukan itu. Dia merasakan hangat dan nyaman begitu juga dengan Shiori yang merasa lega.
Meskipun Riyu belum membalas pengakuan Shiori, tapi itu bukan karena dia tidak mencintainya, malah sebaliknya, hanya tinggal menyelesaikan beberapa hal.
“Kamu baik-baik saja? Apa masih ada yang sakit?” kata Shiori dengan nada khawatir.
“Aku baik-baik saja. Tidak ada yang serius.” jawab Riyu sambil mengelus kepala Shiori.
“Syukurlah.” kata Shiori sambil melepaskan pelukannya.
Riyu menatap Shiori dengan lembut. Dia melihat wajah cantik gadis itu yang bersinar di bawah sinar matahari. Riyu merasakan sesuatu di dalam hatinya. Sesuatu yang hangat dan menyenangkan. Sesuatu yang membuatnya ingin melindungi dan memeluk gadis itu selamanya. Dan mengingat mimpinya kembali, itu membuat perasaannya semakin kuat.
“Apa ada sesuatu di wajahku?” Shiori bertanya saat melihat Riyu menatapnya yang tampaknya berbeda dari sebelumnya.
Riyu tidak menjawab pertanyaannya, dia hanya menjawab dengan menyentuh wajah Shiori dengan lembut, merasakan kulitnya yang halus dan lembut di bawah jari-jarinya. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Shiori.
“A-apa?”
Riyu tidak menjawab pertanyaannya lagi. Dia hanya mengulurkan tangan ke wajahnya dengan penuh kasih. Dia menempelkan bibirnya ke bibir Shiori dengan lembut.
Shiori terkejut. Dia tidak menyangka Riyu akan menciumnya tiba-tiba. Tapi dia tidak menolak karena dia sudah menantikan ini cukup lama, terutama setelah ciuman pertamanya.
Dia membalas ciuman Riyu dengan lembut. Dia memeluk tubuh Riyu dengan erat. Dia menikmati cinta yang mengalir di antara mereka.
Beberapa menit kemudian dan Shiori akhirnya bisa melepaskan diri dari Serigala Sialan itu. Dia memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rona merah di pipinya.
__ADS_1
Riyu tidak terpengaruh dengan reaksinya dan hanya tersenyum. Jarang baginya untuk bisa menggoda Shiori.
Shiori tiba-tiba mengingat sesuatu yang membuatnya khawatir.
“Ngomong - ngomong, bagaimana dengan Mei? Apa dia juga datang?” tanya Shiori sambil melihat sekeliling dengan nada khawatir.
“Mei? Um, dia sedang membantu guru menjadi asisten pribadi untuk penelitian tertentu. Dia bilang dia ingin belajar lebih banyak karena telah mengambil cuti.”
“Oh, begitu. Dia memang pintar dan rajin.” kata Shiori dengan pujian.
“Ya, dia memang begitu.” kata Riyu dengan nada bangga. “Nah, apakah kita akan pergi?” tanya Riyu sambil memegang tangan Shiori.
“Sungguh, apa yang terjadi denganmu.” Shiori berkata dengan pelan dan tampaknya menyerah dengan perubah Riyu padanya.
Tapi dia tidak menolak dan menerima tangan Riyu. Meski itu tidak menutup kebingungannya tentang apa yang terjadi dengan Serigala itu.
…
Mereka berdua berjalan beriringan sambil mengobrol tentang hal-hal ringan. Mereka tertawa dan bercanda.
“Ngomong-ngomong, bagaimana perkembangan konsermu?” tanya Riyu sambil mengubah topik.
“Oh, itu berjalan dengan lancar. Aku sudah menyiapkan semua persiapan.” kata Shiori dengan penuh semangat.
“Aku tidak sabar untuk melihatnya.”
“Hehe, aku juga punya hadiah untukmu.” kata Shiori sambil menunjukkan wajah menggoda.
“Hadiah? Apa itu?”
“Itu rahasia. Kamu akan tahu nanti.”
“Begitu?”
“Nah, itu untuk lain kali. Sekarang Saudara mungkin sudah lama menunggu. Jadi ayo temui dia dulu sebelum kelas dimulai.”
Shiori membawa Riyu ke suatu tempat dengan ceria sambil memegang tangan Riyu.
_______
Penulis : Cih
A : Ada apa penulis-san?
Penulis : Ck
A : …
Penulis : Bajingan itu… dia membuatku iri.
A : Apa karena itu Anda Hiatus cukup lama, Penulis - san? Dan bukankah Anda sendiri yang menulis ini?
Penulis : Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan. Dan ya, aku memang menulis ini, tapi tapi… ugh sudahlah.
A : …
Penulis : Apa? Apakah anda tidak percaya?
A : …
Penulis : Oke, oke ini bukan tentang itu oke. Saya sedang fokus dengan pendidikan saya, Anda tidak menyalahkan saya karena itu. Ini untuk masa depan saya. Yah, tidak perlu khawatir karena saya tidak ingin peringkat saya diturunkan jadi saya akan berusaha menulis dan memperbaiki cerita-cerita sebelumnya. Bagaimanapun saya harus belajar membuat cerita juga.
Riyu : Yo, Riyu kembali lagi kawan.
A : Anda datang di saat yang salah.
__ADS_1
Penulis : Keluar kau bajingan!!
Riyu : Eh? Apa ada yang aku lewatkan?