Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
Bab 94 - Bantuan


__ADS_3

>> Teleport


Riyu muncul di samping Kaji, tetapi dia terlambat karena Kaji sudah selesai memakan pil itu. Matanya yang memerah dan tubuh serta auranya yang berubah membuatnya terlihat seperti monster.


Dan monster itu melihat Riyu seolah dia tahu bahwa Riyu akan muncul di sana. Dia menoleh ke arah Riyu dan-


“Roarrr!!!”


*BOOM*


Riyu melesat dan menghantam reruntuhan bangunan akibat gelombang yang dihasilkan Kajii.


“Riyu!!”


“Riyu-san.”


Mei dan Daisy berteriak setelah melihat pemandangan yang mengejutkan itu. Mei sendiri segera menuju ke arah Riyu untuk melihat bagaimana keadaannya.


.


Di sisi lain, beberapa detik kemudian, Riyu keluar dari reruntuhan bangunan. Matanya yang sebelumnya normal menjadi lebih bersinar.


Dia memasang ekspresi serius saat dia melihat Kaji saat ini.


Kaji saat ini mengeluarkan aura yang mirip seperti uap panas, aura itu berwarna merah yang bercampur dengan warna biru, dan gelap.


Beberapa bagian tubuhnya telah berubah dimana matanya berubah menjadi merah, giginya semakin tajam dan kukunya semakin panjang dan tajam.


“Grrgh…”


Kaji menggeram sambil mengeluarkan taringnya dan itu membuatnya lebih mirip seperti monster.


“Yu.”


Saat Riyu menatap tajam monster itu, Mei yang sudah dekat dengannya terlihat sedang berlari dengan khawatir.


“Yu, bagaimana keadaanmu?’


"Aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir."


Riyu berkata bahwa dia baik-baik saja. Itu wajar mengingat pelatihan yang dia lakukan dan energi cahaya yang dia miliki. Tapi Mei masih bersikeras untuk mengecek kondisinya sehingga dia membiarkannya untuk memeriksa tubuhnya dan memastikan bahwa dia baik-baik saja.


“Huh… syukurlah.”


Mei menghela napas setelah melihat kondisi Riyu.


“Tampaknya kita punya masalah yang cukup serius.”


Riyu kembali menatap tajam ke arah Kaji yang tampaknya akan kehilangan kendali.


Mei mengikuti apa yang Riyu lihat dan dia mengerutkan kening saat dia melakukannya juga.


“Apa yang terjadi dengannya?”


“Tampaknya itu efek samping dari pil yang dia makan. Dia kehilangan sebagian besar kesadarannya dan saat ini dia tidak berbeda dengan Eternite yang hanya mengandalkan insting mereka.”


Riyu menjelaskan tentang kemungkinan yang terjadi pada Kaji.


Dia merasakan aura Eternite dari pil dimakan oleh Kaji dan itu kemungkinan besar berasal dari penelitian Nemesis. Dia tahu bahwa ada banyak orang gila di kelompok itu, tetapi dia tidak menyangka akan menjadi segila ini. Jelas dia tidak mau memikirkan penelitian yang mereka lakukan untuk membuat pil itu.


“Kita-”


Sebelum Riyu sempat menyelesaikan perkataannya, dia melihat Kaji menghilang dari tempatnya berdiri.


Dari sudut pandang Riyu sendiri, dia melihat Kaji bergerak sangat cepat menuju ke arahnya.


‘Dia cepat.’


Ketika Riyu melihat itu, Kaji mengalihkan pandangannya ke arah Mei seolah dia adalah sasaran empuk baginya.


‘Gawat!!’


“Menghindar Mei!!”


*BOOOM*


>> Teleport


Riyu langsung memeluk Mei lalu berpindah ke tempat yang sudah dia tandai sebelumnya. Itu adalah tempat yang telah dia siapkan jika keadaan seperti itu terjadi di mana dia harus segera berteleportasi ke tempat yang aman dengan instan.


Setelah sampai di tempat itu, Mei membuka matanya dan melihat beberapa jejak darah berasal dar Riyu..

__ADS_1


“Yu, pu-punggungmu.”


Riyu melihat sedikit ke belakang dan melihat jejak darah dari punggungnya. Itu karena dia melindungi Mei sehingga serangan Kaji sedikit mengenainya.


“Maaf.”


“Tidak apa-apa. Ini hanya luka ringan, aku bisa menyembuhkannya.”


Riyu membelai pipi kekasihnya untuk menenangkannya.


Setelah itu, dia kembali lagi melihat Kaji.


‘Orang itu semakin kuat. Dan api biru itu, apa pil yang dia makan juga bisa membuat apinya menjadi semakin kuat.’


“Untuk sekarang serahkan semuanya padaku." Dia tersenyum pada kekasihnya. "Tetap saja, bersiap saat aku butuh bantuan. Kita mungkin harus menggunakan ‘itu’ jika situasinya semakin sulit.”


Riyu tersenyum kepada Mei saat dia memutuskan untuk melawan Kaji sendirian, setidaknya saat ini.


“Um, baik.”


Mei menyetujui pengaturan tersebut, saat dia juga bertekad untuk menjadi lebih kuat mulai sekarang. Dia memang merasa frustasi saat ini, tapi tidak ada yang bisa dia lakukan.


.


.


“Yo. Tampaknya kau jauh lebih buruk dari sebelumnya. Apa kau sedang mencariku?”


Riyu muncul di belakang Kaji, menatapnya dengan serius.


“Grrgh… Aku- akan- membunuhmu-.”


“Oh? Kau masih mengerti perkataanku? Apa kesadaranmu masih ada?”


*Melesat*


Kaji tidak menjawab pertanyaan Riyu, tetapi dia langsung melesat dengan cepat ke arahnya memulai kembali pertarungan yang terjadi.


*BOOM*


*BOOM*


*BOOM*


Dalam pertarungan itu, terlihat bahwa Riyu seperti sedang terpojok. Meski begitu Riyu mengambil beberapa celah terutama karena sebagian besar kesadaran Kaji tampaknya tidak terlalu optimal.


Pedang Riyu dan cakar Kaji beradu, dan mereka berdua saling berhadapan.


“Heh. Kau masih lemah seperti sebelumnya.”


“Roar!!”


Riyu berhasil melihat celah saat dia terus memprovokasi Kaji.


“Bagus, sekarang.”


*Splat*


*Sprutt*


Darah bercucuran saat tangan kaji terbang dan dia memiliki jejak luka di jantungnya. Riyu kemudian menjauh karena dia merasakan sesuatu yang tidak mengenakan.


Dan itu terbukti ketika api hitam mengelilingi tubuh Kaji.


[ Misi : Mengalahkan Kaji  ]


[ Tingkat Kesulitan : A ]


[ Hadiah :  Naik 1 Level Sistem, (???) ]


[ Hukuman : Kematian ]


[ Selesai ]


“???”


Dengan notifikasi itu dari sistemnya dapat dipastikan bahwa Kaji sudah tidak bernyawa lagi. Tapi apa semua itu berakhir? jawabannya tidak.


Saat Riyu kembali menatap Kaji, dia terkejut. Dia melihat pemandangan yang seharusnya tidak terjadi dimana tangan Kaji mulai tumbuh kembali dan luka di jantungnya sembuh total.


[ Memulai Naik Level ]

__ADS_1


[ Hitung mundur akan dimulai 30 detik lagi, harap tuan rumah pindah ke tempat yang aman untuk proses kenaikan level sistem ]


“....”


“Hei, Seres.”


[ Ya? ]


“Bukankah misinya berhasil? Lalu kenapa dia masih berdiri?”


[Itu karena pil yang dia makan telah merusak jiwanya hingga benar-benar rusak dan menggantinya dengan sesuatu yang lain, tetapi karena dia memang sudah mati sistem masih berasumsi bahwa misinya telah berhasil. ]


"Lalu?"


[ Tapi seperti yang bisa Tuan lihat, saat ini tubuh orang itu sepenuhnya dikendalikan oleh instingnya dan dia mendapat jiwa yang lain jadi dia tidak berbeda dengan monster. Itu seperti sesuatu yang lain telah mengambil kesadarannya saat jiwanya sudah tidak mengendalikan tubuhnya ]


‘Begitukah.’


[ Ya ]


‘……’


[......]


[ Hitung mundur dalam 30, 29, - ]


‘Lalu kenapa sistem malah memulai proses kenaikan levelnya saat ini?! Aku tidak menyuruhmu melakukannya! Bukankah itu akan membuatku merasakan perasaan tidak nyaman itu? Dan Anda mengatakan untuk menemukan tempat yang aman dalam keadaanku saat ini? Serius? Apakah kamu ingin membunuhku?’


[ Hitung mundur tidak bisa dihentikan 28, 27 ]


“Ugh. Sial, aku akan menghukummu lain kali.”


[......]


[ 26, 25, ]


Sistem masih tidak memperdulikan Riyu saat ini dia masih menghitung mundur dan membuat Riyu semakin gelisah.


“Riyu.”


Saat Riyu sedang berpikir keras, dia mendengar suara kedatangan Mei.


“Mei??”


Riyu bingung dan khawatir karena dia ada di sini. Tapi dia tidak ingin mengatakannya karena itu bukan waktu yang tepat.


“Aku melihatmu sedang terganggu karena sesuatu, apakah kamu baik-baik saja?”


“Itu… aku perlu memulihkan energiku selama beberapa menit. Tapi-”


Riyu melihat Kaji yang saat ini ditutupi oleh api hitam sehingga dia tidak dapat menghentikannya untuk menyembuhkan dirinya.


“Kalau begitu serahkan pada kami.”


“Kami?”


*BOOM*


Sebuah panah melesat dan menghantam Kaji yang sedang menumbuhkan tangannya kembali.


“Apa kalian baik-baik saja?”


Sho datang ke arah Riyu dan Mei bersama dengan Yami. Dia yang sebelumnya melemparkan anak panah dan menyebabkan Kaji terganggu.


“Sungguh merepotkan, apa kau ingin bertindak seperti pahlawan?”


Yami berkata dengan marah, menyembunyikan rasa khawatirnya.


“Kalian… bukankah kalian menyia-nyiakan pengorbananku?”


Meski dia mengatakan itu, Riyu tidak dapat menyembunyikan senyumannya dan merasa bersyukur bahwa mereka mengkhawatirkan dia dan Mei.


“Tapi terimakasih, tolong jaga orang itu dalam 5 menit, tidak, 1 menit. Setelah itu, aku akan membantu kalian.”


Riyu mengintruksikan beberapa temannya saat dia juga melihat Shiori dan Daisy yang sudah menyelesaikan pekerjaannya.


Untuk beberapa detik tersisa dia menghampiri kekasihnya dan memegang tangannya.


“Mei, jangan ragu untuk menggunakan beberapa barang yang aku berikan, terutama jika situasinya semakin buruk. Dan bersiaplah, kita akan menggunakan ‘itu’.”


Mei mengangguk. Memahami apa yang dia maksud.

__ADS_1


__ADS_2