Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
Bab 90 - Telecube


__ADS_3

Mei mengeluarkan energi petirnya dan entah dari mana, kilat petir muncul dari langit dan menyengat semua musuh yang mengepungnya. Meskipun tidak terlihat, dia tampaknya sudah mulai kehabisan energi dan stamina. Nafasnya yang halus semakin cepat. Dan sedikit keringat mulai muncul di keningnya.


Situasi yang awalnya mudah semakin sulit bagi Riyu, Mei, Dan Yami. Meski mereka dapat terus bertarung, tetapi penjahat yang mengepung mereka semakin membuat mereka kelelahan.


“Riyu, mereka semakin banyak. Kita harus pergi.”


Sho berkata kepada Riyu menggunakan telepatinya, mengingatkan Riyu bahwa mereka semua harus segera melarikan diri. Sho tahu bahwa hanya  Riyu yang bisa membuat mereka lolos dari kepungan mereka dengan mudah.


Riyu menganggukan kepala dan ketika dia ingin memindahkan semua orang. Dia merasakan panas yang menyengat datang dari seseorang.


“Sudah saatnya.”


Itu adalah Kaji yang sedari tadi diam menonton pertarungan.


Saat ini tangannya sebagian tertutup oleh api. Kemudian dia melompat ke atas lalu muncul api berbentuk bola yang semakin membesar.


“Ini tidak baik.”


Riyu melihat bola api besar yang panasnya bisa melelehkan besi apapun. Itu bahkan sampai menghancurkan atap dan hampir menghancurkan tempat itu sehingga siapa pun yang cukup dekat akan melihat bola api cahaya di kejauhan.


Untungnya tempat itu berada di daerah terpencil, atau jika tidak, maka itu akan menimbulkan banyak keributan.


Kembali lagi pada Riyu yang tercengang dengan apa yang dilakukan oleh Kaji. Dia cukup terkejut bahwa Kaji akan menggunakan kemampuan yang tidak pandang bulu seperti itu. Bagaimanapun serangannya juga bisa mengenai rekannya.


Tapi, apakah mereka benar-benar rekannya?


Sebelum boa api itu dilemparkan beberapa api kecil datang ke arah Riyu dan kelompoknya.


“Semuanya menghindar!!”


“Hahaha. Terbakarlah sialan!!! Hahahaha.”


Kaji tertawa seperti orang gila melihat orang-orang panik karena kekuatannya. Anehnya bukan kelompok Riyu yang panik karena kekuatannya, melainkan rekannya sendiri.


“Kaji, apa yang kau lakukan! Kau akan menghancurkan semuanya!! Argh.”


“Sialan!! Nemesis sialan itu memang bukan hal yang baik.”


“Heh… Terimalah bola besar ini, dan semoga kalian selamat. Hahahaha.”


Kaji melemparkan bola api yang saat ini cukup besar untuk menghancurkan tempat itu. Meskipun dia tampak acak dalam menyerang tujuannya tetap jelas, yaitu Shiori yang saat ini dilindungi oleh Aurora Barier. Hanya saja, karena ukurannya yang besar semua orang pastinya akan terdampak oleh serangan itu.


‘Tidak akan sempat.’


Riyu berpikir bahwa dia tidak akan bisa melarikan diri dari serangan kaji. Bagi dirinya sendiri, dia masih bisa menghilang, tetapi itu berbeda dengan teman-temannya yang kelasnya masih di bawahnya. Jadi dia memutuskan untuk menggunakan rencana yang dia sudah atur.

__ADS_1


>> Teleport <<


Riyu memindahkan semua orang ke dekat Shio kemudian menyalurkan beberapa energi padanya sambil melakukan beberapa hal.


“Riyu-san tolong lari dari tempat ini bersama teman-temanmu dan Putri Shio, aku akan mencegah orang itu dengan kekuatanku. Aku hanya akan menghambat kalian untuk melarikan diri dari tempat ini jadi cukup bawa putriku saja. Aku mohon. “


Riyu cukup terkejut bahwa Daisy menawarkan diri untuk melindungi dirinya dan teman-temannya, lagipula dia tidak merasakan kekuatan apapun sejak mengamatinya meskipun dia membawa perasaan yang berbeda.


“Maaf nona Daisy, aku tidak tahu rencanamu dan apakah kamu mempunyai kemampuan itu atau tidak. Tapi Shio dan kami berusaha untuk membawamu dengan selamat. Jadi akan sia-sia jika kami melakukan hal itu.”


Riyu menolak permintaan Daisy dan terus melanjutkan apa yang sedang dia lakukan.


Daisy merasa bersalah karena dia membawa masalah pada Shiori dan teman-temannya. Karena itulah dia tidak ingin menjadi beban lagi.


Bagaimanapun juga, alasan mengapa dia bisa diculik, mengapa dia bisa terlibat dengan Nemesis, dan tentang dirinya sendiri tidaklah sesederhana itu. Dia pikir akan baik bagi dirinya untuk tidak menimbulkan masalah lagi dengan mengorbankan hidupnya.


Tanpa melihat bagaimana ekspresi Daisy, Riyu terus mengumpulkan energi luar angkasa dan tampaknya sedang mencoba menggunakan salah satu kemampuannya.


“Shio, maaf tapi bisakah kamu perkuat pelindungmu. Kami akan membantumu. Setidaknya beri aku beberapa menit.”


“Un.”


Shio mengangguk dan berusaha memperkuat Aurora Barrier nya. Meskipun dia cukup takut, dia masih tetap mencoba untuk membuat pelindung itu semakin kuat. Dia juga menambah lapisan pelindung terutama di sekitar Daisy yang saat ini memegang putrinya.


“Putri Shio, tolong lindungi dirimu sendiri.”


Shio membalas Daisy dengan senyuman.


Untuk Daisy sendiri dia menjadi semakin merasa bersalah. Siapa dia untuk mendapatkan perhatian seperti itu. Bagaimanapun dia adalah alat. Apakah dia punya hak untuk mendapatkan kasih sayang dari orang yang pernah memberinya kehangatan?


“Kalian semua, tetap berkumpul dan bantu Shio saat dia mengalami masalah.."


"Diterima!!"


“BOOOM”


Pelindung yang Shio buat akhirnya berbenturan dengan energi bola api yang diciptakan oleh Kaji. Untuk beberapa saat pelindung Shio mampu menahannya, tetapi itu hanya berlangsung beberapa detik sampai Aurora Barrier itu mulai pecah seperti kaca.


“Riyu, maaf, tapi aku tidak bisa menahannya lagi.”


‘Oke, ini akan berhasil.’


>> Telecube <<


[ Telecube : Mampu memindahkan apapun yang ada di dalam ruangan berbentuk kubus ke tempat yang sudah di tandai sebelumnya. ]

__ADS_1


Dulu Riyu selalu berpikir, bagaimana melindungi orang yang dicintainya.


Kemampuan teleportasinya hanya bisa menteleportasi dirinya atau seseorang dari jarak dekat.


Akhirnya, dia membuat kemampuan yang dapat memindahkan seseorang dengan jarak jauh menggunakan energi luar angkasanya, tetapi itu hanya bisa memindahkan satu orang saja.


Lalu dia berpikir mengapa tidak menciptakan ruang dimensi yang dapat membuatnya memindahkan siapapun dan apapun meskipun harus mengorbankan sebagian besar energinya.


Dan terciptalah kemampuan >> Telecube <<


Ketika Riyu menggunakan kemampuannya, dia menciptakan area yang membungkus kelompoknya dalam area berbentuk kubus. Dan seperti namanya tampaknya dia berniat untuk memindahkan semua orang ke tempat aman.


Hanya saja…


“Riyu, kamu…”


Sebagai kekasihnya, Mei tahu ada yang salah dengan apa yang Riyu lakukan.


Dan itu adalah posisi Riyu yang tidak berada di area dimana dia seharusnya juga ikut dipindahkan. Itu dipertegas dengan bagaimana Riyu berbalik untuk melihat Mei yang menatapnya.


“Tunggu aku. Aku akan segera kembali.”


*Shing*


.


.


“Uhuk uhuk.”


“Shio, kamu baik-baik saja?”


Sho membantu saudarinya yang cukup kelelahan setelah dia menggunakan terlalu banyak Energy Power.


“Ehm, ya aku baik-baik saja.” Shio menjawab kemudian dia menyadari saat dia dipindahkan Riyu tidak bersamanya, “Tunggu dimana Riyu?”


“Tampaknya dia ingin menghadapi orang itu sendiri.”


Yami muncul dengan sesuatu yang berbeda.


“Tunggu Yami, kenapa kamu yang membawa Lily kemana bibi Daisy?”


“Dia memaksaku untuk membawanya entah bagaimana. Dia… aku pikir dia cukup kuat.”


“Eh? Apa?!” Shio menatap Yami dengan tidak percaya. Tapi itu bukan akhir karena Shio juga tidak melihat seseorang yang seharusnya ada di sana. “Tunggu bagaimana dengan Mei?”

__ADS_1


“Hah… Bukankah pasangan kekasih itu cukup merepotkan?”


__ADS_2