Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
Bab 77 – Terkejut


__ADS_3

Setelah mereka membuka topeng wanita itu. Mereka mendapati diri mereka terkejut melihat wanita cantik berambut putih keabu-abuan.


Bukan kecantikannya yang mengejutkan mereka, melainkan betapa miripnya dia dengan Scarlet jika bukan karena rambutnya yang berwarna berbeda.


“Sa-saudari...”


Scarlet yang shock saat melihat wajah wanita itu menggumamkan sesuatu yang membuat mereka semua terkejut.


Namun, tentu saja yang lebih terkejut dari mereka semua tidak lain adalah Scarlet sendiri karena dia melihat saudarinya yang seharusnya sudah meninggal.


.


.


[ Di Masa Lalu ]


Di sebuah tempat penelitian, dalam sebuah ruangan putih, terdapat 2 gadis cantik yang sedang terduduk lemas dengan beberapa tampilan yang cukup menyedihkan.


"Kakak, bisakah kita keluar dari tempat ini?"


Seorang gadis remaja bertanya kepada gadis berambut putih di sampingnya. Mereka berdua memiliki kesamaan seperti sepasang kembar dengan hanya rambut yang berbeda warna.


“Um, kita akan keluar dari tempat ini, Scarlet.”


“Benarkah?”


“Ya, kakak berjanji.”


“Um.”


Itulah kebahagiaan pertama yang dirasakan gadis berambut merah sejak dia dijadikan objek penelitian dari beberapa orang gila yang ada di sana.


Namun sayangnya beberapa tahun setelahnya kebahagiaan gadis itu perlahan memudar karena melihat bagaimana teman-temannya meninggal satu per satu dan hanya menyisakan tujuh di antara mereka yang berhasil bertahan.


Namun, bahkan hubungan itu pun harus ditakdirkan untuk menghilang setelah kejadian itu.


.


.


[ Saat ini ]


"Tapi aku terkejut bahwa dia adalah saudara perempuan Scarlet sensei."


Mei mengemukakan pendapatnya setelah mereka pergi ke suatu tempat. Itu adalah tempat dengan beberapa kapsul canggih yang bisa digunakan untuk melakukan beberapa perawatan.


“Dia bukan saudari.”


“Hmm?”


Setelah awalnya terkejut, Scarlet terus memperhatikan wanita itu dan dia mengambil kesimpulan bahwa dia bukanlah saudarinya.


Itu entah bagaimana membuatnya merasakan sakit sekali lagi dan dia hampir kehilangan dirinya.


Jika bukan karena Riyu yang ada di sampingnya atau karena Mei dengan otoritasnya, kemungkinan auranya sudah meledak dan dia tidak bisa mengendalikan dirinya.

__ADS_1


“Sepertinya saudara perempuan senpai sudah lama meninggal. Aku juga tidak bisa merasakan aura kehidupan dari tubuhnya.”


“Tapi mengapa dia masih bisa bergerak? Dan dia terlihat hidup.”


Pertanyaan itu juga mengganggu mereka dan tak satu pun dari mereka dapat memberikan jawaban. Namun setelah keheningan sesaat Scarlet menyadari sesuatu dan itu membuatnya semakin muram.


"Kurasa mereka menggunakan tubuhnya juga untuk penelitian."


“....”


“....”


“Itu...”


Mereka tidak bisa berkata-kata mendengar jawabannya. Mereka tahu sedikit tentang masa lalu Scarlet dan mengetahui bahwa bahkan jasadnya juga dijadikan penelitian membuat mereka tidak bisa berkata-kata.


Dan setelah beberapa saat hening. Akhirnya mereka mulai memikirkan bagaimana menangani situasi saat ini.


“Jadi apa yang akan kita lakukan padanya?”


Maya bertanya pada mereka.


"Aku juga tidak tahu.”


Scarlet menjawab pertanyaan Maya dengan wajahnya menunduk.


Dia merasa bersalah jika tubuh saudarinya ada di penjara, tetapi dia juga tahu bahwa dia tidak bisa meminta Riyu untuk melepaskannya karena itu akan berbahaya baginya.


“Akan berbahaya jika kita tidak melakukan sesuatu. Untuk saat ini biarkan dia tidur di kapsul ini sampai kita memutuskan bagaimana menanganinya. Bagaimana menurutmu senpai?"


Dia tidak akan memperlakukan tubuh saudara perempuannya dengan buruk sehingga dia berniat untuk menempatkannya di kapsul ini dan membiarkannya tidur untuk beberapa hari.


“Um.”


“Baiklah. Sebaiknya kalian beristirahat. Kita akan membicarakan tentang topik itu lain kali.”


.


.


Datang ke sebuah kamar yang diatur untuknya, Scarlet duduk di sebuah kursi dan mulai memejamkan matanya memikirkan masa lalunya.


“Saudari.”


[ Masa Lalu ]


Beberapa hari sebelum Scarlet berhasil diselamatkan. Sebenarnya itu adalah hasil dari beberapa kekacauan yang terjadi.


Beberapa tempat terbakar, beberapa orang berlari, dan pertarungan antara 3 pihak terjadi. Itulah situasi yang cukup kacau di tempat penelitian saat itu. Bahkan beberapa orang yang mencoba melarikan diri tidak bisa tidak terlibat dalam pertarungan itu.


Awalnya itu adalah pertempuran 2 pihak antara Nemesis dan ETER Union, tetapi yang tidak diduga itu menjadi pertempuran 3 pihak karena kemunculan Eternite yang tiba-tiba.


Di tengah kekacauan itu, dua gadis remaja juga ikut terlibat meskipun mereka tidak mau.


“Scarlet, cepat pergi!”

__ADS_1


Wanita berambut putih berteriak menyuruh wanita lain yang terpisah oleh kaca darinya untuk melarikan diri dari tempat itu.


Meski hanya dipisahkan oleh selapis kaca, namun kaca tersebut seakan telah memutuskan siapa yang hidup dan mati di antara mereka.


“Ti-tidak. Saudari, tapi kamu. Hiks... hiks...”


“Aoi. Kita tidak bisa menahannya lagi.”


*Menghela napas*


“Dengar Scarlet, pergilah dan terus hidup oke. Walau kami tidak ada lagi, percayalah bahwa kami akan selalu ada disampingmu dan membimbingmu. Karena kami tidak ada di sana secara langsung, maka teruslah hidup untuk kami, tersenyum untuk kami, dan bersenang-senanglah untuk kami oke. Kau tahu impian saudarimu bukan?”


“Um. Hiks.”


“Bagus. Hiduplah dengan baik. Jika bisa, temukan pria yang dapat membuatmu bahagia.”


“Saudari...”


“Tidak perlu khawatir. Karena kami... selalu bersamamu.”


Dan itulah perkataan terakhir sebelum wanita itu berlari kembali untuk menahan monster yang mengejar mereka semua, sedangkan Scarlet akhirnya bisa melarikan diri dari neraka itu dengan api  harapan yang masih hidup.


.


.


Setelah menyelesaikan beberapa masalah lain. Riyu akhirnya bisa beristirahat dan pergi kamarnya.


Saat dia membuka pintu, kemudian melangkah, dia hanya berhenti ketika dia mendengar seseorang masuk ke kamarnya. Melihat ke belakang, dia menyipitkan matanya kemudian bertanya dengan serius.


“Siapa?”


Orang yang datang terlihat terkejut saat mendengar pertanyaannya.


“Um? Apa kamu lupa kepada gurumu sendiri, murid bermasalah?”


Ya. Itu karena dia adalah Scarlet, tidak salah lagi.


Namun, yang mengejutkan adalah Riyu sama sekali tidak memiliki ekspresi yang biasanya seolah-olah dia sedang melihat orang lain dan bukannya Scarlet.


“Hah. Ayolah, aku sudah lama mengenal senpaiku, jadi aku tahu bahwa kau bukan dia. Setidaknya bukan senpai sendiri yang mengendalikan tubuhnya kan. Jadi, aku akan bertanya sekali lagi, siapa?”


“Pptt. Hahaha, aku ingin tahu bagaimana ekspresi Scarlet saat dia mendengar perkataanmu. Memang, dia tidak salah dalam memilih pria.”


Wanita itu malah tertawa puas setelah mendengar jawaban Riyu. Dan itu membuat Riyu tampak semakin kesal karena dia tidak menjawab pertanyaannya.


“Kau belum menjawab pertanyaanku.”


Riyu mengeluarkan aura untuk menekannya karena dia tidak ingin mengambil risiko jika tubuh Scarlet dikendalikan. Dan dia hanya tidak bergerak sampai saat ini karena perasaannya tidak merasakan aura bermusuhan dirinya.


“Oh, pria yang dingin. Jadi itu yang kamu sembunyikan dari adikku?”


“Adik?”


“Ehem. Maaf karena aku belum memperkenalkan diri. Aku adalah saudara perempuan Scarlet, Aoi. Terimakasih telah karena telah menjaga adikku selama ini.”

__ADS_1


“....”


__ADS_2