
Di sebuah ruangan besar berwarna putih, seorang pria terlihat sedang memegang pedangnya dengan serius. Keringat di wajahnya tidak bisa menyembunyikan apa yang telah dia lakukan di tempat itu.
Pria itu tampaknya telah melakukan pelatihan berat yang mulai sekarang akan menjadi rutinitas hariannya.
Dan itu adalah Riyu yang kita sedang kita bicarakan di sini.
Setelah seharian mencoba menjelajahi sistem barunya, bisa dikatakan bahwa Riyu sudah mengetahui semua fitur baru yang disertakan dengan sistemnya. Dan salah satunya adalah Daily Mission, misi yang akan ia lakukan setiap hari.
Hadiah yang didapatkan memang tidak sebagus yang dia dapatkan dari misi kelas A dan diatasnya, tetapi itu juga bukan hadiah yang buruk yang akan dia dapatkan di sana. Begitu juga manfaatnya.
Saat ini dia telah menyelesaikan semua misi hariannya dan menyisakan beberapa misi lain yang masuk pada misi sampingan.
[ Misi Sampingan ]
[ 1 ]
[ Menggunakan Pisau Dalam Pertarungan ]
[ Progress penyelesaian : 0% ]
[ Hadiah : Keterampilan Pisau Tingkat Dasar, Skill Pisau Kelas S ]
[ 2 ]
[ Menggunakan Pistol Dalam Pertarungan ]
[ Progress penyelesaian : 0% ]
[ Hadiah : Keterampilan Menembak Tingkat Dasar, Skill Menembak Kelas S ]
__ADS_1
…
Dia tidak ingin berhenti sampai disitu jadi dia memasukkan pedangnya kembali dan sekarang mengambil pistol dari penyimpanannya.
‘ Seres, aktifkan kembali ruang pelatihan dan atur 2 Eternite Kelas A dan beberapa Eternite di bawah itu.’
[ Diterima ]
[ Memulai pelatihan ]
Seketika ruangan berubah menjadi tempat lain, dan itu adalah tempat yang terlihat seperti jalan di tengah kota. Dan di beberapa tempat terdapat beberapa Eternite yang akan menjadi media latihan Riyu khususnya saat dia menggunakan pistolnya.
.
.
“Huft Huft Huft.”
Setelah dia selesai beristirahat, dia mencoba berdiri kemudian berjalan lalu melihat kekasihnya yang membawa air minum untuknya.
Seharusnya dia datang lebih awal karena ini bukan pertama kalinya dia melakukan itu, tetapi Riyu tahu mengapa dia terlambat melakukannya.
“Tidak cukup bermain dengan Lily kecil?”
Riyu mengambil air minum kemudian bertanya dengan lembut. Bagaimanapun jarang melihatnya berminat pada sesuatu lain selain pengetahuannya.
“Um. Tapi-”
“Apakah dia tidak menyukaimu? Itu yang ingin kamu katakan kan?” Riyu berkata saat dia menebak isi pikirannya. Dia selama ini mengamati bagaimana Lily sangat lengket dengan Maya yang membuat Mei memiliki sedikit waktu bersamanya. Dan karena Mei kurang dalam pemahamannya tentang anak-anak dia mulai merasa takut bahwa Lily merasa tidak nyaman di sekitarnya.
__ADS_1
Riyu memeluk Mei dan mencium keningnya untuk menghiburnya. “Tenang saja, dia tidak melakukan itu. Itu karena Maya memiliki energi yang cocok dengannya sehingga tanpa Lily sadari dia ingin dekat dengan Maya.”
Riyu pernah bertanya pada ‘Iblis kecil itu’, mengapa dia begitu menyukai Maya. Dan Lily menjawab bahwa dia merasa hangat dan nyaman di dekatnya sama seperti Shiori atau mungkin lebih. Dan Riyu menembak bahwa mungkin itu karena energi cahaya yang dimiliki Maya.
“Yah, gadis itu memang licik seperti yang aku katakan. Aduh.”
“Riyu berhenti mencoba melakukan sesuatu yang buruk padanya.”
“Baik baik, aku mengerti, bu. Gadis itu adalah seorang putri dan aku adalah pelayannya.”
“Ppttt”
Mei kembali tertawa lembut saat dia mendengar candaan Riyu. Bagaimanapun dia tahu bagaimana Lily dengan bebas menggoda Riyu dan pria menyedihkan itu tidak bisa melakukan perlawanan karena banyak orang melindunginya seolah dia adalah anak mereka sendiri.
Riyu menggelengkan kepala saat dia berkata,
“Aku tidak tahu bahwa kamu menyukai anak kecil.”
“Aku juga tidak tahu.”
Mei berkata bahwa dia juga bingung dengan itu. Bagaimanapun dia merasa bahagia, seolah itu adalah sesuatu yang diinginkannya selama ini.
Riyu mendekati telinganya kemudian berbisik,
“Bagaimana jika kita memiliki anak perempuan kita sendiri?”
Riyu berencena menggodanya, tetapi yang tidak dia duga dia merasakan anggukan kecil dari kecilnya yang kepalanya.
“Um.”
__ADS_1
“Kak Mei, temani aku pergi.”
"Iblis kecil itu."