
Riyu menatap Scarlet. Atau begitulah seharusnya sampai dia memperkenalkan dirinya sebagai kakak perempuannya yang sudah meninggal, Aoi.
‘Dunia benar-benar sudah gila.’
Riyu dibuat terdiam oleh apa yang dia dengar.
Bukannya Riyu tidak percaya dengan apa yang dia katakan, lagi pula, dia bisa mengetahui apakah seseorang berbohong atau tidak melalui matanya atau sistemnya. Tapi menyaksikan kejadian aneh selain dia, membuatnya tidak bisa berkata-kata.
“Hey, kau mendengarku? Apa kau mulai jatuh cinta pada kakak iparmu ini?”
‘Dia memang terlihat berbeda.’
Riyu melihat cara dia berbicara dan berperilaku dan memperhatikan bahwa dia terlihat berbeda dari senpai tsunderenya yang sedikit menakutkan ketika dia marah. Dibandingkan dengan itu, Aoi terlihat lebih bebas, aktif, dan sedikit nakal.
[ Juga tidak tahu malu, sama sepertimu ]
‘Ehem, Seres. Apa ada cara untukku mengetahui statusnya?’
Riyu berpura-pura tidak mendengar sesuatu di kepalanya, malahan dia mengalihkan topik pembicaraan dengan menanyakan sesuatu pada sistemnya.
[ Melihat Status ]
[ Poin : 100 ]
[ Yes ] [ No ]
Sebuah notifikasi hologram terlihat di depannya membuat Riyu mengerutkan kening.
‘Mengapa aku harus membayar untuk itu?’
Sebelumnya, Riyu bisa melihat status Mei dan Maya secara langsung, tetapi ketika itu berhubungan dengan orang lain seperti Scarlet dan Yami, dia tidak bisa melakukannya.
Namun, saat ini ketika dia bertanya cara melihat status Aoi, dia terkejut bahwa dia bisa melakukannya, hanya saja dia harus membayar poin untuk itu.
‘Anda belum mencapai level 2 sehingga untuk melihat status orang lain, Anda setidaknya perlu poin untuk melakukannya. Mei dan Maya sudah menjadi bagian dari sistem sehingga Anda tidak perlu poin untuk melihat status mereka.’
'Lalu, kenapa kamu tidak memberitahuku bahwa aku bisa melihat status orang lain juga?'
‘Karena Anda tidak bertanya’
‘....’
‘Sigh. Baiklah, aku tidak ingin berdebat, gunakan saja poinku.’
[ Dikonfirmasi ]
Setelah Riyu menekan tombol [yes] menggunakan pikirannya, sebuah hologram dengan berbagai data muncul di samping Aoi yang sedang mengendalikan tubuh Scarlet.
__ADS_1
[ Nama : Aoi (aktif) // Scarlet (tidur) ]
[ Kelas : S+ ]
[ Energi : Api Hitam (Elemen (Api) dan Energi Gelap) ]
[ Hubungan : Teman ]
Melihat deskripsinya, Riyu mengerutkan kening saat melihat energi yang dimiliki Aoi. Jika dia tidak salah, Scarlet memiliki api Crimson yang sangat panas. Dia bisa membakar apapun dengan apinya itu.
Dan api hitam, dia hanya pernah mendengarnya dalam beberapa catatan kuno dan dia pernah melihatnya sekali, dan itu ada di mimpinya.
‘Apakah itu dia?’
“Hey hey, apa kau mengabaikan wanita cantik ini.”
Riyu menggelengkan kepala, membuang pikirannya sebelum memfokuskan kembali kepada Aoi yang terlihat cemberut melihat dia mengabaikannya.
“Ah, maaf aku hanya terkejut bahwa ada sesuatu seperti itu. Tampaknya aneh bahwa orang yang sudah meninggal dapat mengendalikan tubuh orang lain.”
“Apa kamu mempercayaiku?”
Aoi tampak terkejut bahwa Riyu mempercayainya semudah itu. Bagaimanapun, itu seperti yang dia katakan bahwa fenomena itu sulit untuk dipercayai.
Meskipun dia terlihat sangat riang, seolah tanpa beban, tetapi di dalam pikirannya, dia sudah memikirkan bagaimana membuatnya percaya.
Bagaimanapun, dia sering mengamati Riyu di alam bawah sadar Scarlet, dan memahami betapa Riyu sangat berhati-hati dalam memastikan keselamatan orang-orang yang dia sayangi.
“Ya, aku tahu kamu tidak berbohong. Selain itu, jika kamu adalah orang lain, aku mungkin sudah melumpuhkanmu dan membawamu ke ruang penelitianku sekarang.”
Riyu tersenyum saat dia mengatakan itu. Dan dia tidak berbohong dengan apa yang dia katakan. Seseorang yang bisa mengendalikan tubuh orang lain sangat berbahaya, terutama untuk orang yang tubuhnya dikendalikan.
Dia tidak akan ragu untuk membawanya, setidaknya di ruangan itu, dia bisa melakukan beberapa pencegahan agar Scarlet setidaknya baik-baik saja.
“....”
“Jadi, eh,”
“Kakak ipar, panggil aku kakak ipar.”
Entah mengapa Aoi menjadi semakin bersemangat setelah melihat Riyu secara langsung dan berinteraksi dengannya. Dia seperti seorang kakak yang tampak sangat puas setelah dia menemukan pria yang benar-benar cocok untuk adiknya.
“Uh, Aoi senpai, jadi apa yang kamu perlukan dariku?”
Mengabaikan perkataannya yang bersemangat, Riyu menanyakan tujuannya datang.
“Aku perlu energimu lagi.”
__ADS_1
“Hah?”
Riyu dibuat terdiam lagi oleh perkataannya. Bukannya dia orang mesum atau semacamnya, dia hanya tidak bisa memproses apa yang baru saja dia dengar. Lagi pula, efek dari terlalu banyak novel membuatnya seperti ini.
“Ada yang salah?”
“Ini… bisakah kamu menjelaskan apa maksudmu Aoi senpai?”
“Hm? Ah, ya.”
Seolah melihat bahwa perkataannya agak sedikit salah. Aoi terlihat memerah sedikit, yang biasanya jarang terlihat dari gadis sepertinya.
“Ehem. Yah kamu tahu, saat aku berada di dekatmu, aku bisa merasakan bahwa jiwaku telah pulih sedikit demi sedikit, tapi aku pikir itu akan memakan waktu yang cukup lama sampai aku bisa mengendalikan sebagian kesadaran Scarlet. Itu yang aku pikirkan sampai kamu mencium Saudariku.”
“....”
Riyu mengangkat alis setelah mendengar perkataan Aoi. Di dalam hatinya dia mau tidak mau berkata bahwa bukankah itu malah sebaliknya?
Tapi tentu saja dia tidak cukup bodoh untuk berdebat dengan.
Dia bisa membayangkan bagaimana dia akan dicaci maki olehnya saat dia mengungkapkan keluhan.
Mengabaikan Riyu, Aoi terus menjelaskan maksud perkataannya.
“Saat kamu mencium saudariku, aku bisa merasakan bahwa jiwaku pulih semakin cepat dan kupikir aku bisa sedikit mengendalikan tubuh Scarlet. Karena itu, aku mencoba mengendalikan tubuhnya dan saat itu juga kupikir dengan menciummu kembali aku bisa mendapatkan energi yang hilang saat menggunakan energinya .”
“Jadi itu Aoi senpai?”
Riyu memotong perkataannya karena terkejut sekali lagi. Dia mendapatkan pencerahan mengapa tampaknya Scarlet sangat berani dalam menciumnya saat itu.
“Apa? Apa kamu tidak menyukainya?”
Aoi mengangkat alis dan menatap Riyu dengan tajam. Dia tampak akan segera menghajar Riyu jika dia tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.
Di sisi Riyu, dia merasa bahwa ini tampaknya tidak asing. Dia tidak bisa tidak memikirkan bagaimana dia terlihat mirip dengan Scarlet khususnya karena dia mengendalikan tubuh Scarlet.
‘Yah lagipula, mereka saudari kembar.’
“Ah, tidak, bukan itu. Aoi senpai tampaknya berpengalaman dalam hal itu apa kamu-.”
“Hmp, itu ciuman pertamaku.”
“Be-begitukah”
“Ya, tapi itu pembicaraan lain. Sekali lagi, ketika aku menciummu aku bisa merasakan bahwa aku memiliki lebih banyak energi untuk mengendalikan kesadaran Scarlet dan saat ini aku menggunakan energi itu untuk bertemu denganmu karena sepertinya mereka menggunakan tubuhku untuk melakukan sesuatu yang buruk pada Scarlet.”
Aura seperti api hitam muncul di sekeliling tubuh Aoi dan mata Crimsonnya berubah menjadi hitam. Dia tampaknya tidak bisa menyembunyikan kemarahannya. Seolah dia ingin membakar musuhnya menjadi abu saat itu juga.
__ADS_1