
Sho dan Shio berubah menjadi lebih serius.
Aku bisa sedikit memahami mengapa mereka menjadi seperti itu, mengingat bahwa riset ibuku merupakan harapan terbesar mereka. Tapi tetap saja, apa mereka tidak terlalu serius?
“Nah, tidak perlu tegang. Sekarang, aku mempunyai akses untuk mendapatkannya, dan melihat perkembanganmu, aku akan memberikannya kepadamu besok. Tapi, seperti yang kakekku katakan, kau harus bertemu dengannya terlebih dahulu untuk memenuhi syarat sesuai pesan yang ditinggalkan oleh ibuku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu. Jadi persiapkan dirimu sebaik mungkin.”
“Aku mengerti.”
Saat aku memutuskan untuk memberikan hasil penelitian ibuku kepada Sho, aku memberitahukan hal itu kepada kakekku. Bukan hanya meminta persetujuannya, tapi untuk menanyakan dimana ibuku meletakan hasil penelitiannya, bagaimanapun dialah yang lebih tahu.
Nah, setelah aku memberitahukannya tentang hal itu, dia berkata bahwa penelitian itu tersimpan di sebuah tempat yang akan aku ketahui.
Jujur, aku sebenarnya tidak mengerti apa yang dia katakan pada saat itu, tetapi karena dia memberitahuku tentang hal itu, artinya tidak ada alasan untukku untuk tidak mempercayainya.
Dan itu diperkuat ketika dia mengatakan bahwa ketika aku sudah mengerti apa yang dia katakan, aku harus membawa Sho datang kepadanya untuk mengetahui apakah dia adalah orang yang pantas menerima riset itu atau tidak.
Dan baru kemarin aku mengerti apa yang dikatakan oleh kakekku.
Setelah dipikir-pikir lagi, bukankah dia mengatakan hal itu seolah dia sudah mengetahui semuanya dan tahu bahwa cepat atau lambat hal itu akan terjadi.
Memikirkan itu membuatku berpikir bahwa semua orang di keluarga ku kebanyakan tidak normal.
Termasuk aku?
Haha, Anda bercanda bukan. Kan?
“Apa ini akan baik-baik saja?”
Shio yang berkata dengan ragu, kurasa dia cukup khawatir dengan kakaknya. Yah, itu normal kurasa.
__ADS_1
“Tentu, ini bukan berarti Sho akan menghadapi ujian hidup dan mati atau sesuatu seperti itu. Selain itu, kemampuan kakakmu bisa dikatakan sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Dia mungkin dokter ditingkat ahli termuda yang pernah ada. Dengan kemampuan sekelas itu, tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan.”
Namun, itu hanya jika ujiannya adalah kemampuan. Jika itu hal lain, aku tidak tahu apakah Sho akan bisa mampu melakukannya atau tidak. Dan tampaknya Sho juga mengerti hal itu, sehingga dia hanya diam.
Nah, aku berkata seperti itu khusus untuk menghibur Shio yang terlihat khawatir.
“Tidak perlu khawatir, aku akan memenuhi Syarat Tuan Akahasa.”
….
Setelah aku selesai berbicara dengan Sho, aku dan Shio pergi ke sekolah sedangkan Sho pada dasarnya telah mengambil Cuti dan hanya akan pergi jika ada sesuatu yang benar-benar penting dan mengingat bahwa dia akan pergi untuk mengunjungi kakekku, dia sudah bersiap untuk pergi.
Untukku sendiri, yah, tidak ada apapun yang menarik untuk diceritakan selain waktuku bersama Mei dan beberapa kali aku mencoba untuk menggoda senpaiku yang menakutkan, tetapi cantik. Yah, meski beberapa pukulan tidak bisa dihindari, tetapi itu sebanding.
Uh, aku bukan seorang M oke.
…
Aku membuka bar sistemku kemudian melihat sesuatu yang pernah membuatku sedikit bingung.
> Status Sistem
> Status User
> Toko
> Ruangan
[ Ruangan 1 ]
__ADS_1
> Misi
Aku melihat Fitur Ruangan dimana salah satu ruangan sudah bisa diakses saat itulah aku mengerti.
‘Berpikir bahwa aku bisa memasuki ruang rahasia setelah sistemku naik. Aku jadi bertanya-tanya apakah semua pewaris keluarga akahasa sama sepertiku? Apakah mereka mengetahui sesuatu tentang Seres?’
[ Tidak ]
‘Oh, akhirnya anda mau berbicara. Jadi bisakah Anda menjelaskannya?”
[ Tuan tidak perlu cemburu, yang mengetahui ku hanya Anda dan orang tua Anda. Sedangkan yang lainnya mungkin mengetahui sesuatu tentang sistem, tetapi tidak secara lengkap. Sedangkan bagaimana mereka bisa memasuki ruangan. itu dinilai berdasarkan energi yang mereka miliki. Jika mereka memenuhi syarat, maka salah satu pola itu akan bercahaya. ]
‘jadi gitu. Aku mengerti.’
Jadi intinya aku hanya harus memiliki jumlah energi yang memenuhi syarat agar aku bisa membuka ruangan lainnya. Yah, masih ada yang membuatku bingung, tapi mari kita pikirkan itu lain kali.
Jadi, apakah aku hanya perlu memasukan energiku pada pola bercahaya ini? Nah, mari kita coba.
Aku memasukan energi luar angkasa ku pada kubus yang ada di tanganku, memfokuskannya pada pola yang bercahaya.
“Ugh.”
Aku tidak pernah berpikir bahwa energiku akan diserap sebanyak ini. Aku mengerti sekarang kenapa aku harus memenuhi syarat terlebih dahulu.
Saat energiku terserap oleh kubus, aku merasakan perubahan drastis di sekitarku. Hukum ruang di sekitarku mulai berfluktuasi, lalu seketika aku dipindahkan ke suatu ruangan yang sangat luas.
“Ugh, aku sedikit pusing.”
Aku merasa sangat pusing sehingga untuk beberapa saat aku memejamkan mataku. Setelah aku tenang, aku membuka mataku dan melihat sesuatu yang luar biasa.
__ADS_1
“Ini…”