
“Tuan, Anda sebaiknya cepat mengecek status Anda.”
Suara Seres terdengar di pikirkanku.
Jujur saja, dia sedikit mengganggu suasana romantis ku. Apa dia cemburu atau apa? Tampaknya aku harus memperlakukannya sebagai seorang wanita mulai sekarang.
“Ayolah Seres jangan di saat seperti ini. Apa kamu cemburu karena Maya menciumku?”
Aku menggoda sistemku? Terlihat seperti itu bagimu? Yah, memang seperti itu. Lagi pula aku tidak bisa menolak untuk menggoda sistem yang memiliki suara lembut seperti seorang istri yang patuh.
“Hmp, aku tidak cemburu. Aku hanya sistem.”
Seres berkata dengan kesal.
Aku bisa membayangkan bahwa dia sedang menggembungkan pipinya agar terlihat imut.
Tapi, entah kenapa, dalam bayanganku aku melihat seorang wanita cantik yang terlihat seperti seorang ratu, duduk di singgasana dan berusaha terlihat imut. Itu pemandangan yang bagus menurutku.
"Begitukah? Tapi kenapa nada bicaramu terdengar seperti kamu sedang cemburu."
Aku terus menggoda sistemku. Aku pikir menyenangkan untuk menggodanya seperti ini. Yah aku akan memikirkan untuk menggodanya setiap hari.
"Aku tidak. Pokoknya Aku tidak akan peduli padamu lagi."
[ Seres tidak bisa dihubungi saat ini ]
Dia benar-benar berbeda dari yang aku bayangkan. Dia tampak lebih seperti makhluk hidup.
“Sungguh, sistem yang aneh.”
Aku bergumam.
“Kamu mengatakan sesuatu?”
Maya berkata kepadaku yang sebelumnya mengatakan sesuatu dengan pelan.
"Tidak. Aku baru saja mengatakan bahwa kamu sangat cantik. Aku sangat beruntung bisa merasakan ciuman dari wanita cantik sepertimu."
“Mulut yang manis.”
Maya mencubit pipiku dengan lembut kemudian terkekeh mendengar kata-kataku. Tapi cubitan lembut yang sebelumnya lembut berubah menjadi lebih keras hingga akhirnya.
“Aduh.”
Dia mencubitku dengan keras. Aku pikir dia sedang bercanda denganku, tapi ternyata tidak. Dari ekspresinya dia sepertinya dikejutkan oleh sesuatu.
“Itu sakit. Mengapa kamu mencubitku seperti itu?”
Aku berkata sambil menggosok pipiku beberapa kali.: Tapi sebelum Maya menjawab, sebuah layar hologram muncul di depanku.
[ Misi Darurat : Membasmi Eternite ]
[ Rank : A ]
[ Hadiah : 1.000 Poin Pengalaman + 100.000 Koin Toko ]
__ADS_1
[ Kegagalan : 5 persen penduduk Kota Yozora terbunuh ]
Aku cukup terkejut dengan misi yang tiba-tiba datang. Aku tidak memperdulikan hadiahnya, kegagalan dari misi ini cukup menakutkan.
‘Apa maksudmu dengan seperempat penduduk kota akan terbunuh? Dan dimana aku bisa menemukan Eternite?’
Aku berkata dengan bingung dan penuh ketidakpercayaan.
(Badump)
Tiba-tiba, aku merasakan aura aneh.
Itu datang dari jarak yang cukup jauh, tetapi juga cukup dekat untuk sampai ke sini dalam waktu satu jam.
Aku pernah merasakan perasaan ini sebelumnya. Itu adalah ketika aku melihat Eternite untuk pertama kalinya.
Jika perasaanku benar, ini adalah situasi yang sangat buruk.
“Riyu….”
Tampaknya Maya sudah merasakan keberadaan Eternite lebih dulu dariku. Itu tidak aneh karena dia adalah Ruler.
Dia tampaknya mengetahui bahwa aku juga merasakannya setelah ekspresiku berubah menjadi serius.
“Aku tahu.”
Aku menganggukan kepala, mengkonfirmasi bahwa aku juga merasakan keberadaan Eternite.
”Maya, tolong tetap di sini, lindungi penduduk kota. Jika ada Eternite yang berhasil lolos aku akan menyerahkannya padamu.”
Aku berkata pada Maya
“Tidak, aku akan ikut.”
Maya berkata dengan tegas.
Dia tampaknya khawatir denganku.
Yah, itu memang wajar mengingat bahwa ini adalah pertama kalinya aku akan bertarung dengan Eternite.
Meskipun aku sering melakukannya di dalam simulasi, tetapi suasana simulasi dan kenyataan akan berbeda.
Tapi membawa Maya tidak mungkin. Bukannya aku mengkhawatirkannya, bagaimanapun juga dia cukup kuat untuk membunuh monster-monster itu dengan mudah. Ada alasan lain mengapa aku tidak bisa membawa Maya.
"Itu tidak mungkin. Jangan lupa bahwa mereka bisa saja merasakan kehadiranmu. Beresiko jika kamu bertarung di dekat retakan. Energimu mungkin bocor dan dirasakan oleh mereka."
Maya kuat, dalam hal kekuatan dia bisa berada pada level S+ dan itu dalam kondisinya yang masih tersegel.
Namun, untuk bertarung dia memiliki keterbatasan. Jika dia terlalu banyak mengeluarkan energinya, dia bisa membuat Ruler lain merasakan keberadaannya.
Dan jika itu terjadi, Ruler lain bisa saja datang ke bumi dan mencoba membunuhnya karena dia dianggap berkhianat.
Ada juga hal lain yang bisa membuat keberadaannya terungkap, yaitu ketika dia bertarung cukup dekat dengan pusat retakan. Bagaimanapun, pusat retakan adalah penghubung antara monster dan bumi.
“Aku bisa bertarung tanpa menggunakan Energiku.”
__ADS_1
Maya tidak menyerah untuk ikut denganku.
Sejujurnya aku merasakan perasaan hangat. Tapi akan sangat berbahaya jika dia bertarung tanpa energinya. Jadi benar-benar tidak mungkin untuk membawanya.
“Itu tetap tidak mungkin. Cara bertarungmu tidak cocok tanpa menggunakan energimu. Jadi tetap di kota, aku akan pergi sendiri.”
Maya hanya bisa menggigit bibirnya sebagai jawaban. Dia cukup berat untuk mengijinkan Riyu pergi.
“Tidak apa-apa. Kemungkinan retakan itu cukup kecil. Mungkin sama dengan yang ada di berita. Lagipula aku sudah berlatih cukup lama, ini waktunya merasakan pertempuran secara langsung.”
Agar tidak membuatnya khawatir, aku menjelaskan bahwa kemungkinan itu adalah retakan kecil sehingga aku menanganinya dengan mudah.
Aku juga memberitahunya bahwa aku sudah berlatih keras dan inilah waktunya untuk memiliki pengalaman nyata.
Tentu saja untuk kalimat pertama, itu bohong. Aku merasa bahwa itu bukanlah retakan biasa.
“....”
Maya tidak menjawab.
Dia tampaknya benar-benar mengkhawatirkanku. Dia sangat enggan untuk membiarkanku pergi sendiri.
Tapi aku harus cepat pergi. Akan sangat beresiko membiarkan retakan itu terus ada. Selain itu, misi dari sistem benar-benar membuatku khawatir.
‘Apa ini caramu untuk membalas leluconku?’
Aku berkata pada sistemku
[Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan. Selain itu, aku sudah mengingatkan untuk memeriksa status Anda]
Entah apa yang terjadi, tapi sistem tampaknya menjadi lebih berani. Dia tampaknya masih marah karena aku menggodanya.
‘Sigh.”
Aku hanya bisa menghela napas menerima nasibku.
Kembali lagi pada dunia nyata.
“Maya.”
Aku berkata dengan pelan, membujuknya untuk mengijinkan ku pergi.
"Oke. Tapi jangan memaksakan diri terlalu keras. Pergi ketika kamu tidak bisa mengatasinya. Tidak apa-apa jika monster itu datang ke kota, aku bisa mengatasinya."
Aku tersenyum mendengar perkataannya. Aku mendekat ke depan dan mencium bibirnya. Dia tidak melawan, malahan dia membalas ciumanku. Itu hanya berlangsung sesaat karena situasinya sedang terburu-buru.
"Tidak perlu khawatir. Aku masih ingin menikahimu di masa depan.."
“Bagus.”
Maya tersenyum mendengar jawabanku.
Aku berbalik untuk pergi ke pusat retakan.
Meskipun terbatas, sedikitnya ku bisa menggunakan energi luar angkasa ku untuk sampai ke sana lebih cepat.
__ADS_1
{Melihat bahwa Riyu sudah pergi, Maya hanya menatap arah yang dituju Riyu, yaitu hutan dengan pepohonan yang cukup.}
“Tolong kembali dengan selamat, Riyu Kecil.”