Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
CH 65 - Jawaban Scarlet


__ADS_3

Riyu membawa Scarlet ke sebuah kursi panjang.karena dia masih tidak bisa berjalan dengan kedua kakinya. Ia sempat mencoba berjalan sendiri yang akhirnya ditangkap oleh Riyu dengan cara yang sama. Hanya saja, kali ini Scarlett menyerah untuk di bawa oleh Riyu.


Selain berniat untuk membuat Scarlet beristirahat, Riyu juga berniat untuk menyembuhkan kakinya.


Meskipun dia tahu bahwa itu akan sembuh dengan cepat, itu masih memerlukan waktu. Dan untungnya dia mempunyai energi cahaya untuk mempercepat hal itu.


Bagi Scarlet sendiri, itu benar-benar kecerobohan. Dia mengutuk dirinya sendiri karena terkejut dengan perkataan Riyu, dan hasilnya dia melakukan kecerobohan seperti itu. Itu juga mungkin terjadi karena dia melepaskan kewaspadaannya sehingga dia tidak siap dengan pertanyaan Riyu.


Tapi yang membuatnya semakin mengutuk dirinya sendiri adalah apa yang terjadi setelah itu. Memikirkan bahwa dia mencium muridnya sendiri.. itu membuatnya tersipu. Pertama mungkin kecelakaan, tapi yang kedua... memikirkan hal itu membuat Scarlet lebih tersipu.


‘Apa yang kamu pikirkan Scarlet, dia adalah muridmu, ingat itu.’


“Berhentilah berpikir terlalu banyak Senpai.”


Riyu berkata padanya setelah dia melihat ekspresi Scarlet yang berubah-ubah.


“Hmph, apa yang menurutmu aku pikirkan. Wanita dewasa sepertiku tidak mungkin terpengaruh dengan apa yang terjadi sebelumnya.”


“Tapi, aku tidak mengatakan itu senpai.”


“Di-diam. Dan panggil aku sensei.”


"Baik, baik. Itu hanya lebih cepat. Bagaimanapun, aku akan segera lulus sebagai muridmu, dan setelah itu, aku bisa memanggilmu sesukaku."


Sebelum Scarlet bisa membalas, Riyu sudah bergerak untuk menyembuhkan kakinya.


“Aku akan mengobatimu sekarang.”


Riyu meletakan dua jari kanannya pada kaki Scarlet kemudian mengeluarkan energi cahayanya untuk menyembuhkan kakinya.


>Heal<


“Tunggu, Uh.”

__ADS_1


Scarlet tidak memiliki waktu untuk menolak penyembuhan Riyu karena Riyu sudah meletakan dua jarinya pada kaki Scarlet, serta mengeluarkan energi cahaya untuk menyembuhkannya.


Scarlet dengan cepat merasakan bagaimana kondisinya.


Rasa sakit yang sebelumnya masih sedikit terasa, sekarang menghilang sepenuhnya dalam beberapa detik seolah-olah itu belum pernah ada sebelumnya.


Sebaliknya, dia malah merasakan kehangatan dan sesuatu yang menyegarkan menyebar dari kakinya ke seluruh tubuhnya.


“Energi ini… Cahaya? Aku cukup bingung, sejak kapan keluargamu memiliki energi seperti itu?”


“Kau mengenal itu?"


"Yah, aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu tentang itu, senpai. Tapi mungkin kamu harus tahu bahwa hanya beberapa orang mengetahui hal ini, jadi saya akan berterimakasih jika Anda bisa merahasiakannya."


"Aku tahu."


Scarlet mengagguk, mengerti bahwa itu adalah rahasianya. Dia juga hanya sedikit menjelaskan tentang energi Riyu saat menulis laporan kepada ETER Union.


"Ngomong-ngomong. Itu mengingatkanku, Anda masih belum menjawab pertanyaanku, kan?"


Riyu mencoba bertanya kembali tentang mengapa Scarlet ada di Sekolah Yozora, bukan berada di markas ETER Union. Lagipula, seharusnya orang seperti dia akan dilatih dengan sumber daya yang melimpah di sana.


Mendengar pertanyaan Riyu, kali ini Scarlet menghela napas dan tidak tahu harus berkata apa.


Dia berpikir apakah dia akan menceritakan kisahnya padanya atau tidak.


“Sebelum aku menjawab, katakan padaku terlebih dahulu, sejak kapan kamu mengetahuinya?”


Scarlet berpikir untuk mencari tahu terlebih dahulu mengapa Riyu bisa mengetahui identitasnya. Jika itu saat Pristiwa Space Crack, apa itu karena topengnya tidak berpengaruh pada Riyu? Lagipula topeng itu bukan artefak biasa.


“Hmmm (berpikir). Jika Anda bertanya tentang kecurigaan, itu mungkin saat awal pertama ku masuk ke sekolah ini. Tapi itu hanya sekedar pikiranku saat itu. Karena ada 75 persen pikiranku salah. Tapi, jika kamu bertanya tentang kapan aku memastikan kecurigaanku, maka itu saat peristiwa itu terjadi.”


Riyu menjelaskan.

__ADS_1


Sebenarnya ada beberapa hal yang tidak dijelaskan oleh Riyu. Dimana dia memang meliha status Scarlet saat dia memakai topeng, tapi saat itu dia masih yakin 99 persen, tetapi ketika Riyu memasuki mimpinya dia saat itu 100 persen yakin tentang identitas Scarlet.


“Begitukah, jadi pada saat itu. Seperti yang diharapkan dari dewi Amaterasu.”


Scarlet merenung dan diakhiri dengan terkekeh kecil ketika mengingat julukan Riyu di dunia Virtual.


“Ugh. Setidaknya hilangkan kata dewi itu.”


“Hahaha. Itu nama panggilan yang keren, kau tahu.”


Scarlet tertawa riang saat Riyu terlihat pahit dengan julukannya. Dia puas dengan ekspresi pahit Riyu. Setelah semua, dia merasa dirugikan sebelumnya,


“Berhenti tertawa dan jawab pertanyaanku senpai.”


“Maaf..maaf. hanya saja aku tidak bisa melupakan apa yang orang bicarakan tentangmu di Dunia Virtual.”


Scarlet berhenti tertawa setelah dia menghilangkan air di matanya.


“Uh.”


“Yah, ini adalah cerita panjang jadi dengarkan baik-baik.”


Saat itulah, Scarlet mulai menceritakan sedikit kisahnya.


__


Penulis : Yah, tenang saja tidak akan flasback. di CH selanjutnya.


__


Salah satu yang kurang memotivasi saya adalah kekurangan popularitas novel ini. Jadi dengan dukungan Anda, novel ini mungkin akan terus dibuat secara konsisten.


Jadi mohon dukungannya

__ADS_1


__ADS_2