Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
Bab 79 - Penjelasan dan Mendorong ke Belakang


__ADS_3

Dalam kemarahan, titik api hitam mulai bermunculan di sekitar tubuh Aoi. Dan Riyu yang melihat hal itu menepuk pundaknya untuk menyadarkannya.


“Tenanglah.”


“???”


Karena tepukannya, mata Aoi kembali normal. Dan setelah itu, dia mulai menyadari bahwa dia telah kehilangan kendali atas kekuatannya.


“Ugh, maaf, aku tidak bisa mengendalikan energiku.”


Riyu menganggukkan kepalanya lalu menatap mata Aoi dengan serius setelah melihat api hitam miliknya.


“Ngomong-ngomong Aoi senpai, tentang apimu itu. Apa kamu bisa mengendalikannya?”


Aoi memiringkan kepalanya, tidak tahu kenapa Riyu menanyakan hal itu padanya.


“Ya, tentu saja. Meskipun terkadang sulit untuk dikendalikan, ini tidak seperti bagaimana Scarlet kehilangan kendali atas energinya.”


“Begitukah.”


Riyu berpikir terlebih dahulu sebelum dia melanjutkan perkataannya.


“Apa kamu ada hubungannya dengan mengapa Scarlet bisa kehilangan kendali atas tubuhnya?”


Aoi agak sedikit terkejut dengan pertanyaannya. Mengapa dia bisa menyimpulkan bahwa itu ada hubungannya dengan dia. Meskipun Scarlet telah  menceritakan tentang beberapa hal, itu seharusnya tidak sampai membuatnya sampai mencurigainya.


“Oh. Kau mencurigaiku?”


Riyu menggelengkan kepala.


“Aku hanya bertanya. Bagaimanapun aku pernah melihat api hitam seperti itu ketika Scarlet kehilangan kendali.”


“?”


Aoi mengangkat alis dan tidak memahami apa yang dimaksud Riyu. Dia tidak tahu kapan Riyu melihat Scarlet mengeluarkan api hitam saat dia kehilangan kendali. Seharusnya itu hanya pernah dilihat oleh beberapa orang saja.


“Hah. Itu memang ada hubungannya denganku, tetapi disaat yang sama juga tidak. Sejak awal, energi Scarlet memang sulit untuk dikendalikan karena itu bukanlah energi miliknya sendiri. Aku tidak akan menjelaskannya secara detail, tetapi kecuali kejadian itu, aku tidak membuat Scarlet kehilangan kendalinya.”


“Hmm?”


Scarlet melangkahkan kakinya pada kursi panjang yang ada di ruangan itu kemudian duduk dengan anggun. Dia melihat ke samping, seolah sedang memikirkan kejadian tertentu,


“Hah. Kau tahu, suatu hari, ada seorang pria yang ingin melakukan sesuatu yang buruk kepada Scarlet. Karena suatu obat, Scarlet tidak bisa bangun untuk beberapa jam. Jadi, saat itu aku menggunakan sebagian energiku untuk melepaskan beberapa segel yang harusnya menahan kekuatan Scarlet.”


“,...”


Riyu terdiam. Dia merasa seperti pukulan yang besar menghantamnya. Dia bisa tahu yang mungkin dimaksud oleh Aoi, dan memikirkan kejadian itu terjadi membuatnya tidak bisa menahan ekspresi dinginnya.


“Terkejut?”


Mengangguk.


“Apa orang itu masih hidup?”


Riyu berkata dengan dingin, berusaha untuk menahan auranya yang hampir bocor.


“Sayangnya Iya, aku tidak bisa melakukan sesuatu padanya saat itu karena sulit untuk mengendalikan tubuhnya saat energinya meluap.”

__ADS_1


Mendengar hal itu, kita tidak tahu apa yang coba dipikirkan oleh Riyu. Tapi yang pasti dia tidak akan membiarkan kejadian itu berlalu jika itu memang benar.


.


Setelah berhasil menenangkan diri, Riyu mulai duduk di dekatnya dan bertanya sekali lagi pada Aoi.


“Apa sebenarnya energi kalian?”


“... Itu cerita yang panjang.”


Aoi memejamkan matanya seolah sedang mengingat kembali kejadian di masa lalu. Dan setelah membuka matanya dia kemudian menjelaskan.


“Aku dan Scarlet pada awalnya memiliki energi yang sama, yaitu Elemen Api. Scarlet api berwarna Crimson dan aku api berwarna Biru. Saat itu, kami tidak tahu tentang keberadaan energi kami karena kami hanya hidup di panti asuhan yang tenang.”


“Namun, sejak kami dijadikan sebagai objek penelitian, kami memiliki energi lain, yaitu kegelapan. Dan kamu tahu dari mana energi itu berasal?”


“Pengguna energi lainnya.”


Riyu langsung menjawab pertanyaannya karena dia sedikit tahu tentang apa yang dilakukan beberapa orang gila itu.


Dia mendapatkan laporan dari beberapa orang di keluarganya mengenai apa yang telah dilakukan penelitian gila yang dulu dia hancurkan.


Dan salah satunya adalah tentang menggabungkan sumber energi pengguna lain dengan pengguna energi lainnya.


"Benar. Mereka menangkap beberapa pengguna lainnya dan memaksa kami untuk menerima sumber energi mereka. Aku tidak tahu berapa banyak orang yang mati karenanya. Namun, karena energi itu bukan milik kami, tentu saja sisa-sisa jiwa yang ada di sana seolah memiliki kehendak, dan ketika hal yang paling buruk terjadi, energi itulah yang akan mengendalikan kami.”


“....”


“Hanya ada tujuh dari kami yang berhasil selamat. Tetapi itupun hanya menyisakan beberapa orang karena kecelakaan di hari itu.”


Aoi mengingat kembali dimana teman-temannya berusaha menghadapi Eternite dengan kekuatan yang mereka dapatkan dari neraka itu.


“Awalnya aku pikir aku akan mati, tetapi salah satu temanku mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan jiwa kami dengan menggunakan seluruh kekuatannya untuk membakar tubuhku. Ajaibnya, itu tidak melukai tubuh kami melainkan memisahkan jiwa dan tubuh kami sehingga kami bisa menempati tubuh Scarlet, itu juga sekaligus membantunya menahan sisa-sisa jiwa lainnya yang tampak seperti sebuah segel.”


“Harusnya aku masih tertidur dan mengamati Scarlet dari dalam agar tidak membuat jiwa-jiwa itu gelisah, tetapi bajingan itu benar-benar memaksaku untuk melakukannya.”


Aoi mengepalkan tangannya memikirkan kejadian itu lagi.


Kejadian itu tidak hanya membuat Scarlet diusir, tetapi juga membuat sesuatu yang menahan kekuatan Scarlet menjadi longgar. Dan yang lebih parah, bajingan itu berhasil melarikan diri dan tidak terluka sedikitpun.


“Apa kalian masih ada di dalam tubuh senpai?”


Memahami ekspresi Aoi, Riyu mengalihkan topik pembicaraan agar Aoi tidak kehilangan kendali nya lagi.


“Mereka masih tertidur, tetapi itu lebih baik. Karena jika mereka keluar, itu artinya segel untuk menahan jiwa-jiwa itu sudah tidak mampu menahannya lagi.”


“Begitukah.”


Riyu memikirkan sesuatu sampai terkejut dengan sebuah kemungkinan yang membuatnya berkeringat.


"Apakah ada pria di antara kalian?"


‘Keceplosan.’


“Ptt, hahaha.“


Mendengar kekhawatiran Riyu, Aoi tertawa riang.

__ADS_1


“Ah. Perutku. Tenang saja, hanya kami para gadis yang jiwanya masih selamat.”


Aoi mendekati Riyu, mendekatkan bibirnya di dekat telinganya kemudian membisikan sesuatu.


“Dan mereka semua adalah gadis cantik.”


“Be-benarkah?”


Riru berkata dengan pelan seperti sedang berbisik.


“Ehem, -maksudku, apa yang Anda katakan Aoi senpai, saya sudah punya kekasih.”


“Heh… menurutmu apa yang aku katakan.”


Riyu menyadari bahwa tampaknya dia sedang di goda oleh Aoi.


‘Dia lumayan berbahaya. Yah, tidak ada satupun wanita yang tidak berbahaya di dalam hidupku.’


.


.


Aoi duduk di kasur Riyu kemudian menepuk-nepuk kasurnya seolah menyuruh Riyu untuk pergi ke sana.


“Ngomong-ngomong bukankah kamu akan mencoba mengendalikan kekuatan Scarlet? Bagaimana caranya?”


Mendengar hal itu.


Riyu memikirkan apa dia akan melanjutkan rencananya atau tidak.


Sebelumnya dia tidak memiliki beban untuk menjalankan rencananya, tetapi sekarang akan ada kemungkinan bahwa jiwa Aoi akan terpengaruh.


Riyu pindah kemudian menjelaskan apa yang dia rencanakan.


Aoi dengan serius mendengarkan dan kemudian menyetujui rencananya. Itu terjadi setelah mereka berdiskusi secara serius.


“Tunggu sebentar Aoi-senpai, apakan itu tidak apa-apa untuk tidak memberi tahu senpai? Dia akan senang jika mengetahui bahwa saudara perempuannya selamat dari kecelakaan itu.”


Aoi menggelengkan kepala.


Dia sudah memutuskan untuk tidak memberitahu Scarlet, bagaimanapun itu mungkin keputusan yang baik untuk masa depan.


“Ini bukan saatnya. Kami hanya akan memperhatikannya untuk saat ini. Keberadaan kami hanya akan mempengaruhi tujuannya. Lagi pula…”


*menggelengkan kepala*


“Yah, berhenti membicarakan saudariku. Bukankah kami memiliki urusan malam ini?”


“Apa maksud Anda, Aoi senpai. Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud.”


Riyu berpura-pura tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Aoi.


"Oh. Apakah Anda ingin berpura-pura menjadi pria yang baik dengan melupakan apa yang baru saja dikatakan wanita ini?


“Tu-tunggu Aoi senpai.”


Aoi menarik selimut dan mendorong Riyu ke belakang. Mereka berdua jatuh ke kasur bersama-sama, dan tentu saja Aoi dengan agresif mencium Riyu.

__ADS_1


Dan apa yang akan mereka lakukan? Yah, hanya tuhan dan penulisnya yang tahu.


__ADS_2