Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
Chapter 49 - Pertempuran 1


__ADS_3

Yo. Bertemu dengan saya kembali.


Saya tahu. Saya terlalu lama untuk mengupdate novel ini dan saya minta maaf. Sejujurnya, saya memiliki banyak hal di kehidupan nyata yang perlu saya fokuskan.


Apalagi saya tidak ingin terburu-buru seperti dulu untuk membangun chapter. Saya ingin membuat kata-kata yang mudah dipahami dan tidak canggung.


Saya kemungkinan akan merevisi beberapa hal juga di bab sebelumnya, tapi tenang saja, ceritanya akan sama.


Saya hanya akan mengubah beberapa hal yang tidak logis. Dan juga beberapa hal yang penyampaiannya tidak nyaman untuk dibaca.


Jika ada bab seperti itu, tolong beritahu saya. Saya masih pemula dalam menulis cerita.


Dan tenang saja saya tidak akan menjatuhkan novel ini, lagipula saya memiliki cerita awal dan akhir yang jelas. Hanya saja membangun kata-katanya cukup menyulitkan.


Terus dukung saya jika anda ingin updatenya lebih sering.


Selamat membaca.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di tengah hutan yang luas, pada malam yang cerah, Riyu, yang telah sampai di tempat tujuannya, hanya bisa diam menatap dengan takjub. Apa yang dilihatnya adalah retakan ruang yang tampak seperti retakan kaca.


Retakan itu berada di tengah hamparan rumput yang luas sehingga siapa pun bisa melihatnya dengan jelas bahkan dari atas sekalipun. Dan dilihat dari manapun itu bukan jenis retakan biasa karena energi yang dikeluarkannya sangat besar.


( Author : Retakan Ruang = Space Crark )


*


Oke, Kembali ke MC kita.


Riyu yang membeku sesaat tiba-tiba dikejutkan oleh energi yang dikeluarkan oleh Space Crack di depannya.


Dan tidak berselang lama, Space Crack itu hancur menjadi beberapa bagian kecil yang kemudian membuka sebuah lorong luar angkasa.


Berbagai monster, yang biasa kita sebagai Eternite, bermunculan dari lorong tersebut.


Eternite yang keluar memiliki tubuh yang terdiri dari energi berwarna cerah. Mereka juga memiliki pola bergaris di permukaan tubuhnya.


Umumnya pola bergaris itu mengarah pada inti core yang berada di salah satu bagian tubuhnya. Seolah-olah semua garis itu berasal dari inti core tersebut.


Namun tidak semua Eternite seperti itu, Inti batu dari Eternite yang lebih kuat biasanya lebih besar atau bahkan tersembunyi di dalam tubuhnya. Membuat mereka lebih sulit untuk dihadapi.


Dari deskripsi tersebut dapat dilihat bahwa Eternite tidak tersusun dari tulang dan daging, melainkan dari energi itu sendiri.


*


*Meraung*


Setelah keluar dari lorong hitam, salah satu Eternite mengeluarkan raungan keras, disusul dengan beberapa Eternite lain yang mengikutinya.


Eternite yang keluar dari lorong itu adalah 10. Itu tidak cukup untuk melukai Riyu. Namun ini masih gelombang pertama, akan ada gelombang lain sehingga situasi yang akan dihadapi Riyu tetap tidak baik.


“Sudah dimulai kah.”


Melihat pemandangan di depannya, Riyu sudah memperbaiki posisinya lalu menatap Eternite dengan serius. Riyu tidak ingin mengambil resiko jadi dia juga mengeluarkan pedang kesayangannya, yaitu [ Black Void Sword ] yang berwarna hitam pekat.


Jelas dia tidak ingin mati dan tidak boleh mati di sini. Lagi pula, dia punya 2 istri yang menunggunya pulang tanpa sehelai rambutpun yang hilang.


……


“GRRRR.”


Seolah mengetahui niat Riyu, Eternite menggeram padanya. Tampak mencoba memberitahunha bahwa mereka sedang marah. Namun itu hanya ditanggapi Riyu dengan sunyuman.


*Meraung*


Melihat bahwa Riyu malah mengejek mereka, Eternite kembali mengeluarkan energi yang lebih kuat sambil meraung dengan keras.

__ADS_1


Setelah itu mereka berlari yang ditanggapi Riyu dengan cara yang sama.


“Seres, aktifkan fitur apa saja yang bisa membantuku. Dan tolong amati ruang di sekitarku."


[ Dimengerti ]


[ Fitur Analisis Diaktifkan ]


[Fitur Peta Diaktifkan]


Seres menerima perintah Riyu kemudian mengaktifkan fitur analisis dan peta.


Tidak berselang lama, pupil mata Riyu yang berwarna aqua berubah menjadi lebih bercahaya. Itu terlihat seperti mata kucing yang bersinar di malam hari.


Eternite 1 : [ HP : 100% ]


Peta : [ Merah (Musuh), Hijau (User) ]


Riyu terkejut melihat Eternite memiliki bar status dan bar kesehatan (HP) berwarna hijau. Dia juga terkejut bisa melihat tipe dan kelas monster tersebut tanpa harus menganalisisnya.


Selain itu, ada juga peta transparan di sudut penglihatannya, memperlihatkan posisi dirinya dan 10 eternite yang ada di depannya.


Riyu terdiam untuk beberapa saat sampai dia tersenyum dan menggelengkan kepala. Dia berpikir bahwa ini menjadi lebih mirip seperti game yang sering dia mainkan. Sayang sekali dia tidak bisa bertanya lebih jauh karena situasinya.


‘Yah, setidaknya ini tidak buruk’


Riyu berkata di dalam hatinya sambil tersenyum.


Tidak dapat disangkal bahwa fitur seperti analisis sangat membantunya dalam pertempuran.


Pikirkan seperti ini. Jika Riyu mengetahui tipe Eternite tanpa harus menganalisanya sendiri maka dia bisa dengan cepat menentukan kelemahan dan teknik apa yang harus dia gunakan. Dia tidak perlu menggunakan teknik tingkat tinggi untuk hanya untuk membunuh monster lemah.


Selain itu, bar HP membantunya dalam mengatur stamina, energi, dan kekuatannya sehingga dalam pertempuran ia bisa bertarung lebih efisien.


Dan itu hanya sedikit dari banyaknya keuntungan dari fitur analisis.


Tanpa pikir panjang Riyu mulai menganalisis Eternite menggunakan mata barunya seolah-olah dia sudah tahubitu sebelumnya.


[ Tipe Eternite : Umum ]


[ Kelas : C+ ]


Muncul data hologram di samping Eternite yang dia analisis. Dan seperti yang diharapkan Eternite itu adalah Tipe Umum yang tidak memiliki skill atau kemampuan yang mencolok.


Riyu dengan cepat berada di depan salah satu Eternite. Menyiapkan pedangnya kemudian-


[ Teknik Pertama - Surashu]


Slash


80%


Bar HP Eternite turun karena tebasan tunggal Riyu.


Tapi itu tidak cukup jadi Riyu membuat beberapa gerakan lagi sambil terus menghindari serangan monster itu.


50%


30%


Slash


Riyu memotong Eternite menjadi 2 bagian.


Setelah monster itu mati, mayat monster itu diserap oleh inti batu yang berada di dahinya.


Riyu menangkap inti itu dan memasukkannya ke dalam penyimpanannya.

__ADS_1


Biasanya, seseorang harus menghancurkan inti batu terlebih dahulu untuk membunuh Eternite, kemudian mengumpulkan energinya menggunakan sebuah alat.


Namun itu tidak efisien dan Energi Eternite akan terbuang setengahnya. Oleh karena itu, keluarga Akahasa mengembangkan sebuah senjata yang cukup untuk membunuh Eternite tanpa kehilangan intinya.


Dan meskipun pedang Riyu bukanlah hasil penelitian keluarga Akahasa pada era saat ini, tetapi konsep dasarnya tetap sama malah kekuatannya lebih baik dari kebanyakan senjata yang dibuat keluarganya, dan itu bukan potensi penuhnya.








Setelah membunuh Eternite pertama. Riyu berhenti sejenak untuk mengatur beberapa hal.


Bagi Riyu, ini adalah pertama kalinya dia membunuh Eternite di dunia nyata. Dan dia sedikit terkejut bahwa dia tidak merasakan apapun ketika melakukan itu. Seolah-olah dia menggap Eternite bukan sebagai makhluk hidup.


Pikiran itu hanya berlangsung beberapa detik karena Eternite lain sudah mencoba menyerangnya dari belakang, memaksanya untuk keluar dari pikirannya.


*


Beberapa menit telah berlalu.


Riyu terus bertarung dengan monster lainnya, berusaha untuk membunuh mereka semua sebelum gelombang lainnya. Selain itu, dia juga sudah mulai menggunakan energi luar angkasanya. Dengan energinya itu dia menghilang kemudian muncul di dekat monster lain seperti berteleportasi.


Dan seperti itu terus, dia fokus pada pertempurannya tanpa menyadari bahwa seseorang telah mengamatinya dari kejauhan.


“Apa yang murid bermasalah itu lakukan di tempat ini!"


Scarlet berkata dengan penuh kekhawatiran sambil terus mengamati pertempuran Riyu.








Kembali ketika Scarlet tidak bisa tenang, dia pergi sendiri ke pusat Space Crack meskipun dilarang oleh atasannya berharap untuk menghentikan Space Crack sebelum menjadi lebih buruk.


Dia tahu bahwa Kota Yozora khususnya di bagian timur akan dalam bahaya jika Space Crack tidak segera diatasi.


Tidak ada waktu bagi semua penduduk untuk mengevakuasi diri sehingga jatuhnya korban tidak akan terhindarkan.


Ada pilihan untuk mempublikasikan berita itu sejak awal, tetapi itu hanya akan menyebabkan kekacauan. Sehingga diperlukan keamanan untuk mengevakuasi mereka secara langsung.


Dan itu cukup sulit terutama ketika ETER Union baru saja menemukan Space Crack setelah itu menjadi cukup besar untuk membuka lorong.


Itulah alasan mengapa Scarlett ada di sini saat ini mengamati Riyu. Dia sebenarnya ingin membantu, tetapi karena beberapa alasannya, kekuatannya tidak boleh digunakan atau itu akan semakin kacau.


Selain itu, tampaknya pusat sudah mengetahui tindakannya dan dia sudah diberi peringatan untuk tidak gegabah atau itu akan menjadi masalah besar baginya dan bagi orang disekitarnya.


...****************...


Salah satu yang melemahkan motivasi saya adalah kurangnya popularitas novel ini. Jadi dengan dukungan Anda, novel ini mungkin akan terus update secara konsisten.


Jadi mohon dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2