
Yo. Kembali lagi dengan saya. Yah tidak ada basa-basi selain meminta dukungannya.
Selamat Membaca
__
Segera setelah Riyu menyelesaikan pertempurannya, dia berbalik kemudian melihat Eternite hitam dengan beberapa fitur unik keluar dari portal Space Crack.
Itu memiliki 2 kaki dan 4 tangan dengan tangan yang meruncing tajam.
Kakinya tidak menyentuh tanah sehingga dia tampak seperti melayang di udara.
[ Tipe Eternite : Khusus ]
[ Kelas : A+ ]
Ketika Riyu menggunakan nya, dia terkejut dengan kelas monster itu.
“Mengapa monster seperti itu bisa bisa muncul di sini?”
Riyu berkata dengan tidak percaya.
Harap dicatat bahwa Eternite Kelas A+ ke atas hanya dapat muncul dari retakan besar atau Space Crack tingkat tinggi.
Alasannya jelas karena Space Crack tingkat rendah tidak akan sanggup untuk memindahkan Eternite selevel itu karena energinya yang terlalu besar.
Bahkan jika mungkin untuk membuat Space Crack tingkat menengah menjadi tingkat tinggi itu masih memerlukan waktu. Itu juga kenapa Space Crack harus segera ditutup, yaitu agar tidak berevolusi menjadi Space Crack yang lebih tinggi.
Tapi itu membutuhkan waktu untuk itu terjadi, dimana seharusnya ada beberapa jam sebelum Space Crack berevolusi.
Dan bahkan jika itu memang mungkin untuk mempersingkat waktu, maka seharusnya ada luapan energi yang besar dari Space Crack, tetapi Riyu sama sekali tidak merasakannya.
Mungkinkah Space Crack itu sebenarnya adalah Space Crack tingkat tinggi?
Jawabannya jelas tidak.
Seres tidak akan salah dalam menilai. Bahkan jika dia salah, dia akan memberitahu bahwa ada kemungkinan analisisnya salah.
Riyu juga berpikiran sama bahwa tidak mungkin seperti itu. Jelas dia sangat yakin dengan analisanya sendiri sehingga dia berpikir tidak akan salah dalam menilai level Space Crack.
Tapi tidak ada waktu untuk berpikir karena tiba-tiba Eternite hitam segera menyerang Riyu dengan menyemburkan energi gelap dari mulutnya.
Untungnya Riyu memiliki refleks yang bagus sehingga dia bisa menghindari serangan itu menggunakan miliknya, tetapi ketika dia muncul kembali, Eternite hitam itu tiba-tiba sudah berada di depannya dengan bola energi gelap di mulutnya.
*Swoosh*
“Argh.”
Riyu tidak bisa menghindari serangan Eternite sehingga dia terlempar jauh ke belakang dengan bola energi hitam yang mendorongnya. Dia terlempar jauh menuju salah satu pohon kemudian-
*ledakan*
*boom*
Riyu menabrak pohon sampai pohon itu roboh.
Untungnya dia masih sadar meski dia memiliki ekspresi kesakitan dan memiliki banyak luka ditubuhnya.
“Uhuk Uhuk” Riyu batuk darah.
Serangan Eternite hitam telah melukainya cukup serius.
__ADS_1
Namun dengan tubuhnya yang kuat dan energi cahaya yang mempercepat regenerasinya, dia masih mampu bertahan dari serangan itu.
Dia masih terpincang-pincang dan kesakitan ketika dia mencoba untuk bangun.
'Haruskah aku menggunakannya? Tapi aku masih tidak tahu cara mengendalikannya."
Riyu berpikir untuk menggunakan salah satu kartu as nya. Tapi dia berpikir dua kali karena memikirkan tentang resikonya.
Ada kemungkinan dia akan membayar harga yang mahal jika dia tidak dapat mengendalikan kekuatan dari kartu as miliknya.
Sayangnya, Eternite hitam tidak memberi Riyu kesempatan untuk berpikir karena itu sudah mencoba menyerang Riyu lagi.
‘Sial.’
Riyu tidak bisa tidak mengutuk tentang situasinya saat ini.
__
[ Flasback Sebentar - Satu Tahun yang Lalu ]
“Hah… Hah… Hah…”
Di Ruang Simulasi Riyu terbaring lemas di tanah.
Tubuhnya tidak bisa bergerak lagi dan matanya tertutup. Dia bahkan tidak memiliki kekuatan untuk membuka matanya.
"Riyu kecil, jangan gunakan kekuatan itu."
“Aku… Hah… tahu itu. Aku tidak cukup bodoh untuk menggunakan sesuatu yang tidak bisa aku kendalikan."
Maya mengangguk.
"Yah, siapa tahu, kamu mungkin akan menggunakan itu ketika seorang wanita dalam kesulitan."
“Yah, jika wanita itu kamu, aku pikir aku akan melakukannya.”
Riyu berkata dengan pelan. Tapi Maya masih bisa mendengarnya sehingga pipinya memerah karena malu.
__
'Aku tidak menyangka akan menggunakan kekuatan itu seperti ini. Setidaknya beri aku wanita untuk dilindungi agar aku bisa lebih bersemangat. Yah, bercanda.'
Riyu terkekeh ketika dia bercanda saat memikirkan percakapannya dengan Maya.
Namun yang tidak dia harapkan adalah seorang wanita benar-benar muncul. Wanita itu menggunakan topeng rubah jepang dengan baju merah bermotif api.
Dia berlari dan tampaknya berniat untuk menyerang Eternite hitam itu.
Riyu mengerutkan kening ketika dia melihat bahwa wanita itu akan menggunakan kekuatannya.
Dia mengerutkan kening karena dia melihat energi yang tidak terkendali di dalam tubuhnya dan bahkan itu sampai bocor keluar.
Jika wanita bertopeng itu sampai menggunakan kekuatannya, maka yang akan terjadi adalah masalah besar bagi dirinya sendiri.
Dan tidak hanya itu. Riyu memiliki perasaan bahwa ada kemungkinan akan terjadi masalah yang lebih buruk dari sekedar efek samping bagi wanita itu sendiri.
Meskipun Riyu sebenarnya juga tidak tahu apa itu, tapi itulah yang dikatakan perasaannya.
Itu juga yang memaksanya untuk segera mencegah wanita bertopeng untuk menggunakan kekuatannya atau dia dan wanita itu akan menyesalinya.
'Huh. Tolong. Saya hanya bercanda. Mengapa permintaanku benar-benar menjadi kenyataan.'
__ADS_1
Riyu dengan cepat memejam matanya kemudian setelah beberapa milidetik.
Dia membuka kembali matanya dengan perubahan yang sangat luar biasa.
Dia kemudian menghilang dan muncul kembali di depan wanita bertopeng itu, membuat wanita bertopeng itu menghentikan langkahnya karena terkejut.
Wanita itu melihat rambut, mata, aura, dan ekspresi Riyu berubah, hampir terlihat seolah - olah Riyu adalah orang yang baru.
Rambutnya berubah menjadi hitam keunguan.
Dan yang lebih menakjubkan dari itu adalah matanya yang benar-benar baru, yaitu pupil berbentuk bintang dengan deretan bintang kecil lainnya di matanya. Seolah-olah matanya membentuk alam semesta itu sendiri.
Dan tampaknya, baik rambut dan matanya tampak bercahaya di malam hari.
Tidak hanya itu, dia juga mengeluarkan aura putih-perak yang mendominasi. Itu sampai mendorong udara di sekitarnya keluar.
Ekspresi Riyu menjadi sangat tenang, seolah-olah tidak ada hal buruk yang akan terjadi selama dia ada di sana.
“Tenanglah. Jangan menggunakan kekuatanmu. Aku bisa menangani ini.”
Riyu berkata dengan tenang pada wanita bertopeng itu kemudian tanpa menunggu jawabannya, dia berbalik untuk melihat Eternite hitam yang tiba-tiba sudah ada di depannya dan mencoba untuk menyerangnya.
Ketika serangan Eternite itu hampir dekat, Riyu menghilang kemudian muncul di atasnya. Setelah itu, dia memukul Eternite Hitam itu.
*Boom*
Eternite itu menabrak tanah dengan keras.
Riyu tidak jatuh ke tanah, tetapi tetap melayang di udara seolah gravitasi bumi tidak menekannya sama sekali.
Dia melanjutkan serangannya dengan puluhan tebasan energi pedang yang dilapisi oleh energi luar angkasa.
Setelah serangan itu Asap dan debu menutupi Eternite hitam. Tapi serangan itu saja tidak cukup untuk membunuh Eternite.
Setelah serangan Riyu berakhir, Eternite melesat lurus ke arah Riyu seperti bintang jatuh.
Kemudian di udara, kita bisa melihat cahaya ungu hitam dan hitam gelap saling berbenturan satu sama lain menimbulkan gelombang energi di udara.
Kemudian cahaya gelap melesat ke bawah seperti meteor jatuh dan Riyu yang masih berada di udara, menyiapkan serangan terakhirnya.
Cahaya kuning melesat ke atas membentuk sebuah pedang kemudian Riyu mengayunkannya,
“Inilah akhirnya.”
*BOOM*
Ledakan besar terjadi.
Menghancurkan Eternite hitam itu menjadi partikel kecil.
“Masih ada sisa 1 Menit kurasa.”
Setelah pertempuran berakhir, Riyu menoleh ke suatu arah dan kemudian menyipitkan matanya.
_____
Salah satu yang melemahkan memotivasi saya adalah kekurangan popularitas novel ini. Jadi dengan dukungan Anda, novel ini mungkin akan terus diperbarui secara konsisten.
Jadi mohon dukungannya
__ADS_1