
Yo. Saya tampaknya melakukan kesalahan pada penyebutan Keluarga Kuro di Chapter 24 dengan menyebutnya sebagai keluarga Yami. Saya telah memperbaikinya dan jika ada kesalahan seperti itu mohon informasikan. Terimakasih atas dukungannya
Selamat membaca
__
Beberapa hari ini, aku mendapatkan perawatan dari Mei dan Maya. Mereka dengan penuh perhatian merawatku sampai aku pulih.
Aku juga sudah menyuruh Maya untuk melepaskan Yami dengan beberapa pertimbangan, tapi tampaknya dia tidak ingin melepaskan latihannya sehingga dia tidak mempunyai waktu untuk menemuiku. Dia juga tampaknya sedang izin dari sekolah selama seminggu karena latihannya. Dia tampak seperti ingin menghadapi perang atau sesuatu semacam itu.
Yah, jangan bahas orang itu.
Yang penting sekarang, aku sudah pulih 90 persen dan aku bisa melakukan aktivitas dengan normal.
__
Saat ini, dengan penuh kebahagiaan, aku berjalan menuju sekolah setelah sekian lama absen.
Tapi jangan salah paham.
Aku tersenyum bahagia seperti orang gila, itu karena aku mendapatkan apa yang aku inginkan dari toko senjata. Dengan senjata yang saya beli, saya bisa memperbaiki kekurangan saya.
Aku sudah mengujinya di ruang simulasi dan itu memang memuaskan.
Itulah mengapa aku tidak bisa tidak berhenti tersenyum.
"Riyu apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu masih sakit? Apakah mimpi itu masih mengganggu?"
Aku menoleh ke samping hanya untuk melihat Mei yang sedang berjalan di sampingku, dia bertanya padaku bagaimana keadaanku dengan prihatin.
[ Nama : Mei (???) ]
[ Kelas : B+ (??) ]
[ Energi : Petir (sementara) (???) ]
[ Hubungan : Kekasih (???) ]
__ADS_1
Aku melihat ke layar di sampingnya yang menunjukkan beberapa deskripsi tentang dirinya. Sepertinya kemampuan >analisis< ku tidak hanya bisa aku gunakan pada Eternite, tapi juga pada orang lain.
Tetapi. Ugh, entah kenapa aku lebih terkejut karena melihat statusnya daripada pertanyaannya sendiri. Padahal ini adalah kedua kalinya aku melihat statusnya itu dan aku masih terkejut.
Dia berkembang terlalu cepat. Asalkan kalian tahu, beberapa tahun lalu dia hanyalah gadis normal. Tapi sekarang dia sudah sekuat ini, bahkan kekuatannya hampir setara denganku yang sudah berlatih gila-gilaan selama bertahun-tahun.
Selain itu.
Ya, aku tahu yang kalian pikirkan, aku juga merasa aneh dengan semua tanda tanya itu. Dan sampai saat ini aku masih belum menemukan mengapa ada banyak tanda tanya itu. Tapi aku memutuskan untuk mencari tahu itu nanti.
Untuk saat ini mari kita fokus pada hal lain.
“Riyu Riyu, apakah kamu mendengarku? Tampaknya kamu memang masih sakit. Kita pulang, aku akan merawatmu lagi."
Mei menarik tanganku mengajakku untuk pulang setelah dia melihatku melamun karena melihat statusnya.
“Tidak Mei, aku baik-baik saja.”
Meski sempat tergoda untuk mendapatkan perawatan lembut darinya lagi, namun aku menolak karena aku masih harus sekolah. Apalagi beberapa bulan lagi kita akan lulus dari SMA.
“Kamu yakin?”
Aku mengangguk ringan.
Tapi Mei masih terlihat sedikit ragu.
“Lalu… mengapa kamu tersenyum sendiri di sepanjang jalan? Dan tampaknya sedang melamunkan sesuatu”
Eh? Ah… begitukah.
Mengerti dengan situasinya, aku menoleh untuk melihat tanganku kemudian bertindak seolah-olah aku ingin memegang sesuatu.
Setelah itu, sebuah trisula kecil muncul tiba-tiba di tanganku.
[ Trisula Bali ]
[ Kelas : Khusus (B) (dapat ditingkatkan) ]
__ADS_1
[ Deskripsi ]
> Trisula dengan mata tiga sebagai simbol kesatuan. Konon katanya itu dibuat atas dasar kehendak Tri Guna atau tiga sifat dasar manusia, yaitu sattvam, rajas, dan tamas.
> Kemampuan : Senjata kecil seukuran pisau dan seringan bulu. Memiliki tepi yang tajam dan memiliki afinitas yang baik dengan energi apa pun untuk memperkuat serangan.
Aku menatap Mei lagi kemudian berkata.
“Aku sedikit melamun karena ini.”
Aku menunjukan 2 trisula kecil, seukuran sebuah pisau. Itu berwarna emas dan perak dengan beberapa ukiran kuno di gagangnya.
“Apa itu?”
“Ini adalah trisula bali.”
“Trisula bali?”
“Benar. Itu adalah senjata tradisional dari Nusantara. Dibandingkan dengan trisula normal atau Trisula kelas mitos yang berada di Atlantis, trisula ini lebih kecil dan kelasnya hanya masuk pada kelas khusus.”
“Darimana kamu mendapatkannya?”
“Hadiah dari seseorang. Aku sangat membutuhkan ini untuk mengatasi kekuranganku dan akhirnya aku bisa mendapatkannya. Karena itu aku tidak berhenti tersenyum.”
“Begitu.... Um itu bagus untukmu.”
Mei mengerti dengan penjelasanku kemudian kita akhirnya bisa melanjutkan perjalan kita kembali.
Ngomong-ngomong, bagaimana menurutmu? Tentang senjata itu?
Tampak biasa?
Yah, memang trisula kecil ini cukup biasa melihat deskripsinya, tapi jangan salah. Afinitasnya dan ukurannya lah yang membuat senjata ini menjadi serbaguna setidaknya bagiku. Yah, aku akan menjelaskannya nanti karena kita akan segera sampai.
__
Salah satu yang kurang memotivasi saya adalah kekurangan popularitas novel ini. Jadi dengan dukungan Anda, novel ini mungkin akan terus diperbarui secara konsisten.
__ADS_1
Jadi mohon dukungannya