
[ Ruang Pelatihan, 1 Jam Kemudian ]
Mari flashback sebentar.
Apa yang kami lakukan selama 2 tahun ini?
Sederhana saja, aku, Mei dan Yami memiliki pelatihan yang cukup intens dalam hal pertempuran sedangkan Sho fokus pada ilmu pengobatannya. Untuk Shio aku tidak tahu.
Mari mulai dari Mei.
Pada awalnya aku mengajarkan beberapa teknik berpedang kepada Mei. Dan setelah dasarnya cukup, dia berlatih untuk meningkatkan kekuatan, reaksi, dan kelincahannya di ruang simulasi.
Dalam latihannya, dia sangat cepat untuk belajar, terutama dalam menggunakan Katana. Dia sama sepertiku yang tampaknya seolah-olah pernah menguasai katana sebelumnya.
Ketika aku bertanya, apakah dia pernah menggunakan Katana atau tidak, dia menjawab tidak. Tapi, dia merasa itu alami baginya seolah-olah dia pernah bertarung menggunakan Katana sebelumnya. Yah, aku hanya berasumsi bahwa dia adalah seorang jenius meskipun perasaanku mengatakan itu salah.
Saat aku merasakan energinya, aku mulai mengajari bagaimana cara menggunakannya. Dan dia dengan cepat beradaptasi meski kontrol dan jumlah energinya masih kurang.
Dengan bantuan Purple Lightning Sword, dia memiliki kecepatan yang sangat cepat. Mungkin sebanding dengan kecepatanku ketika aku tidak menggunakan energiku. Yah, itu luar biasa mengingat bahwa aku sudah berlatih cukup lama.
Energi petirnya memungkinkannya untuk melumpuhkan musuhnya. Dia juga bisa melepaskan energi, memusatkannya sehingga dia dapat memotong sesuatu dengan mudah.
Adapun Yami sendiri,
Dia sudah memiliki dasar bertarung sehingga aku menyuruhnya untuk berlatih di ruang simulasi (sendirian). Di sana dia bisa mengasah pengalamannya. Terkadang aku menghajar- ehem maksud melatihnya sendiri dan memberinya beberapa saran.
Aku memberi tahu keberadaan energi gelap yang dia miliki.
Pada awalnya, dia cukup terkejut. Setelah itu, dia tenang karena samar-samar dia juga pernah merasakan energi itu dari keluarganya. Alasan mengapa keluarganya tidak memberitahunya, mungkin karena belum waktunya.
Untuk Sho
Dia berlatih bertarung hanya sebentar karena dia sepenuhnya mempelajari pengobatan.
Selama satu tahun itu, aku mengetahui jenis energi apa yang dimilikinya. Dia memiliki jenis Energi Khusus, lebih tepatnya, jenis Energi Jiwa.
Seperti yang aku katakan, Energi Unik tidak mahakuasa. Hanya karena seseorang memiliki tipe Energi Jiwa, tidak berarti bahwa orang tersebut dapat memiliki kendali mutlak atas kehidupan atau jiwa orang lain.
Yah, aku tidak tahu jika itu ada di puncaknya, tetapi yang jelas, Sho hanya memiliki sedikit kendali atas energinya, setidaknya untuk saat ini.
Kemampuannya ada pada sesuatu yang sifatnya spiritual, seperti jiwa dan pikiran. Juga berpengaruh pada sesuatu yang sifatnya hidup seperti pada tumbuhan dan hewan. Dia mungkin bisa mengendalikan tumbuhan atau menjinakkan hewan dengan kekuatannya.
Dia menggunakannya terutama untuk pengobatan. Dia bisa mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga dia bisa membuat berbagai macam obat, baik sebagai penyembuhan atau untuk meningkatkan kekuatan.
Sho bukan dokter. Jika dalam medis dia akan disebut pharmacist, tetapi jika dalam novel dan game dia akan disebut sebagai alkemis. Mari kita sebut saja alkemis karena itu tampak lebih keren.
……
“Riyu, Kakak Maya menggertakku. Hiks.” Shio memeluk lenganku, mencoba untuk terlihat menyedihkan.
Yah, untuk malaikat jatuh ini, dia dilatih oleh Maya langsung.
Alasannya cukup jelas, mereka memiliki tipe energi yang sama, yaitu Cahaya. Aku tidak tahu apakah Maya juga mengajarkannya pertempuran, tetapi dari yang kulihat dia lebih melatihnya sebagai Support.
“Aku tidak bisa melakukan apa-apa bahkan jika kamu mengatakan itu padaku.”
Aku berkata dengan lelah pada Shio.
Aku tidak mencoba melepaskan diri darinya.
Karena aku menyukainya? Tidak, sebaliknya ini akan menjadi masalah bagiku.
Yah, alasan sebenarnya adalah karena perasaan dan tubuhku menyuruhku untuk tidak melakukannya.
Ini hanya alasan? Tolong percayalah padaku.
“Setidaknya bujuk dia untuk tidak terlalu keras. Hiks hiks.”
Shio mencoba untuk terlihat semakin menyedihkan..
“Hah...”
__ADS_1
Aku menghela napas kemudian menoleh ke arah Maya.
Coba tebak apa reaksinya?
Pipinya merona. Dia mencoba untuk tetap tenang dengan berbalik dan meninggalkan kami.
Apa dia malu? Entahlah.
Sejak saat aku memberinya luka, dia tiba-tiba berubah 180 derajat dengan menjadi seorang gadis pemalu.
Untuk wanita dewasa bersikap seperti itu, aku tidak tahu apa yang aku lakukan, jujur.
Ini tidak seperti dia memiliki sumpah untuk menikahi seseorang setelah mengalahkannya kan? Jelas tidak, karena aku hanya memberinya sedikit luka.
“Hebat, Riyu. Bagaimana kamu bisa membuat kakak Maya seperti itu? Apa yang kamu lakukan padanya?"
Shio berubah menjadi bersemangat. Dia mengajukan pertanyaan dengan rasa ingin tahu yang tinggi.
Kemana gadis yang menyedihkan tadi?
“Mungkinkah…”
Wajahnya semakin dekat denganku sehingga orang mungkin akan berpikir kami akan berciuman.
Sial, malaikat ini sudah benar-benar jatuh. Siapa yang telah membuatnya menjadi seperti ini?
“Aku, argh.”
Aku mengerang kesakitan.
Mengapa? Sudah jelas, petir ungu gelap menyambarku, membuatku lumpuh untuk beberapa saat.
Aku melihat ke arah Mei yang terlihat marah.
‘Sudah kuduga, akan menjadi seperti ini.’
……
……
“Sho ada yang ingin aku bicarakan.”
Aku menghampiri Sho yang sedang duduk dengan tenang, mengurus berbagai tanaman yang ada di depanya. Dia mungkin sedang mencoba meracik obat atau sesuatu seperti itu.
“?”
“Bisakah kamu mengirim energimu padaku?”
Aku bertanya padanya.
Aku ingin memastikan sesuatu tentang jiwaku.
Ini terkait dengan ingatanku sebelum aku berada di kehampaan. Hanya perasaanku saja, tetapi aku yakin ada rahasia besar tentang semua itu.
Jika memang ingatanku belum terhapus dari jiwaku, dan aku mempunyai kesempatan untuk memulihkannya, itu akan menjadi hal yang sangat bagus.
Apa hubungannya antara jiwa dan ingatan? Mungkin orang berpikir bahwa ingatan hanya berhubungan dengan otak, itu mungkin benar secara fisik, tetapi dalam konsep spirit, jiwa juga menyimpan ingatan, lebih tepatnya mencakup pikiran dan juga perasaan (kepribadian).
Yah, tidak perlu dipikirkan.
“Apa jiwamu memiliki masalah?”
“Bukan itu. Aku memiliki keadaan khusus. Ini mungkin terkait dengan pikiran dan jiwaku jadi aku pikir setidaknya energimu akan berpengaruh padaku.”
Aku memberinya alasan. Yah, itu tidak seperti aku berbohong atau apa karena aku memang memiliki keadaan khusus.
“Aku masih belum bisa mengendalikan energiku, jadi mungkin itu tidak akan berpengaruh banyak.”
Sho berkata sedikit ragu.
“Tidak masalah, kirim saja energimu padaku aku akan menangani sisanya.”
__ADS_1
“Baiklah.”
Energi berwarna abu-abu keluar dari tangan Sho kemudian datang ke arahku. Aku hanya menyerapnya kemudian memasukkannya pada jiwaku, berharap bahwa jiwaku akan menyerapnya dan memperbaiki diri jika itu rusak atau sejenisnya.
Aku hanya merasakan energi Sho datang kemudian tidak terjadi apapun. Bayangkan sebuah bola yang dikelilingi oleh energi, hanya berkumpul di sana, tanpa ada perubahan.
“?”
“Bagaimana?”
Aku bertanya pada Sho karena dia terlihat menyadari sesuatu.
"Ini aneh, aku tidak bisa berinteraksi dengan jiwamu sama sekali."
“Apa maksudmu?”
“Ketika aku mencoba berinteraksi dengan jiwa orang lain, setidaknya aku memiliki akses pada jiwa itu. Aku setidaknya bisa berinteraksi dan mempengaruhi jiwa itu. Jika dalam kasus tumbuhan, aku bahkan mungkin mengendalikannya karena jiwa mereka tidak hidup.”
“Lalu bagaimana dengan jiwaku?”
“Aku tidak memiliki akses sama sekali. Seolah-olah jiwamu tersegel atau tertutup rapat.”
“Jadi begitu.”
Aku mengerti apa yang dia katakan. Intinya jiwaku sama sekali tidak bisa diakses. Itu membuatku tidak tahu apakah ada masalah atau tidak.
“Aku ingin mencoba melihat jiwamu. Aku mungkin bisa mengerti sedikit apa yang terjadi.”
Sho meminta ijin padaku.
Aku berpikir sejenak. Ini bukan hal yang sepele mengingat jiwaku agak sedikit berbeda.
“Boleh saja. Tapi jika ada sesuatu yang aneh langsung tarik energimu. Jangan menundanya!”
Aku mencoba memperingatinya.
Aku tidak mengancamnya atau apa, hanya saja perasaanku mengatakan bahwa ini akan sedikit berbahaya baginya.
“Baik.”
Dia datang padaku, meletakkan jari telunjuknya pada keningku, kemudian energi yang sama sebelumnya datang secara langsung.
Dia memejamkan matanya. Setelah itu,
“Ugh.”
Sho menarik kembali energinya, kemudian dia memegang kepalanya, terlihat sedang pusing.
“Kamu baik - baik saja?”
“Aku baik-baik saja.”
Setelah Sho cukup tenang, aku mulai bertanya apa yang dia rasakan.
Dia mulai menjelaskan apa yang dia lihat dan rasakan. Hanya tidak ada informasi penting karena dia langsung menarik energinya.
Seperti yang dia katakan sebelumnya, ada sesuatu yang aneh di dalam jiwaku dan jika dia ingin melihat jiwaku, maka kemungkinan dia akan terluka parah.
“Baiklah, tidak perlu memikirkannya. Terimakasih telah mencoba membantuku.”
Aku pergi meninggalkan Sho di ruangannya.
Setelah melihat aku pergi, Sho bergumam,
“Apa itu tadi?”
……
……
Tanpa Riyu sadari, sebuah retakan kecil terjadi di jiwanya. Itu seperti ular yang ingin berganti kulit, hanya saja itu terjadi pada jiwanya. Apalagi retakannya sangat kecil sehingga siapa pun bisa mengabaikannya.
__ADS_1