Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
CH 58 - Hadiah


__ADS_3

Di pagi hari, aku bangun dengan cukup sehat.


Dan meskipun aku masih merasa sakit, aku tidak bisa menyembunyikan senyumku sekarang. Setelah semua, ini adalah waktu aku menerima hadiah dari semua rasa sakit yang aku alami.


“Seres, tunjukan statusku.”


> Status Sistem


[ Sistem : Level 1/10 ]


[ Koin Toko  : 110.000 Koin Toko  ]


> Status User


[ Nama : Akahasa Riru (???)  ]


[ Energi Utama : Chaos (Tersegel : 1/6), Energi Luar Angkasa, Kegelapan, Cahaya]


[ Kekuatan : A ]


[ J.Energi : A+ / EX+ (tersegel : 1/6) ]


[ Pengalaman : 1.000/10.000 ]


[ Senjata dan artefak : [ Black Void Sword  ]


[ Harem ] : Mei, Freya (Tunangan), Maya


> Toko


> Ruangan


> Misi


Oke, tampaknya ada beberapa hal yang mengejutkan di sini.


Untuk sistemku, yah, itu tampaknya cukup normal, tetapi tentang energiku. Memang, ibuku yang memberiku segel itu. Tapi, saya tidak ingat dia pernah mengatakan bagaimana cara melepas segelnya. Aku hanya ingat bahwa segel itu akan terlepas pada usia tertentu, setidaknya tidak secara bertahap seperti ini.


“Seres, kapan dan bagaimana segel terlepas?”


[ Jawab : Tampaknya itu ketika anda menggunakan *Infinity*. Anda menggunakan kekuatan Anda sampai batasnya dan secara tidak sadar memaksa salah satu segel untuk terbuka. Tapi, itu hanya bisa dilakukan satu kali karena segel lainnya tampaknya lebih kuat dari segel pertama. Selain itu, kekuatan Anda saat ini juga mempengaruhi terbukanya segel itu ]

__ADS_1


“Begitukah.”


Aku mengangguk mengerti.


Tampaknya hanya itu alasannya. Dulu aku menggunakan Infinity hanya di ruang simulasi. Sedangkan saat itu, aku benar-benar menggunakannya untuk bertarung ketika tubuhku sudah mencapai batasnya. Selain itu, kekuatanku juga mempengaruhi segelku.


Yah, itu baik karena jumlah energiku menjadi A+.


Pada dasarnya kebanyakan pejuang tidak dapat menaikan jumlah energinya. Tentu saja tidak semua karena beberapa orang unik atau mereka yang memiliki keberuntungan adalah pengecualian.


Tapi mari kita ubah ke topik lain.


Uh, aku tidak masalah dengan Mei dan Maya di daftar itu, tapi. Untuk wanita yang satunya lagi. Mengapa seres menuliskannya sebagai tunanganku? Hanya karena aku menerima Maya, bukan berarti aku akan menerimanya sebagai tunangankun kan? Setidaknya belum, kan?


Mengapa aku bertanya padamu? Bukankah kalian pendukungku?


Bukan?


“Seres, mengapa-”


[ Jawab : Anda belum menolak surat pertunangan keluarga Destin. Jadi sistem membaca itu sebagai tunangan Anda. ]


“Uh. Aku belum bertanya apa-apa. Yah, memang itu yang ingin aku tanyakan. Tapi tetap saja-”


Mengapa aku merasa bahwa dia tampaknya marah padaku, atau sesuatu semacam itu.


"Oke. Tidak perlu membahas itu, ayo lanjutkan ke acara Utama"


*Klik*


>Toko


Riyu menekan ikon toko kemudian penglihatannya berubah menjadi ruang 3 dimensi, seolah-olah dia sedang memakai perlengkapan VR atau memasuki ruangan simulasi.


“Oooh.”


___


Di belakang sebuah vila besar, terdapat danau kecil dengan air jernih disertai dengan berbagai macam hewan.


Di sisi daratan danau kecil, duduk seorang wanita cantik yang kecantikannya membuat orang tidak bisa tidak mengaguminya.

__ADS_1


Wanita itu tidak lain adalah Freya, yang mengamati sekeliling dengan matanya yang jernih dan indah. Dia memiliki senyum yang tidak bisa dia sembunyikan.


Jika mereka melihatnya tersenyum, mereka mungkin langsung membeku di tempat karena senyumannya tidak dapat dibandingkan dengan wanita tercantik sekalipun.


“Tampaknya dia sudah menerima hadiahnya. Aku ingin tahu bagaimana ekspresinya.”


“Apa yang sedang kamu gumamkan?”


Seorang lelaki muncul di samping Freya.


Pria itu tidak lain adalah Kepala Keluarga Destin saat ini yang juga Ayah Freya.


“Ayah?”


Freya berbalik kemudian melihat ayahnya yang sedang mengamati pemandangan sama sepertinya. Melihat itu, Freya kembali melihat pemandangan indah yang terbentang di depannya kemudian berkata.


“Aku hanya sedang memikirkannya. Aku tidak sabar untuk bertemu dengannya. Bagaimana keadaannya?”


"Anak itu? Yah, ia telah terbangun dari tidur panjangnya. Tapi mungkin wanita itu sudah memberitahumu tentang itu.”


Ayah Freya berkata.


Wanita yang dimaksud oleh Ayah Freya adalah Miko. Aneh memang untuk mendengarnya menyebutkan Miko seperti itu. Bahkan dia mengucapkannya dengan nada hormat.


Seolah-olah Ayah Freya menganggap Miko sebagai orang terhormat bahkan untuknya sebagai kepala keluarga Destin. Padahal Miko sendiri dianggap oleh orang lain sebagai bagian dari keluarga Destin karena memanggil Freya sebagai Ojo-sama, sama seperti mereka.


Freya menganggukan kepala atas apa yang ayahnya katakan.


“Yah, nikmati waktumu di sini, ayah hanya ingin melihat keadaanmu sebentar. Ada beberapa hal yang merepotkan karena bocah itu.”


“Um.”


__


Beberapa menit setelah Kepala Keluarga Destin berjalan, di sampai di Ruang Tamu, dia kemudian melihat seorang pria paruh baya sedang duduk di sana dengan secangkir kopi.


“Ah, kopi di sini memang yang terbaik. Aku harus membawanya lebih banyak lain kali. Bukan begitu, Destin Kecil? Karena tampaknya kau berhutang cukup banyak padaku."


Dari suaranya tidak salah lagi. Itu adalah kakek Riyu yang saat ini sedang mengunjungi Rumah keluarga destin. Kemungkinan dia sudah mengetahui tentang apa yang dilakukan oleh Kepala Keluarga Destin.


__

__ADS_1


Salah satu yang kurang memotivasi saya adalah kekurangan popularitas novel ini. Jadi dengan dukungan Anda, novel ini mungkin akan terus diperbarui secara konsisten.


Jadi mohon dukungannya


__ADS_2