
Di dalam ruangan dengan pelindung energi transparan, Maya duduk dan bersandar pada sesuatu yang mirip dengan kaca. Dia tampak menyedihkan dengan air mata di wajahnya.
“Guru… Hiks hiks hiks.”
Maya menangis karena dia mulai sedikit memahami situasinya.
Dia berpikir bahwa seseorang mungkin telah menyerang laboratorium ME, dan gurunya mencoba untuk melawan orang itu.
Gurunya mencoba untuk melindunginya dan kubus itu dari musuh yang menyerang. Terbukti dengan adanya suara ledakan yang bahkan membuat ruangan tempat Maya berada bergetar.
Biasanya gurunya tidak akan merasa terancam jika itu preman atau ******* biasa, jadi tidak perlu sampai mengurungnya seperti itu. Tetapi karena gurunya telah mengurungnya, itu hanya memiliki satu arti, musuhnya begitu kuat sehingga gurunya harus melakukan itu.
Apa yang tidak diketahui Maya adalah bahwa kurungan itu sebenarnya melindunginya lebih dari yang dia kira.
Pelindung energi transparan yang menyelubungi Maya mengisolasi semua jenis energi sehingga tidak ada energi yang bocor, baik itu energi kubus itu maupun energi Maya sendiri.
Mengapa Energi Maya harus diisolasi juga? Itu karena ada hubungannya dengan identitas asli Maya.
Jika energi Maya tidak diisolasi, energinya akan dirasakan oleh Ruler dari jarak yang sangat dekat, dan jika itu terjadi, konsekuensinya akan mengerikan terutama untuk Maya sendiri.
……
Kembali pada Maya
Di tempat itu, Maya sangat sedih karena guru dan pamannya mungkin sedang melawan musuh. Adapun dia tidak bisa melakukan apapun sama sekali.
Selain itu, dia juga sangat takut dengan kata-kata terakhir gurunya. Jika sesuatu terjadi pada gurunya…. Dia… Riyu…
Duk….
Duk…
Ruangan terus bergetar memberikan arti bahwa pertempuran masih berlangsung dan sangat sengit.
……
……
……
[ 1 Jam Kemudian ]
Suara pertempuran mulai berhenti menandakan bahwa pertarungan antara orang tua Riyu dan Ruler of Ice telah berakhir. Tidak ada yang tahu siapa yang menang karena di tempat Maya saat ini, hanya ada goncangan yang mulai mereda.
Maya mengusap pipinya dan mulai berdiri.
Dia kemudian melihat kubus aneh itu.
Kubus itu tidak lagi memancarkan cahaya dan energi yang tidak menyenangkan (setidaknya untuknya). Itu menjadi seperti kubus biasa kecuali pola ukiran yang cukup aneh dan misterius.
Sebelumnya, Maya merasa tidak nyaman saat berada di dekat kubus itu.
Dia entah bagaimana merasakan energi yang bisa mempengaruhinya sedemikian rupa sehingga bisa mengendalikannya tanpa dia sadari.
Maya mendekati kubus misterius itu lalu menyentuhnya, dan seketika kubus yang tadi melayang jatuh di tangannya.
(Pintu Baja MulaiTerbuka)
Terdengar suara pintu besi terbuka. Tidak berselang lama, pelindung energi transparan mulai memudar sehingga bisa dikatakan bahwa Maya bebas dan bisa pergi.
__ADS_1
Pintu yang terbuka, tidak ada hubungannya dengan apa yang dilakukan Maya. Itu hanya memiliki satu arti, pertempuran telah benar-benar berakhir dan Maya aman sekarang.
“Apa guru baik-baik saja.”
Maya dengan cepat memasukkan kubus ke dalam penyimpanannya lalu berlari keluar.
Meskipun Maya baru pertama kali memasuki tempat itu, dia hafal jalan keluarnya karena dia ingat jalan yang dia ambil saat berjalan bersama gurunya.
……
……
[ 10 Menit Kemudian }
“I-Ini…. Apa yang terjadi di sini?"
Maya keluar dari lab hanya untuk melihat es di mana-mana.
Ini seperti daratan itu sendiri berubah menjadi daratan es atau mungkin lebih tepat untuk mengatakan bahwa pulau tempat laboratorium ME berada telah berubah menjadi pulau es.
Ada gunung es yang hancur, tanda-tanda pertempuran, dan beberapa senjata berbentuk es yang sangat besar, hampir sebesar bukit.
“Guru....”
Maya melihat sekeliling terlihat khawatir.
“Guru tidak akan…”
Maya mulai berjalan mencari gurunya. Semakin jauh dia pergi, semakin buruk perasaannya. Dia terus berpikir bahwa mungkin saja sesuatu terjadi pada gurunya.
“Tidak… tidak mungkin.”
“GURU GURU.”
Maya berlari lebih cepat.
Dia juga mulai berteriak, berharap bahwa gurunya akan mendengarnya. Tapi tidak ada balasan, hanya ada suara uap dingin dari es yang ada di mana-mana.
Maya terus mencari sambil terus memanggil gurunya. Dia melihat jejak pertempuran yang menghancurkan, berbagai es besar hancur, bahkan es sebesar gunung tidak luput dari kehancuran.
Beberapa menit kemudian, Maya melihat jejak gurunya lalu dia mulai mengikuti jejak itu. Terkadang dia berhenti untuk melihat-lihat karena beberapa jejaknya sulit dilacak. Namun pada akhirnya ia menemukan tempat yang ia cari.
Maya tidak menemukan gurunya. Dia hanya melihat bekas darah kecil dan sobekan pada pakaian pamannya… Semakin dia memikirkan apa yang mungkin terjadi, semakin cepat dia bernafas sampai akhirnya dia tidak bisa menahan diri untuk tidak berbicara.
“Tidak mungkin, guru…. TIDAK, ITU TIDAK MUNGKIN. GURU TIDAK MUNGKIN…”
Maya mulai histeris dan berteriak lebih keras.
Dan bersamaan dengan teriakan nya, tanpa sadar dia mulai memancarkan energi cahaya. Tidak berselang lama kekuatannya membuka portal dan membuat ratakan ruang.
Dan akhirnya membuat Eternite bermunculan.
Oke, sampai sekarang, mungkin kalian sudah bisa menebak siapa Maya sebenarnya.
Benar… Maya… Dia adalah…. seorang Ruler.
“GRRR.”
Suara Eternite bisa terdengar di mana-mana di sekitar Maya seolah-olah dia adalah makanan.
__ADS_1
Eternite yang muncul memiliki bentuk seperti binatang atau paling tidak mirip, misalnya seperti burung dan serigala, hanya saja ukurannya lebih besar.
Beberapa dari mereka memiliki bentuk yang tidak beraturan dan memiliki ukuran cukup besar, juga mereka memancarkan energi yang sangat kuat setidaknya di kelas A.
Beberapa dari mereka juga memancarkan energi, seperti api yang menyala-nyala hanya saja itu adalah energi bukan api.
“Apa kalian yang melakukannya?”
Maya mulai berdiri, dia menatap Eternite dengan dingin dan penuh amarah.
“Apa kalian yang menyerang kami?”
Dia mulai berjalan dengan lambat sambil mengeluarkan energi cahaya di sekeliling tubuhnya.
Energi Maya sangat kuat, mungkin itu sebanding dengan energi yang dimiliki oleh Ruler yang datang sebelumnya. Hanya saja, tidak seperti Ruler of Ice yang bisa menggunakan energinya secara efisien, Maya masih belum bisa mengendalikan energinya sama sekali.
“GAARRR”
Eternite mulai menyerang Maya.
Mereka merasakan jejak permusuhan dan Energi Maya sudah dikonfirmasi oleh Eternite sebagai musuh.
Ketika mereka berkumpul dan sangat dekat dengan Maya.
“APA KALIAN YANG MELAKUKANNYA!!!"
BOOM
Ledakan cahaya keluar dan menghapuskan seluruh Eternite yang mencoba menyerang Maya. Sekarang hanya tersisa Eternite yang belum menyerang dan cukup kuat untuk menahan ledakan energi cahayanya.
Maya tidak berhenti sampai di situ.
Berbagai tombak cahaya bermunculan di belakang Maya, dia bersiap untuk menghabisi semua monster Eternite.
……
[Tempat Tidak Diketahui]
“Mengapa gerbang Eternite terbuka?”
“Mungkin Prion yang melakukannya.”
“Apa yang dilakukan Prion, bukankah misinya menjadi rencana diam-diam. Jika seperti ini, manusia-manusia itu akan menyadari keberadaannya dan jika dia sampai bentrok dengan mereka, rencana kita akan semakin sulit.”
"Kita tidak tahu apa yang terjadi sehingga yang bisa kita lakukan hanyalah bertanya padanya setelah dia kembali."
“Cih, aku sudah bilang kalau aku yang harusnya melakukannya.”
“Cukup, kita hanya bisa menunggunya untuk saat ini.”
Suara-suara misterius terdengar di ruangan yang sama dengan orang-orang misterius yang berdiskusi untuk menyerang alam bumi sebelumnya.
Mereka berpikir bahwa Eternite yang datang ke bumi dipanggil oleh Prion atau yang kita sebut sebagai Ruler of Ice meskipun kenyataannya tidak seperti itu.
Maya mungkin terselamatkan dengan kesalahpahaman itu karena jika mereka tahu bahwa dialah yang memanggil Eternite, maka Maya akan segera dieksekusi saat itu juga.
Meskipun dia mempunyai energi yang sebanding dengan mereka, tetap saja mustahil untuk melawan mereka sebelum dia menguasai energi itu.
Namun tanpa disadari siapapun, cahaya terang berwarna biru keluar di salah satu huruf kuno yang terukir di kubus misterius.
__ADS_1
Pertanyaannya : Apa kubus itu telah melakukan sesuatu?