Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
Chapter 50 - Wanita Misterius dan Pertempuran 2


__ADS_3

Yo. Kembali lagi dengan saya. Syukurlah saya bisa menulis lagi hari ini. Hah… saya harap saya bisa menulis juga di hari berikutnya.


Yah jika ada pertanyaan, saran dan saran tulis saja di komentar. Saran anda diterima untuk penulis pemula seperti saya.


Selamat Membaca


 __


[ Kota Yozora ]


Saat ini Kota Yozora sedang dalam keadaan tegang dengan beberapa petugas keamanan yang bolak-balik mengevakuasi warga sipil.


Hal itu karena penduduk Kota Yozora telah menerima kabar tentang kemungkinan adanya serangan dari segerombolan Eternite.


Mereka segera bergegas untuk mengevakuasi diri setelah menerima kabar tersebut dibantu oleh petugas keamanan yang telah tiba.


Meskipun warga mencoba untuk tidak panik dan mengikuti instruksi petugas, tetapi itu tetap tidak menghilangkan kekhawatiran mereka sehingga beberapa orang berjalan dengan terburu-buru.


“Aduh.”


Di tengah evakuasi itu, seorang gadis kecil tidak sengaja tertabrak kerumunan orang yang sedang mengevakuasi diri. Dan ketika dia hampir terjatuh-


“Ups, hati-hati gadis kecil.”


Maya yang sedang berada di lokasi mengambil tangan gadis kecil itu dan membantunya agar tidak terjatuh.


“Uh. Um, terimakasih One-san.”


Kata Gadis kecil itu sambil mengangkat kepalanya untuk melihat Maya.


“Sayang, kamu tidak apa-apa.”


Ibu dari gadis kecil itu bergegas menuju putrinya dengan panik. Dia mungkin sedikit terlambat karena suatu alasan atau mungkin gadis kecil itu yang terlalu cepat sehingga mereka memiliki sedikit jarak.


“Maaf. Terimakasih telah membantu putriku.”


Ibu gadis kecil itu berterimakasih dan sedikit menundukan kepalanya.


Meskipun apa yang dilakukan Maya tidak seberapa, tetapi bagi seorang ibu, mereka tetap tidak ingin melihat putrinya memiliki luka sekecil apapun. Jadi tentu saja ibu itu sangat berterimakasih pada Maya.


Maya yang melihat itu kembali mengingat masa lalunya ketika gurunya memiliki kekhawatiran yang sama.


Saat itu dia adalah gadis yang cukup aktif sehingga terkadang dia akan terluka karena mencoba sesuatu yang baru.


Dan tidak jarang bagi gurunya atau ibu Riyu untuk membantunya lolos dari luka akibat kecelakaan kecil. Namun alih-alih marah dan jengkel, ibu Riyu hanya memiliki senyuman hangat meskipun terlihat khawatir.


Maya menggelengkan kepala kemudian tersenyum kepada ibu dan anak itu.


“Tidak apa-apa. Lain kali tolong lebih hati-hati.”


Kata Maya sambil tersenyum dengan hangat.


Ibu itu menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


Maya memberi beberapa kata lagi dan menunjuk salah satu petugas keamanan yang akan membawa mereka menuju evakuasi.


Setelah selesai, ibu dan anak itu pergi, tapi sebelum pergi, gadis kecil itu berbalik untuk melihat Maya.

__ADS_1


“Bye bye... One-san.”


Gadis kecil melambaikan tangannya pada Maya dengan ceria.


Maya yang melihat itu hanya bisa tersenyum kemudian membalas dengan melambaikan tangannya juga.


“Sungguh gadis yang baik dan lucu, bukan begitu gadis kecil.”


Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita.


Ternyata tanpa disadari siapapun seorang wanita cantik telah berada di samping Maya sambil memandangi pasangan ibu dan anak yang telah pergi.


Suara yang dikeluarkan oleh wanita itu cukup menggoda untuk didengar oleh pria mana pun.


Namun sayangnya hanya Maya yang bisa mendengar suaranya, dan bukannya mengaguminya, dia malah mengerutkan kening. Itu karena dia pernah mendengar suara itu, dan tentu saja dia cukup membencinya sehingga dia mengerutkan kening.


Wanita misterius itu tidak lain adalah wanita cantik yang sama yang digoda Riyu? di sebuah kafe ketika dia sedang kelelahan. Tidak hanya menggoda Riyu, dia juga memprovokasi Maya dengan menyebutnya gadis kecil sama seperti saat ini.


Dan seperti yang diharapkan, Maya yang kesal langsung merubah ekspresinya menjadi dingin.


“Siapa yang kau sebut gadis kecil.”


Maya berkata dengan dingin sambil mengeluarkan auranya. Namun bertentangan dengan yang diharapkannya, wanita cantik itu sama sekali tidak terpengaruh.  Dia masih mempertahankan senyumannya.


“Hmmm?”


Wanita cantik itu memiringkan sedikit kepalanya seolah bertanya kembali. Tapi setelah diam sesaat, dia tersenyum geli, mendekati telinga Maya kemudian membisikan sesuatu.


Dan tiba-tiba.


*Crak*


Maya dengan cepat mencoba menangkap leher wanita itu, tetapi yang mengejutkan wanita itu berhasil menghindarinya.


Wanita cantik itu dengan sekejap menghilang dan mengambil sedikit jarak di depan Maya sambil mempertahankan senyumannya.


Apa yang dilakukan wanita cantik itu sangat luar biasa mengingat kecepatan Maya sangat cepat.


Orang harus tahu bahwa meskipun kekuatan Maya masih disegel, tetapi kecepatan Maya bisa disamakan dengan kecepatan suara sehingga sangat sulit untuk menghindarinya.


“Siapa kau?”


Maya berkata dengan suara yang lebih tinggi dan aura yang lebih besar.


Untungnya sebuah penghalang telah ditempatkan untuk keduanya sesaat setelah Maya menyerang sehingga aura Maya tidak bocor keluar, atau jika tidak akan ada banyak keributan.


“Ara, tidak perlu khawatir. Hanya aku satu-satunya orang luar yang tahu tentang itu."


Wanita cantik itu berkata sambil tersenyum geli.


“Jawab pertanyaanku.”


Maya kembali mengeluarkan lebih banyak aura yang sama tidak berpengaruhnya untuk wanita cantik itu.


“Maksudmu tentangku? Hmmm…”


Wanita cantik berpikir sejenak kemudian berkata.

__ADS_1


“Aku punya banyak nama, tetapi untuk saat ini, aku rasa aku teman ojo-sama, Miko. Kamu menyebut ojo-sama sebagai putri keluarga Destin kurasa. Dan seperti yang aku katakan, hanya aku yang mengetahui hal itu, bahkan keluarga Destin pun tidak, jadi tidak perlu tegang.”


Wanita itu berkata dengan tenang sambil menatap mata Maya yang tajam.


Mendengar jawaban wanita cantik itu. Maya tidak melepaskan penjagaannya dan masih tetap menatapnya dengan dingin.


“Mengapa aku harus mempercayaimu?”


“Karena kamu tidak mempunyai pilihan, gadis kecil. Bahkan jika kamu mengeluarkan semua kekuatanmu, tidak ada yang bisa kamu lakukan.”


Situasi berubah menjadi diam.


Apa yang dikatakan oleh wanita cantik itu memang benar. Dan Maya juga menyadarinya.


Sejak wanita itu muncul di sampingnya dan menghindari serangannya, Maya sudah terkejut tentang hal itu.


Dan sekarang dia mengetahui bahwa dia tidak dapat melakukan apapun padanya dengan kekuatannya saat ini. Dia tidak menjawab karena itu masih belum tahu apa itu benar jika dia melepaskan segelnya. Tapi pilihan itu ditolak karena akan beresiko ditemukan oleh "mereka".


“Untuk apa kau ke sin?”


Maya menghilangkan aura dan penghalangnya dan akhirnya Maya memilih untuk bernegosiasi.


“Mau minum teh?”


Kata wanita cantik itu sambil tersenyum hangat.


 


 


 


Ditempat lain, Riyu sedang bertarung dengan segerombolan Eternite. Terlihat bahwa dia cukup kelelahan dengan beberapa goresan dan luka di kulitnya, tapi untungnya luka itu tidak membahayakan nyawanya.


Sampai saat ini gelombang lain telah terjadi 2 kali dan sekarang adalah gelombang keempat.


Eternite yang keluar semakin banyak dan semakin kuat. Bahkan beberapa Eternite hampir lolos karena dia kesulitan menghadapi semuanya.


Riyu mungkin kasus yang langka karena dia mampu menahan Space Crak sendirian.


Tapi itu membuktikan kekuatannya yang cukup tidak masuk akal untuk levelnya. Yah, itu ditambah oleh beberapa bantuan eksternal seperti [ Fitur Analisis ] yang diperolehnya atau jika tidak, dia akan lebih kesulitan.


Menggunakan energi cahayanya dia menyelimuti tubuhnya dengan cahaya kuning sambil terus melawan Eternite.


Seperti kilat kuning, dia terus bertarung dengan pergerakan yang cepat.


Pada prosesnya, Riyu menyadari bahwa energi cahayanya sangat efektif menghadapi Eternite yang keluar. Dan sejak saat itu dia menghadapi Eternite dengan menggunakan energinya yang baru dia dapatkan.


“Hah…Hah…”


"Akhirnya, tinggal gelombang terakhir.”


Sesaat ketika dia mengatakan itu. Lorong hitam tiba-tiba berubah mengeluarkan aura yang lebih ganas. Itu menandakan pertarungan akan menjadi lebih serius.


 __


Salah satu yang melemahkan motivasi saya adalah kurangnya popularitas novel ini. Jadi dengan dukungan Anda, novel ini mungkin akan terus update secara konsisten.

__ADS_1


Jadi mohon dukungannya


__ADS_2