Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
Bab 80 - Bagaimana rasanya, Senpai?


__ADS_3

Di sebuah kamar, terlihat dua orang sedang tertidur dengan nyenyak tanpa menyadari bahwa mereka telah tidur bersama.


Dengan tenang, Scarlet terus menghembuskan napas, merasa nyaman di bawah selimut hangatnya. Tiba-tiba dia merasa ada sesuatu yang bergerak di sebelahnya. Scarlet membuka matanya, dan terkejut melihat Riyu terlelap di sampingnya.


"Kyaa!"


Scarlet berteriak, gugup. Dia tidak tahu bagaimana bisa ada Riyu di “kasurnya” atau begitulah yang dia pikirkan.


Riyu yang mendengar suaranya terbangun dari tidurnya. Dia tampaknya masih mengantuk karena apa yang telah dilakukan Aoi padanya.


“A-apa yang kamu lakukan dikamarku, Riyu!”


Mendengar teriakan Scarlet, bukan hanya Riyu yang terbangun, tetapi juga Maya dan Mei. Mereka dengan cepat pergi ke arah sumber suara itu dan melihat hal yang tidak mereka percayai.


"Riyu, apa yang kau lakukan di sini?!"


Mei berdiri di depan kamar Riyu dengan wajah dingin.


Tanpa mendengar penjelasan apapun, Mei berjalan dengan pelan dan terlihat bahwa dia akan segera menghukum Riyu.


"Ini tidak benar, Riyu. Kami tidak bisa membiarkanmu melakukan hal seperti ini," kata Maya, mengikuti pendapat Mei.


Scarlet yang sudah terbangun benar-benar sudah pulih tampaknya menyadari bahwa ada sesuatu yang salah. Dia tidak tidur di kamarnya. Dan memikirkan apa yang terjadi, Scarlet merasa bersalah, karena dia tahu bahwa ini semua kesalahpahaman.


Dia berusaha untuk menjelaskan kepada Mei dan Maya.


"Tunggu, tunggu. Ini semua kesalahpahaman. Riyu tidak melakukan apapun yang salah. Aku mungkin-."


"Scarlet, kamu tidak bisa menutupi kesalahannya. Ini semua tanggungjawabnya," kata Maya, masih marah atau mungkin dia cemburu? Entahlah.


"Tidak, kalian salah. Ini hanya kesalahpahaman," teriak Scarlet, frustasi dan tampak sedikit merona.


"Stop stop! Aku tidak melakukan apapun, sungguh. Lagi pula ini kamarku, kalian tahu.”


Riyu mencoba membela diri, tetapi masih mengangkat kedua tangannya memberikan isyarat bahwa dia telah menyerah.


“Eh?”


Mendengar jawaban Riyu, kedua wanita itu terkejut.

__ADS_1


Tentu saja. Scarlet juga sudah menyadari bahwa pakaiannya memang sedikit kusut, tetapi selain itu dia tidak menemukan tanda-tanda lain yang mengindikasikan bahwa Riyu telah melakukan sesuatu yang buruk padanya.


“Aku tidak tahu apa yang terjadi, tetapi Scarlet entah bagaimana berhasil sampai di kamarku. Aku cukup lelah saat itu sehingga aku tidak memperdulikannya dan tetap tertidur."


Riyu mulai menjelaskan alasan yang sudah dia atur, tanpa memberitahu mereka tentang keberadaan Aoi yang memintanya untuk tidak memberitahu mereka.


Akhirnya, setelah mendengarkan penjelasan Riyu, Mei dan Maya mengerti bahwa ini hanya kesalahpahaman.


.


.


Beberapa jam setelah kesalahpahaman itu. Riyu, Maya, dan Mei membawa Scarlet ke sebuah ruangan tempat canggih.


Di ruangan canggih itu, terdapat kapsul medis yang akan digunakan oleh Riyu untuk menyegel kekuatan Scarlet. Kapsul ini dibuat dengan teknologi terbaru, yang dapat memantau dan mengontrol setiap aspek kekuatan Scarlet.


Riyu memasuki kapsul medis, memeriksa semua kontrol dan sensor yang ada. Dia menekan tombol yang akan menyalakan kapsul dan memulai proses penyegelan kekuatan Scarlet.


Scarlet duduk di kursi di sebelah kapsul, sedikit gugup dengan apa yang akan terjadi. Dia percaya pada Riyu dan kemampuannya, tetapi dia tetap merasa gugup.


"Tenang saja, Senpai. Kapsul ini akan bekerja dengan baik dan kau tidak akan merasakan sakit apapun. Aku akan selalu ada di sini untukmu," kata Riyu, menenangkan Scarlet.


“Un.”


“Mari mulai, Mei.”


Mei duduk di samping Scarlet lalu mulai menyalurkan energi kuat ke dalam kapsul.


Di sampingnya, Scarlet sensei berbaring dengan wajah khawatir. Ia tahu bahwa kekuatannya yang tidak terkendali telah menyebabkan banyak masalah bagi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.


"Mei, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Scarlet dengan nada panik.


"Tenang, Scarlet sensei," jawab Mei dengan tenang. "Aku sedang menggunakan otoritas penguasaku untuk menyegel kekuatanmu agar kamu bisa mengendalikannya dengan lebih baik."


Scarlet menatap Mei dengan terkejut. Ia tidak pernah menyangka bahwa Mei akan melakukan sesuatu seperti ini untuk membantunya.


"Tapi, Mei, apa kamu yakin bisa melakukannya?" tanya Scarlet dengan nada ragu. "Kekuatanku sangat tidak terkendali. Aku takut kamu akan terluka jika tidak bisa mengendalikannya."


Mei tersenyum dengan lembut. "Tenang saja, Scarlet sensei. Aku yakin bisa melakukannya. Aku tidak akan mengkhianatimu dan membiarkan kekuatanmu menyakiti orang lain. Kamu adalah guru dan sahabatku, dan aku akan selalu mendukungmu."

__ADS_1


Scarlet terdiam sejenak. Ia merasa terharu dengan sikap Mei yang begitu peduli padanya.


"Terima kasih, Mei," kata Scarlet dengan suara lemah. "Aku tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan rasa terimakasihku padamu. Kamu adalah siswa dan teman yang luar biasa."


Mei tersenyum lebar. "Tenang saja, Scarlet sensei. Aku hanya ingin membantumu mengendalikan kekuatanmu agar kamu bisa menjadi lebih baik lagi. Ini adalah hal yang harus kamu lakukan untuk dirimu sendiri dan orang-orang di sekitarmu."


“Un.”


.


Riyu dan Maya terus mengawasi Mei dan Scarlet saat Mei terus menyalurkan energi ke dalam kapsul. Mereka serius untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi sesuatu yang buruk.


Setelah beberapa saat, Mei merasakan bahwa kekuatan Scarlet sensei sudah mulai terkendali. Ia tersenyum senang dan mengeluarkan kekuatan tersebut dari kapsul.


"Berhasil!" seru Mei dengan suara gembira. "Scarlet sensei, sekarang kamu sudah bisa mengendalikan kekuatanmu dengan lebih baik. Kami akan terus membantumu agar kamu terbebas dari kehilangan kontrol."


Scarlet sensei tersenyum senang dan mengangguk. Ia merasa sangat bersyukur atas bantuan mereka.


"Terima kasih, Mei. Aku benar-benar berterima kasih padamu," kata Scarlet dengan suara lemah.


Riyu dan Maya juga tersenyum senang melihat Scarlet sudah bisa mengendalikan kekuatannya dengan lebih baik. Mereka merasa bangga atas keberhasilan Mei dalam menyegel kekuatan Scarlet.


"Hebat, Mei! Kamu benar-benar luar biasa," kata Riyu. "Aku tidak pernah menyangka bahwa kamu bisa menyegel kekuatan Scarlet sensei dengan begitu mudah."


"Iya, Mei. Kamu benar-benar hebat," tambah Maya.


Mei tersenyum lebar dan mengangguk. Ia merasa senang atas pujian Riyu dan Maya.


"Terima kasih, Riyu dan Maya," kata Mei dengan suara lembut. “Tapi masih belum cukup untuk membuat sensei terbebas dari kehilangan kontrol atas energinya.”


“Itu tidak masalah. Tampaknya aku akan baik-baik saja untuk menggunakan kekuatanku yang biasanya. Dan aku merasa aku terbebas dari sesuatu.”


Tampaknya kondisi Scarlet tidak sepenuhnya di selesaikan, tetapi itu sudah cukup untuk membuat Riyu merasa lega. Di masa depan dia pasti sudah menemukan cara untuk menyelesaikan hal itu.


"Bagaimana rasanya, Senpai?" tanya Riyu, penuh kekhawatiran.


Scarlet terlihat sedikit pucat, tetapi dia tersenyum. "Aku tidak merasakan sakit sama sekali. Terima kasih, Riyu," jawabnya, mengucapkan terima kasih kepada Riyu.


Semua orang merasa lega karena proses penyegelan berhasil tanpa masalah. Mereka berharap agar Scarlet bisa mengendalikan kekuatannya dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2