Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
CH 66 - Rasa Sakit Scarlet


__ADS_3

Scarlet mulai menceritakan bagaimana dia berakhir di Akademi Yozora.


Sebenarnya itu cukup sederhana di mana sekitar 3 tahun yang lalu, dia menyebabkan kecelakaan dan akhirnya dipindahkan ke unit khusus, tetapi bahkan di sana dia juga menyebabkan masalah sehingga dia dihukum atau diperintahkan oleh atasannya untuk menenangkan diri di akademi ini.


Namun itu tidak sederhana seperti kelihatannya.


Aku melihat ekspresinya yang bermasalah ketika menceritakan itu, jadi kupikir dia menyembunyikan sesuatu. Biasanya aku tidak akan memaksaknya untuk menceritakan semuanya tentang dirinya, tetapi memikirkan kembali mimpiku, aku berubah pikiran.


Aku bertanya beberapa kali lagi karena aku takut tentang mimpiku bahkan aku menggunakan nama Akahasa untuk meyakinkannya bahwa aku mungkin saja bisa membantunya.


Dan ya, aku akan membantunya. Jika mimpiku benar maka aku harus mencari cara agar Scarlet tidak sampai mengalami itu.


"Mendesah. Kenapa kamu terus mendesakku untuk menceritakan masa laluku, itu tidak sopan lho. Aku senseimu."


Scarlet berkata dengan kesal.


Tapi aku masih tenang dan menatapnya untuk membuatnya berpikir bahwa aku serius dengan perkataanku.


“Hah… aku cukup bingung dengan alasanmu untuk terus memaksaku. Tapi dari caramu melihatku... apa kau tahu sesuatu?”


“Hah… Aku hanya bermimpi buruk tentangmu sensei, dan aku takut mimpiku itu benar.”


“Mimpi? Apa kamu percaya pada sesuatu seperti itu.”


“Terserah kamu sensei. Aku hanya takut terjadi sesuatu padamu."

__ADS_1


Riyu berkata dengan tenang tanpa mengetahui bahwa kata-katanya membuat wanita di dekatnya tersipu.


"Ehem. Oke. Karena kamu memanggilku sensei, aku akan memberitahumu. Tapi, sebagai gantinya, kamu harus memberitahuku segalanya tentangmu."


“Tentu.”


Akhirnya Scarlet menyerah. Dan berniat untuk menceritakan apa yang menjadi masalahnya.


___


[POV Ketiga]


Waktu berlalu dan Riyu mendengarkan cerita Scarlet dengan tenang dan serius. Setidaknya itulah yang terlihat karena jika seseorang melihat tangannya, maka Anda akan melihat jejak darah keluar darinya karena Riyu mengepalkan tinjunya terlalu keras.


Pada ceritanya. Scarlet awalnya adalah seorang yatim piatu, tetapi sebuah organisasi tertentu menangkapnya untuk dijadikan kelinci percobaan pada sebuah uji coba gila.


Ratusan orang telah mengalami penderitaan di ruangan eksperimen dengan


Entah berapa banyak yang menjadi korban, tapi yang diingat Scarlet hanya 7 temannya yang tidak selamat karena mengorbankan diri untuk menyelamatkan Scarlet. Itu membuat luka yang dalam di hatinya sampai sekarang, bahkan itu menjadi masalah yang berlarut-larut.


Ketika dia ingin menyerah pada takdirnya untuk digunakan sebagai senjata organisasi tersebut, dia diselamatkan oleh ETER Union.


Sejak saat itu ia memutuskan untuk bergabung dengan ETER Union dan menjaga hidupnya untuk menghormati kehidupan teman-temannya.


Eksperimen organisasi gila itu mungkin sangat menyakitkan bagi Scarlet, tapi di sisi lain ada keuntungan karena dia mendapat energi yang sangat besar yang tidak seharusnya dimiliki manusia. Dengan itu, ia berhasil mendapatkan gelar S-Tier Valkyrie termuda di ETER Union.

__ADS_1


Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai merasakan efek samping dari eksperimen tersebut pada tubuhnya. Dan itu mungkin seperti yang terlihat dalam mimpi Riyu dimana Scarlet tidak bisa mengontrol kekuatannya.


Hingga suatu hari, dia membuat bencana besar yang menghancurkan fasilitas ETER Union dan melukai beberapa anggota elit. Meskipun tidak ada yang mati karenanya, itu adalah kerugian besar ditambah anggota elit yang terluka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sembuh.


Normalnya dia akan langsung diberhentikan atau ditindak tegas, tetapi karena gelar dan keunikannya, dia mendapatkan kesempatan kedua.


Namun karena bencana itu, dia harus memasuki unit khusus yang berisi orang-orang bermasalah. Di sana mereka memiliki pengawasan yang ketat, bahkan unit itu langsung diawasi oleh Petugas Tingkat SS meskipun yang mengatur semua itu adalah pemimpin unit itu.


Namun karena bencana tersebut, ia harus masuk ke unit khusus yang berisikan orang-orang bermasalah. Di sana, mereka memiliki pengawasan yang ketat, bahkan unit tersebut langsung diawasi oleh seorang Petugas SS-Tier meskipun masih pimpinan unit tersebut yang mengelola unit bermasalah itu.


Tapi bahkan di unit khusus itu, Scarlet hampir melakukan kesalahan yang sama atau bahkan mungkin lebih fatal. Tapi untungnya pemimpinnya bisa menghentikannya dari melakukan kesalahan tersebut.


Tapi karena itu juga Scarlet di bebas tugaskan untuk sementara waktu sampai dia bisa menenangkan dirinya.


Secara singkat seperti itu, Scarlet berakhir di Akademi Yozora sebagai guru untuk menenangkan diri. Diharapkan dengan cara itu Scarlet bisa mengendalikan kekuatannya karena kemungkinan mengendalikan Energinya tergantung pada suasana hatinya.


Meskipun apa yang Scarlet ceritakan sebenarnya hanya setengah dari cerita aslinya, tapi entah bagaimana Riyu bisa merasakan dengan sangat jelas tentang semua yang terjadi pada Scarlet, apakah itu penderitaannya, rasa sakitnya, keputusasaannya, atau rasa bersalahnya, semuanya.


Scarlet juga bingung kenapa dia menceritakan semua itu pada Riyu. Tetapi bahkan dalam kebingungan itu, Scarlet masih meneteskan air mata karena mengingat kembali kenangan menyakitkan. Dia masih terus terbayang akan kematian teman-temannya.


Selain itu, ia juga takut dengan kehidupannya yang sekarang akan menodai usaha teman-temannya. Dia takut bahwa secara tidak sengaja dia akan menyakiti orang lain meskipun ia tidak mau.


Tanpa sadar dia melihat wajah Riyu yang saat ini tampak merasakan apa yang dia rasakan.


“Jangan khawatir, senpai. Aku akan melakukan sesuatu pada kondisimu. Aku berjanji.”

__ADS_1


“Jadi jangan menangis anda adalah senseiku yang manis bukan bagaimana anda bisa menangis di depan murid anda sendiri.”


“Bodoh, itu semua karenamu.”


__ADS_2