
Kembali saat Riyu mencoba menyelamatkan Mei. Pertempuran dilanjutkan dimana Riyu dan Mei bekerjasama melawan Kaji.
Pertarungan mereka pada dasarnya tidak semudah yang dibayangkan, karena mereka harus mencari celah agar diberi waktu untuk menggunakan kemampuan gabungan mereka. Bagaimanapun, Kaji masih lebih kuat dari mereka berdua, dan regenerasinya juga cukup merepotkan sehingga tidak ada pilihan selain memusnahkannya sepenuhnya. Dan kemampuan gabungan mereka bisa melakukan hal itu.
Meski mereka tidak pernah berhasil untuk menyatukan energi mereka secara nyata dan menciptakan teknik baru. Mereka pernah sekali berhasil melakukannya di dunia virtual. Selain itu, Riyu merasa bahwa mereka dapat melakukannya, terutama setelah dia berpikir untuk menggunakan energi cahaya alih alih menggunakan energi kegelapan yang cukup agresif.
“Biarkan aku membantu.”
Mengalihkan pandangannya, Riyu melihat Daisy yang mencoba masuk ke dalam pertempuran setelah dia mengetahui bahwa mereka sedang mencoba mempersiapkan sesuatu.
Riyu mengangguk mengiyakannya karena dia mengetahui bahwa Daisy cukup kuat setelah melihat statistiknya
[ Nama : Daisy ]
[ Energi : Jiwa (Tanaman, Kehidupan) ]
[ Kelas : Soul Knight Kelas A+ (Level 130) ]
> Attack: 2600
> Energy Power: 4680
__ADS_1
> Agility: 2600
> Defense: 2340
[ Judul : Ratu Elf, Kenalan ]
Dengan kekuatannya, Daisy mampu melawan Kaji sendirian saat itu. Jika saja energi Kaji bukanlah kelemahannya, maka dia mungkin akan memberikan perlawanan yang sengit.
“Mei apa kamu bisa menggunakan energimu lagi?”
“Aku hanya bisa menahannya selama 10 detik.”
“Itu sudah cukup. Nona Daisy saat dia kehilangan energinya tolong gunakan kemampuanmu yang paling kuat untuk menahannya dan memberikan kami waktu kepada kami selama yang kamu bisa.”
>> Black Sight
Riyu menggunakan kemampuan yang dimiliki Yami setelah dia mencoba mempelajarinya dan itu tidak terlalu sulit karena pemahamannya.
“Tsk, orang itu benar-benar sesuatu.”
Yami tentu saja kesal saat dia melihat bahwa Riyu juga dapat menggunakan salah satu kemampuannya. Tapi dia tidak terlalu terkejut.
__ADS_1
Bagaimanapun, hal itu sudah bukan rahasia umum lagi diantara teman-temannya sejak mereka melihatnya bertarung. Hanya karena situasi, mereka tetap diam. Dan Riyu memang berencana untuk menceritakan beberapa hal pada teman-temannya setelah ini.
Kembali saat Riyu mencoba melumpuhkan indra Kaji dan itu berhasil ketika Kaji seolah berada di tempat yang sangat gelap tanpa apapun. Tapi dia tidak diam saja ketika dia berusaha keluar dan mengeluarkan api hitam di sekelilingnya.
Tapi itu cukup bagi Riyu untuk membuat Mei mendekat dan menyegel energinya.
“Sekarang nona Daisy!!!”
Saat Riyu menginstruksikan Daisy, saat itulah berbagai cabang pohon berlapis aura cahaya berwarna emas keluar dari tanah dan mengikat Kaji hingga menutupi dia sepenuhnya.
Dan ketika itu terjadi, di saat yang sama pula Riyu memegang tangan kekasihnya dan mengangguk padanya yang dijawab dengan anggukan yang sama. Mereka memejam mata kemudian energi besar berkumpul pada mereka berdua dan sebagian besar bersumber dari Riyu.
Setelah beberapa detik, energi yang sangat besar meluap ketika mereka berdua membuka matanya. Mata mereka berdua berubah menjadi bercahaya dengan sedikit kilatan petir. Mata ungu Mei menjadi semakin cantik dan mata aqua Riyu berubah menjadi berwarna emas yang bercahaya.
Tapi yang lebih luar biasa dari itu adalah awan petir yang berkumpul dalam lingkaran berputar. Dan enehnya awan petir yang ada di awan itu berwarna cahaya kuning, dimana itu tidak seperti biasanya.
Dan saat fenomena itu terjadi, api hitam mulai keluar dari cabang yang menyelimuti Kaji membentuk api hitam itu mulai membentuk topan, membakar semua pohon yang menyelimutinya.
Sayangnya, sambutan yang diberikan Riyu saat dia keluar cukup meriah sehingga tidak mungkin baginya tidak meratapi nasibnya. Instingnya telah memberitahunya bahwa ini adalah akhir baginya.
>> Golden Thunderlight God
__ADS_1
*BOOOM*
Kilat petir berwarna emas menghitamnya dari langit dan itu cukup besar untuk meninggalkan lubang besar. Dan sayangnya itu terjadi tidak hanya sekali, tetapi sampai tubuh Kaji sepenuhnya terurai menjadi partikel.