Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
Bab 96 - Sistem Level 2


__ADS_3

Riyu membuka matanya saat dia sudah menerima semua informasi yang diberikan oleh sistem kepadanya. Dia harus mengatakan bahwa informasi itu sangat berguna untuknya dan itu tidak mengecewakannya.


Bukan berarti dia menjadi kuat atau sesuatu seperti itu. Faktanya kekuatannya masih sama seperti sebelumnya, apa yang berbeda adalah beberapa fitur yang cukup membantunya.


> Status Sistem


[ Sistem : Level 2/10 ]


[ Pengalaman : 1.000/100.000 ]


[ Koin Toko  : 110.000 Koin Toko  ]


> Status User


[ Nama : Akahasa Riru (???)  ]


[ Energi Utama : Chaos (Tersegel : 1/9), Energi Luar Angkasa, Kegelapan, Cahaya]


[ Kelas : Space Knight, Elemental Knight, Kelas A (Level 100) ]


> Hp : 120000/120000


> Attack:  2800


> Energy Power:  4800  (A+ / EX+ (tersegel : 1/9)


> Agility:  2600


> Defense:  2400


[ Senjata dan artefak ] : Black Void Sword, Trisula Bali,


[ Harem ] : Mei, Freya (Tunangan), Maya


>> Skill (baru)


>> Toko (baru)


>> Ruangan (baru)


>> Misi (baru)


Riyu melihat beberapa hal baru dari sistem, tetapi dia tidak melihatnya lebih jauh karena dia tidak punya waktu sekarang. Dia tidak boleh terlambat untuk membantu teman-temannya.

__ADS_1


>> Teleport


Riyu menghilang dari sana saat dia berharap Mei dan yang lainnya baik-baik saja.


.


.


*BOOM*


Riyu berada di depan Mei saat dia melihat kekasihnya dengan perasaan lega karena dia tidak terlalu terlambat untuk menyelamatkannya.


Dia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya, tetapi bahkan jika itu hanya mengakibat beberapa luka yang dapat disembuhkan, tetap saja itu cukup mengkhawatirkan saat mengetahui kekasihnya akan terluka.


Riyu mengalihkan perhatiannya untuk melihat Kaji yang saat ini cukup mengerikan.


> Analisa


[ Nama : Kaji  ]


[ Energi : Api Hitam (Energi Elemental (Api) + Energi Gelap) ]


[ Kelas : Elemental Knight Kelas A+ (Level 150) ]


> Attack:  2862


> Energy Power:  4293


> Agility:  2862


> Defense:  3180


[ Judul : Pemimpin dari Salah Satu Kelompok Nemesis ]


Riyu mengerutkan kening saat dia melihat status Kaji.


‘Seres, mengapa kekuatannya tidak berbeda jauh denganku?”


Walaupun Kaji memang lebih kuat darinya, namun cukup aneh melihat kekuatan Kaji yang tidak jauh berbeda dengannya. Bahkan jumlah energinya lebih banyak dari Kaji. Dan itu membuat Riyu bingung. Bagaimanapun, perbedaan level mereka cukup banyak.


[ Anda tidak perlu membandingkan diri Anda dengan orang lain karena statistik awal anda memang sudah jauh berbeda dari kebanyakan orang. Jika di dalam game, attack base dan parameter lain yang anda miliki berada pada level yang lebih tinggi dari rata-rata. ]


‘Begitu.’

__ADS_1


Riyu mengerti dengan penjelasannya.


Dan itu sedikit menjawab mengapa dia bisa melawan Kaji dengan mudah pada saat itu. Dan memang Kaji pada saat itu berada awal level dari kelas A+ dan pemimpin organisasi yang berada di bawa Nemesis, Kaji dihitung cukup lemah diantara pemimpin lainnya.


Diskusi itu hanya terjadi beberapa saat dipikiran Riyu.


Saat ini perisai cahaya yang ada di telapak tangannya berbenturan dengan api hitam menghasilkan gelombang kejut yang cukup kuat. Berkat penguasaannya yang tinggi pada berbagai skill dan kemampuan, Riyu bisa menahan Kaji bahkan jika ada perbedaan kelas dan level yang cukup jauh.


Riyu tidak memperdulikan orang yang ada di depannya lagi saat mengalihkan pandangannya pada kekasihnya dan mencoba mengecek keadaannya.


> Analisa


[ Nama : Mei  ]


[ Energi : (???), (Petir) ]


[ Kelas : Elemental Knight (petir) Kelas A+ (Level 95) - {sementara} ]


> Attack:  2280 - {sementara}


> Energy Power:  3990 - {sementara}


> Agility:  2470 - {sementara}


> Defense:  2280 - {sementara}


[ Judul : Kekasih ]


[ Efek ‘sementara’ akan berakhir dalam 2 menit 29 detik ]


Riyu melihat bahwa Mei menggunakan salah satu kemampuan yang dimiliki cincin yang diberikannya. Dan itu membuatnya merasa bersyukur karena dia telah memberikan cincin itu.


“Maaf terlambat. Aku akan- tidak, kita akan menangani orang ini.”


Dia tersenyum pada kekasihnya kemudian mengalihkan pandangannya pada teman-temannya. Mereka saat ini berada pada situasi yang cukup kacau. Tapi untungnya, mereka tidak dalam bahaya sehingga dia sekali lagi merasa lega.


“Serahkan semuanya pada kami. Kalian istirahatlah.”


Riyu mengalihkan pandangan pada Mei lagi dan tersenyum padanya.


“Apa kamu siap?”


“Ya.”

__ADS_1


__ADS_2