
[ Waktu : Masa Lalu - Tempat : Laboratorium Massive Energy (ME) ]
Di pagi hari seorang gadis berusia sekitar 16 tahun terbangun dari tidurnya. dia melihat sekitar ruangan, tetapi tidak dapat menemukan apa pun atau mungkin dia memang tidak mencari apapun, hanya melakukan itu karena suatu alasan.
“Apa itu, mimpi?”
Gadis itu bergumam pada dirinya sendiri.
Gadis itu tidak lain adalah Maya yang berusia sekitar 16 tahun.
Sebelumnya, ketika dia sedang tidur, dia bermimpi aneh tentang makhluk yang berbicara dengan menggunakan bahasa kuno, tetapi anehnya dia bisa memahami percakapan mereka. Itu sudah berlangsung selama sebulan, atau sejak dia tinggal di lab ini.
Dia terkadang lupa apa percakapan mereka sehingga dia sering mengabaikannya dan mengira itu hanya mimpi.
Namun, entah itu hanya mimpi atau sesuatu yang lain, tetapi baginya beberapa fragmen mimpinya tampak sangat aneh dan tidak masuk akal sehingga dia tidak bisa tidak berpikir sejenak tentang mimpi itu sebelum dia melupakannya.
"Yah, tidak perlu memikirkannya."
Maya berkata kemudian turun dari tempat tidur, bersiap untuk memulai aktivitasnya.
……
Satu bulan telah berlalu sejak Maya berpisah dari Riyu dan memulai pelatihannya sebagai peneliti. Dia saat ini belajar di Lab bernama Massive Energy dengan gurunya.
Sebenarnya ini bukan kali pertama Maya belajar dan pergi bersama gurunya, ia sudah beberapa kali melakukannya. Bahkan, ia sudah memiliki pengalaman menjadi peneliti meski usianya masih muda.
Maya dirawat oleh keluarga Akahasa sejak kecil, ketika dia berusia 10 tahun dia sudah belajar tentang topik yang sulit kemudian menjadi murid orang tua Riyu ketika dia berusia 12 tahun. Hal itu memberikan kesan bahwa ia memang cocok menjadi peneliti meski usianya masih sangat muda.
……
[ Ruang makan ]
“Bagaimana tidurmu, Maya chan?”
Seorang wanita berkata pada Maya. Dia tidak lain adalah ibu Riyu atau guru Maya. Dia adalah wanita cantik yang memiliki rambut hitam panjang.
“Sama seperti biasanya, guru.”
Maya berjalan menuju kursinya. Saat hendak duduk, ia terlebih dahulu melihat seorang pria tampan yang sedang fokus membaca informasi. Mirip dengan koran, hanya medianya yang hologram.
Pria tampan itu tak lain adalah ayah Riyu. Dia memiliki rambut putih, mata tajam, tapi lembut. Penampilannya mirip dengan Riyu, terutama rambutnya, hanya saja Riyu memiliki kemiripan dengan ibunya, terutama wajahnya yang tampan.
“Selamat pagi, paman.”
Maya menyapanya dengan penuh semangat kemudian duduk di dekatnya.
__ADS_1
Sebenarnya ayah Riyu juga guru Maya karena dia juga mengajari Maya beberapa keahliannya, tapi Maya lebih biasa memanggilnya "paman". Selain itu, ayah Riyu juga tidak terlalu sering mengajari Maya, yang sering melakukan itu adalah ibu Riyu.
“Pagi, semangat seperti biasanya.”
Ayah Riyu menjawab Maya sambil terus membaca informasinya.
“Sayang, berhenti membaca hal membosankan itu.”
Ibu Riyu menatap suaminya dengan tajam, sambil menaruh sarapan di meja.
“Uh, baiklah.”
Ayah Riyu menjawab dengan sedikit enggan, tetapi tidak menolak.
Dia tahu hukuman apa yang akan dia dapatkan jika dia mengabaikan perkataan istrinya.
Seperti itulah, sarapan akhirnya berlangsung. Jika melihat suasananya, itu akan mirip seperti keluarga kecil yang bahagia dimana Ibu Riyu terus menggoda Maya dengan perkataannya, sementara Maya akan sesekali merona.
Untuk ayah Riyu, dia hanya menikmati pemandangan itu sambil tersenyum, kadang-kadang dia juga berbicara.
Dan begitulah, kehidupan sehari-hari mereka berjalan sebelum mereka melakukan aktivitas nyata mereka.
……
……
Berbagai teknologi canggih dapat dilihat di pusat laboratorium ME. Ada sebuah kubus di tengah ruangan. Kubus itu melayang dengan berbagai mesin yang terlihat di sekitarnya, sementara layar besar berada di belakangnya, menampilkan informasi kompleks mengenai kubus itu.
Ayah Riyu berada di pusat kendali, dia sedang mengetik atau melakukan sesuatu yang tidak diketahui, di depannya ada monitor holografik tempat berbagai tulisan rumit muncul.
Adapun ibu Riyu, dia serius menatap kubus yang melayang itu dengan sesekali melirik layar informasi.
“Sungguh, benda yang rumit.”
Ibu Riyu berkata sambil terus mengamati kubus itu,
“Yah, itu adalah item dari era sebelumnya, wajar jika kita harus menelitinya cukup lama.”
Ayah Riyu menjawab perkataan istrinya sambil terus melakukan pekerjaannya.
Kubus yang mereka teliti adalah item unik yang disimpan di ruang rahasia Keluarga Akahasa. Mereka menemukannya di salah satu kamar di ruang rahasia yang belum pernah dikunjungi siapa pun sebelumnya.
“Jika aku bertemu dengan orang yang membuat kubus ini, aku akan menjadikannya menantu kita.”
Mendengar perkataan istrinya, ayah Riyu menghentikan pekerjaannya sejenak lalu menatap istrinya.
__ADS_1
"Bagaimana kamu tahu itu seorang wanita? Dan apakah kamu pikir dia masih hidup? Tapi yang lebih penting, aku pikir hanya kamu yang bisa mengatakan itu kepada orang dari era sebelumnya."
“Hehe, ini hanya intuisi sayang, intuisi. Dan intuisiku tidak pernah salah. Selain itu, apa masalahnya dengan orang dari era sebelumnya, aku yakin bahkan jika itu mereka, mereka tidak akan bisa menolak pesona putra kita."
"Hah..."
Ayah Riyu hanya bisa menghela nafas mendengar perkataan istrinya. Dia tahu betapa istrinya sangat memanjakan putranya, bahkan dia tahu betapa ambisiusnya dia untuk mengambil semua wanita cantik sebagai menantunya.
Adapun ibu Riyu, dia berpikir bahwa dia seperti ibu lain yang akan bangga dan memanjakan putranya.
Hanya saja kasus ibu Riyu mungkin unik karena dia mungkin terlalu memanjakan putranya.
……
……
……
[ 6 bulan berlalu ]
“Bagaimana menurutmu, sayang?”
“Tampaknya kita berhasil.”
6 bulan telah berlalu sejak orang tua Riyu meneliti sebuah kubus misterius. Mereka mencoba mencari kode untuk membuka kubus itu dan akhirnya berhasil.
Dalam prosesnya, mereka mengetahui beberapa fungsi kubus misterius itu. Dan juga mengetahui tentang energi aneh yang bahkan bisa menentang otoritas dunia.
Itu juga yang membuat mereka khawatir karena energinya sangat aneh dan mungkin menarik perhatian musuh mereka. Sesuatu yang melawan hukum adalah sesuatu yang tidak dapat ditoleransi oleh siapapun, termasuk musuh mereka.
“Memang, dengan ini umat manusia, tidak, setidaknya anak kita bisa hidup dengan baik.”
Apa yang membuat orang tua Riyu bahagia bukan karena kubus yang mereka teliti akan sangat berguna bagi dunia, tetapi untuk putra mereka.
Mereka tahu tentang berbagai rahasia, termasuk kubus dan memahami beberapa hal tentang kondisi Riyu. Dan dengan kubus itu, mereka tidak perlu khawatir lagi karena kubus itu akan membawa anak mereka pada jalan yang dia inginkan.
Namun, sebelum mereka bisa merayakan pencapaian itu, mereka merasakan energi yang familiar mengalir ke arah mereka. Mereka tahu energi itu sehingga mereka memasang wajah serius.
“Sayang…”
“Aku tau, bawa Maya ke tempat yang aman. Aku akan menyiapkan semuanya.”
Ayah Riyu berjalan pergi keluar dari ruangan itu. Mereka sudah tahu bahwa cepat atau lambat hal itu akan terjadi sehingga mereka telah mempersiapkan segalanya,
Apa yang dimaksud dengan hal itu adalah kunjungan musuh mereka, Ruler.
__ADS_1