
Riyu bersiap untuk melakukan rutinitasnya sehari-hari setelah dia bangun dari tidurnya.
Saat dia selesai mandi lalu bersiap untuk sarapan hanya untuk menemukan Daisy dengan pakaian pelayan sedang menyiapkan makanan. Ya, mulai hari ini Daisy akan tingga di Lab MV karena Shiori yang meminta padanya secara langsung.
Shiori meminta Riyu untuk membiarkan Daisy tinggal di tempat ini karena tempat ini merupakan tempat yang paling aman. Bagaimanapun, Maya ada di sini sehingga dia percaya ini adalah tempat yang paling bagus.
Awalnya Riyu ingin menolaknya karena statusnya dan juga dia ragu apakah orang dari keluarga Kuro akan setuju. Bagaimanapun, mereka masih memiliki hubungan. Tapi yang dia tidak duga adalah cerita yang lebih rumit dari yang dia bayangkan.
Ini terkait dengan masa lalu Daisy dan hubungannya dengan keluarga Kuro dimana itu tidak benar-benar terjadi. Dia memang mempunyai anak laki-laki yang dia anggap sebagai putranya, tetapi dia bukanlah anak kandungnya.
Dan untuk Lily tidak disebutkan, tetapi Riyu tahu bahwa Lily memang anak kandungnya karena dia memiliki aura yang sama dengan Daisy. Tapi itu mungkin lebih rumit dari yang terlihat bagaimanapun mereka adalah elf.
yang jelas, Riyu akhirnya menyetujui permintaan Shiori yang membuat kedua gadis itu gembira karena selain Shiori, Lily kecil juga meminta hal yang sama.
Gadis itu sepertinya telah memenangkan hati semua wanita termasuk Maya, bahkan dari semuanya dia yang paling dekat.
Yah, itulah cerita singkat bagaimana Daisy ada di sini.
“Selamat pagi, Tuan Muda.”
Daisy menundukan kepalanya kepada Riyu yang membuat Riyu tersenyum kecut.
“Pagi nona Daisy, dan jangan panggil aku tuan muda. Anda bukanlah orang asing jadi panggil saja aku Riyu.”
“Itu… kalau begitu baiklah, Riyu-san. Jika seperti itu tolong panggil namaku juga dan tidak perlu sopan. Bagaimanapun aku adalah tamu asing di sini. Maaf karena merepotkan.”
__ADS_1
“Tidak tidak tidak. Meskipun tempat ini memiliki banyak orang, tetapi beberapa ruangan masih banyak yang kosong. Jadi, itu lebih baik dengan lebih banyak orang. Bagaimanapun, Lily kecil juga membuat tempat ini menjadi lebih hidup.”
Riyu berkata dengan jujur saat dia berjalan ke tempat duduknya. Setelah dia sampai dia duduk kemudian melihat Daisy lagi.
“Ngomong-ngomong, siapa yang membuatmu memakai pakaian itu?”
Riyu penasaran mengapa Daisy memakai baju pelayan.
Yah, dia memang menawarkan untuk mengurus beberapa hal yang berkaitan dengan pekerjaan rumah, tetapi itu bukan alasan mengapa dia harus memakai pakaian itu.
Bagaimanapun, dia bukanlah pelayan, melainkan akan bekerja di Lab MV sebagai petugas kesehatan. Dia adalah lulusan kedokteran dan merupakan salah satu yang terbaik.
“I-itu putri Shio. Dia berkata bahwa aku bisa bekerja di sini dengan memakai ini.”
Daisy berkata dengan malu. Riyu mengutuk dirinya sendiri karena membuat wanita dewasa seperti Daisy memerah karena pertanyaannya. Tapi tentu saja dia mengembalikan kesalahan itu pada Shiori.
“A-apa ini tidak bagus?”
“Hah? tentu saja tidak, kamu terlihat cantik memakai pakaian apapun termasuk pakaian itu. Aku hanya ingin kamu merasa nyaman dengan apapun yang kamu pakai.”
“Te-terimakasih.”
Meskipun Daisy masih merasa malu, tetapi entah kenapa dia membuatnya merasa senang.
Sayangnya waktu berdua mereka akan terganggu oleh kadatangan iblis kecil, atau itulah yang Riyu katakan tentang dirinya.
__ADS_1
“Selamat pagi, Ibu. Kamu terlihat cantik hari ini.”
Lily berlari untuk memeluk ibunya.
“Lily hati-hati terjatuh.”
“Ya, ibu. Selamat pagi, Kakak Riyu. Apa kamu baru saja menggoda ibu?”
Pertanyaan itu membuat Daisy memerah dan dia ingin memarahi anaknya, tetapi tidak melakukannya karena itu akan membuatnya semakin malu.
Dan disinilah Riyu mengambil alih.
“Anak kecil, aku akan mencubit pipimu sampai merah jika kamu ingin menggodaku lagi.”
“Hehe.”
Lily tidak takut dengan ancaman Riyu saat dia tertawa. Dan itu karena dia memiliki malaikat pelindungnya “Ah, Kakak Maya, aku takut.” Lily berlari ke arah Maya saat dia muncul ketika pintu otomatis terbuka. “Kak Riyu berkata bahwa dia ingin mencubit pipiku sampai merah.”
“Hmp?”
Maya melihat Riyu dengan mata tajam dan itu membuat Riyu benar-benar kalah oleh anak kecil.
“Ugh.”
Ryu tidak bisa melakukan apapun pada Lily sehingga dia hanya bisa menahan godaannya dan diam, menunggu Mei untuk sarapan bersama mereka.
__ADS_1
Dan itulah awal pagi mereka setelah satu hari beristirahat dengan tenang.