
Yo Kawan. Maaf kemarin saya tidak update. Saya sedang berpikir apakah akan Hiatus dulu atau tidak. Yah, sebagai mahasiswa, saya benar-benar sulit untuk mencari waktu luang, selain itu saya juga sedang berpikir untuk mencari pemasukan. Dan itu diperparah dengan popularitas novel ini.
Yah, tapi hanya sedikit unek unek tidak perlu ditanggapi. lagipula saya hari ini update.
Oh ya. Saya berharap kalian merekomendasikan saya sebuah julukan atau nama yang keren dan memiliki makna dalam nama jepang. Seperti Suzaku, Genbu, Ryu, dll. Itu adalah 4 penjaga mata angin kalau saya tidak salah. Dan saya harap kalian merekomendasikan saya nama dari elemen atau apapun itu.
Yah, selamat membaca.
__
Pada saat ini petugas ETER Union peringkat C hingga B telah berkumpul di pintu masuk kota Yozora. Mereka telah bersiap untuk menghadapi invasi dari Eternite yang kemungkinan besar akan terjadi.
Sebagian besar dari mereka memiliki ekspresi seorang prajurit yang siap bertarung sampai mati. Meski ada juga yang memiliki wajah tegang. Itu terutama warga yang secara sukarela hadir untuk melindungi keluarga dan rumah mereka dengan modal keberanian dan senjata.
Selain itu, meski tidak terlihat, namun petugas ETER Union di dalam hatinya masih merasa tegang tentang kemungkinan yang akan terjadi.
Mereka lebih memahami apa yang akan mereka hadapi, dan mereka juga tahu bahwa mereka kekurangan anggota, terutama anggota peringkat A ke atas.
Itu juga alasan mereka fokus untuk mengevakuasi dan bertahan sambil menunggu bantuan, alih-alih menyerang space crack secara langsung.
Tapi karena pengalaman, tidak ada yang menunjukan ketakutan itu.
“Mereka datang.”
Salah satu orang yang hadir berbicara di tengah-tengah ketegangan itu.
Kemudian, tiba-tiba semua orang yang hadir bisa melihat salah satu monster muncul di balik hutan yang gelap diikuti oleh gerombolan monster lain.
Saat pemimpin petugas ETER Union siap untuk memberi aba-aba, tiba-tiba-
*Bersinar*
Cahaya kuning menyilaukan datang di atas langit. Cahaya itu sangat terang sehingga sebagian besar orang melindungi mata mereka dengan memejamkan matanya atau hanya menggunakan tangannya.
Setelah cahaya redup, orang kemudian bisa melihat seorang pria bertopeng putih dengan aura yang sangat kuat. Pria itu memiliki mata dan rambut yang bersinar dalam kegelapan yang menambah efek luar biasa dari kehadirannya.
Dan tanpa mengatakan apapun dia mengibaskan tangannya menghasilkan energi cahaya yang kuat yang membunuh semua Eternite yang ada di sana.
Sama seperti kedatangannya yang tiba-tiba, sosok itu juga tiba-tiba pergi tanpa mengatakan sepatah katapun.
Namun, orang-orang masih terpaku dengan apa yang mereka lihat. Mereka masih memproses pikiran mereka tentang apa yang mereka lihat. Apakah mereka mungkin sedang bermimpi atau berhalusinasi.
__ADS_1
“Malaikat...”
Tidak ada yang tahu siapa yang berbicara, tetapi kata-kata itu membangunkan beberapa orang dari lamunan mereka.
Kemudian sebelum mereka bisa berbicara, tiba-tiba ada transmisi suara dari sebuah Drone dan alat komunikasi lainnya.
[Ini dengan pusat, kami informasikan kepada semua orang. Space Crack telah berhasil dihentikan sehingga semua orang dapat beristirahat dengan tenang. Saya katakan lagi, Space Crack telah berhasil dihentikan]
Kata-kata itu bergema di berbagai tempat di Kota Yozora yang menghasilkan sorakan, tangisan, dan jelas kebahagiaan dari semua orang yang ada di sana.
Untuk orang yang menyaksikan pria bertopeng, mereka mulai berdiskusi dan berasumsi bahwa dialah yang mengakhiri Space Crack.
Dan di masa depan, itu akan membuat orang-orang mengidolakannya sehingga mereka bahkan memberikannya julukan sebagai (Amaterasu).
Namun itu untuk lain waktu.
Untuk saat ini, meskipun semua orang dipenuhi dengan kebahagiaan, itu kecuali Maya karena dia malah menunjukkan wajah khawatir. Tanpa berpikir panjang, dia kemudian berlari dengan cepat, kemungkinan besar menuju tempat pria bertopeng itu.
___
Di tempat lain, Riyu terbang dengan terengah-engah setelah dia berteleportasi dengan jarak yang cukup jauh. Dia kemungkinan besar kelelahan karena telah menggunakan banyak energi dan stamina.
Segera dia mulai hilang kesadarannya dan ketika dia ingin mendarat, dia jatuh di udara.
Maya melihat itu, kemudian mempercepat kecepatannya.
Selain Maya, ada juga Scarlet yang mencari Riyu yang tiba-tiba menghilang. Dia juga melakukan hal yang sama seperti maya.
Namun saat mereka berdua semakin dekat, mereka tiba-tiba berhenti setelah merasakan kehadiran wanita lain yang mendekati Riyu. Dan itu adalah Mei, yang mendapatkan berita tentang apa yang terjadi di Kota Yozora.
Mei sudah berada di tempat Riyu akan jatuh. Dia mengulurkan tangannya lalu menangkap Riyu dengan lembut dan tenang.
Riyu yang mengira dia akan jatuh dengan keras terkejut dengan perasaan hangat yang dia rasakan saat ini. Itu wajar karena alih-alih mendarat dengan kasar, dia malah mendapat di pelukan hangat dari kekasihnya. Kemudian, dia merasakan paha menjadi bantal tidurnya.
Merasakan itu, dia berusaha menjaga kesadarannya untuk melihat wajah Mei. Dan ketika dia membuka matanya dia melihat Mei yang memiliki bekas air mata, tapi Mei tampaknya ingin menyembunyikan itu sehingga Riyu hanya melihat senyuman hangat darinya.
“Istirahatlah, aku akan mengawasi.”
Kata-kata lembut dan hangat yang Riyu dengar dari Mei menjadi lagu pengantar tidur baginya saat dia mulai kehilangan kesadarannya.
_
__ADS_1
_
Disinari oleh cahaya rembulan, dikelilingi oleh pepohonan, 2 pasangan sedang menikmati waktu mereka berdua. Hanya saja itu mungkin hanya dinikmati oleh satu orang karena yang lainnya sedang kehilangan kesadaran.
Itu telah berlangsung beberapa menit karena 2 wanita lainnya tidak ingin mengganggu mereka berdua.
Mei terus menatap wajah Riyu sambil mengusap kepalanya. Tapi kemudian, dia menghentikan apa yang dia lakukan untuk melihat Maya berjalan menghampiri mereka.
Scarlet sudah lama menghilang dari tempatnya kemungkinan dia menuju ETER Union.
Sebelum Maya mengatakan apapun, Mei telah berbicara padanya untuk meminta maaf.
“Maaf, ini seharusnya menjadi kencanmu.”
Mei meminta maaf. Dia tahu bahwa Maya sudah ada di dekat Riyu ketika dia akan jatuh, dan dia bisa saja menangkap Riyu dengan kecepatannya.
Lagipula, itu adalah kencan mereka, jadi seharusnya Maya yang ada diposisi Mei saat ini. Tapi Mei malah memotong itu dengan mempercepat kecepatannya dengan energi petir miliknya.
Maya menggelengkan kepalanya.
“Aku yang seharusnya meminta maaf. Aku harusnya melindunginya sehingga mencegahnya menggunakan kekuatan itu, tapi-.”
“Tidak. Senpai tidak bersalah.” Mei menggelengkan kepalanya.
“Aku yakin itu Riyu yang menyuruhmu untuk melindungi kota bukan?” Mei bertanya dengan lembut.
Maya hanya diam dan tidak menjawab.
Dia memang disuruh oleh Riyu, tapi tetap saja dia merasa bersalah. Dia seharusnya mencari jalan lain yang akan membuat Riyu tidak harus melawan Space Crack sendirian.
“Dia pria yang bodoh bukan?”
“Ya.”
Untuk pertanyaan itu, Maya tidak bisa tidak setuju.
___
Salah satu yang kurang memotivasi saya adalah kekurangan popularitas ini. Jadi dengan dukungan Anda, novel ini mungkin akan terus diperbarui secara konsisten.
Jadi mohon dukungannya
__ADS_1