
Di pagi hari, aku bangun dengan energiku yang sudah terisi penuh. Melihat ke samping, aku bisa melihat wajah Mei yang cantik sedang tertidur pulas di dalam pelukanku.
Tampaknya tidur bersama dengannya telah membantuku dalam memulihkan mental dan jiwaku. Ini tampaknya bisa menjadi alasan lain agar aku bisa tidur dengannya, hehe.
Ehem, maksudku cara lain untuk memulihkan kelelahan mentalku.
“....”
Aku berusaha bangun tanpa membuat gerakan yang bisa membangunkan Mei. Setelah itu, aku mencium dahinya dan pergi ke dapur untuk menyiapkan beberapa hal, khususnya karena Scarlet senpai akan datang ke tempatku siang nanti.
Saat aku pergi ke dapur, aku melihat sosok Maya yang seksi sedang memasak di dapur dengan celemek dan pakaian tidur tipisnya.
‘Sial, apa dia sengaja memakai pakaian itu karena tahu bahwa aku akan bangun pagi ini?”
Berpikir sekali lagi, aku memang jarang berduaan dengannya setelah kencan itu.
Sigh, aku benar-benar bajingan.
Aku mendekati Maya, kemudian meraih pinggangnya dari belakang. Merasakan tanganku dia berhenti melakukan gerakan, tanpa terkejut dengan apa yang aku lakukan, seolah-olah dia mengetahui bahwa aku akan melakukannya.
“Apa kamu sengaja?”
Aku bertanya padanya. Meskipun pertanyaan itu cukup samar, dia pasti tahu apa yang aku maksud.
“Maksudmu?”
Tapi alih-alih menjawab. Maya berpura-pura tidak menyadarinya, malah dia menyandarkan dirinya padaku, dan aku hanya bisa menggelengkan kepala, dan tidak berdaya dengan tindakannya itu.
“Aku merindukan ini.”
Maya berkata dengan lembut dan aku tahu apa yang dia maksud. Padahal aku sudah menerima perasaannya, tetapi aku jarang menghabiskan waktu dengannya dan bertindak layaknya kekasih baginya.
Untuk saat ini, tidak ada yang bisa aku lakukan selain meminta maaf padanya dan berusaha agar di masa depan aku dapat lebih memperhatikannya.
“Maaf. Di masa depan aku akan-”
“Shutt.”
Sebelum aku bisa menyelesaikan perkataanku. Maya menekan jarinya pada mulutku dan menghentikanku untuk melanjutkan perkataanku.
“Tidak perlu berjanji dan mengikat dirimu sendiri dengan janji seperti itu. Aku tidak membutuhkannya. Hanya seperti ini saja aku sudah puas, jadi tolong hanya seperti ini sebentar, tolong.”
Maya berbalik dan menyandarkan kepalanya pada tubuhku sehingga kami akan terlihat seperti sedang berpelukan.
Mendengar kata-katanya rasa bersalah menghantam hatiku. Dan pengertiannya membuatku semakin sakit.
“Aku bukan kekasih yang baik, bukan.”
“Ya, kamu. Dan juga tidak tahu malu, bajingan kecilku.”
“Ugh.”
__ADS_1
“Tapi… aku tetap mencintaimu.”
.......
.......
.......
“Selamat datang senpai, Anda tampak cantik hari ini. Harus saya katakan anda memiliki aura tersendiri tanpa memakai pakaian formal. Um, seperti yang diharapkan dari senpaiku.”
Riyu berkata setelah melihat Scarlet datang ke Lab MV dengan mengenakan t-shirt putih di bagian dalam, dan blazer hitam di bagian luar, dipasangkan dengan rok panjang berwarna hitam,
Sosoknya yang tinggi dan langsing, membuatnya terlihat cantik dan dewasa.
Hanya saja…
“Diam, dan panggil aku guru. Bukankah kau sudah berjanji tidak akan memanggilku seperti itu ketika ada orang di sekitar.”
Scarlet memarahi Riyu yang tersenyum cerah melihat sosoknya yang mempesona. Pipinya memerah karena malu. Ketika dia bertemu dengan Riyu lagi, mau tidak mau dia mengingat kejadian saat mereka berciuman. Dan itu itu membuatnya tidak bisa mengendalikan wajahnya yang memerah.
“Yah, kita adalah keluarga jadi itu tidak apa-apa. Bagaimanapun, aku akan menjelaskan apa yang aku katakan kemarin jadi mari kita pindah.”
“Uh.”
Scarlet tidak bisa berkomentar banyak atas perlakukan Riyu karena dia ingin langsung membawanya ke dalam. Dan untuk Mei yang ada di sana, dia hanya menggelengkan kepalanya tanpa daya.
Namun, sebelum mereka bisa masuk, sebuah pisau hitam yang bercampur dengan energi gelap melaju dari jarak jauh dengan kecepatan yang sangat cepat sehingga Scarlet dan Mei gagal untuk bereaksi.
“Senpai, menghindar!”
Untungnya, sejak awal, insting Riyu sudah memperingatinya tentang adanya bahaya, meskipun dia juga sedikit terkejut karena gagal menyadari serangan itu. Tapi setidaknya cukup baginya untuk bisa bereaksi dengan cepat sehingga dia menggunakan energi cahaya di tangannya untuk menangkis pisau itu dan .
*Sling*
*Boom*
Riyu terlempar sedikit karena efek ledakan dari benturan energi yang cukup kuat.
“Riyu!!”
“Uhuk, uhuk, aku baik-baik saja.”
Riyu menstabilkan posisinya. Dia masih cukup terkejut karena pisau itu bisa meledakan energi yang sangat kuat sampai-sampai dia keluar dari asap ledakan karena terlempar olek ledakan itu.
Setelah posisinya stabil, Riyu mulai menyembuhkan dirinya.
Dan Meskipun kekuatannya masih belum pulih, dia masih bisa bertarung dengan baik.
“Seperti yang aku duga, tapi kurasa ini akhir bagi pewaris keluarga Akahasa.”
Sebuah suara dingin terdengar entah darimana dan, tanpa disadari sesosok wanita misterius berpakaian hitam muncul di belakang Riyu.
__ADS_1
“Heh. Dan seperti yang diharapkan dari seorang assassin,”
Riyu berkata, seolah-olah dia sudah mengetahui bahwa wanita itu akan menyerangnya dari belakang.
“Oke, diam di situ.”
“Ugh.”
Maya datang di belakang wanita itu lalu melumpuhkannya saat itu juga. Dan ketika wanita itu ingin melarikan diri dengan keahliannya, Mei datang dan menekannya dengan kemampuan <> miliknya.
“Berhenti di sana.’
“Argh.”
Wanita berpakaian hitam itu mengiris kesakitan karena dia tidak bisa menggunakan kekuatannya lagi, ditambah dia juga mendapatkan tekanan dari Maya sehingga dia tidak bisa menggunakan kekuatannya untuk menghilangkan rasa sakitnya.
"Kalian tidak cukup pandai bertarung untuk melakukan metode klise seperti itu kan?"
Riyu menghampiri wanita itu kemudian mulai mengamatinya lebih jauh. Dia melihat bahwa tubuhnya hampir mirip dengan Scarlet, dengan beberapa hal menonjol ataupun kurang darinya. Dan meskipun dia tidak bisa melihat wajahnya, dia tahu bahwa wanita itu adalah wanita cantik dilihat dari sorot matanya.
“Siapa dia?”
“Kita akan tahu saat kita membuka ini.”
“....”
“....”
“....”
“Ti-tidak mungkin.”
Scarlet mundur ke belakang dengan wajah pucat setalah dia melihat apa yang dilihatnya. Dia memiliki wajah pucat seolah-olah dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Dimana itu hanya akan terjadi di dalam mimpi buruknya.
.......
“Sungguh, pemuda yang menjanjikan, tapi itu seperti yang diharapkan dari pewaris keluarga Akahasa. Dan wanita itu… aku harus mengkonfirmasinya.”
Tanpa diketahui oleh Riyu dan yang lainnya, seorang pria ternyata sudah mengamati pertarungan mereka dari alat perekam yang tertanam di dalam tubuh wanita itu.
Dan dia menghitung semua yang terjadi untuk rencana besarnya di masa depan.
“Kegagalan. Jadi ini yang kedua.”
Ruang di sekitar retak dan beberapa layar hologram kabur, tetapi itu hanya berlangsung sesaat karena situasinya menjadi stabil lagi.
“Ini akan menjadi terakhir kalinya aku gagal.”
Pria misterius itu melihat salah satu gambar seorang wanita dan dirinya. Kemudian berbalik untuk pergi.
“Lihat saja, aku pasti akan membuatmu berada di bawah kakiku.”
__ADS_1