Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
CH 67 - Anda sangat mesum hari ini


__ADS_3

“Jangan menangis sensei. Anda adalah senseiku yang manis. Bagaimana anda bisa menangis di depan murid anda sendiri.”


Riyu menyeka air mata Scarlet sambil bercanda sedikit, agar Scarlet kembali normal.


Yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah menghibur Scarlet dan menelan kepahitan dari apa yang dikatakan Scarlet. Selain itu, dia juga harus berpikir bagaimana menyelesaikan masalah Scarlet.


“Bodoh, itu semua karenamu.”


Scarlet hanya bisa mengutuk Riyu karena dialah yang membuatnya menangis seperti ini.


__


Beberapa waktu berlalu dan Scarlet akhirnya mendapatkan kembali ketenangannya. Dan karena dia sudah tenang, dia mulai berpikir normal dan menyadari apa yang telah terjadi.


Dan ketika dia memikirkan apa yang telah terjadi, dia merasakan emosi yang campur aduk. Entah itu perasaan lega karena dia bisa berbagi hal-hal yang mengganggunya selama ini, perasaan pahit mengingat kenangan buruknya, atau rasa malu karena menangis di depan muridnya sendiri.


Aneh rasanya merasakan emosi itu hanya karena dia menceritakan tentang dirinya kepada orang di depannya.


Scarlet menatap Riyu, tetapi bukan dengan tatapan kasih sayang, malah sebaliknya.


“Lupakan, apa yang baru saja terjadi.”


Scarlet menatap riyu dengan tajam berharap bahwa yang terakhir akan terintimidasi. Namun tentu saja Riyu menyadari fasad dari itu semua sehingga dia tidak terpengaruh oleh intimidasinya.


Tentu lain cerita jika Scarlet memutuskan untuk memukulinya.


“Mana mungkin aku bisa-”


“Lupakan!”


Scarlet menatap Riyu lebih tajam dan sekarang dia meletakkan tangannya yang halus di paha Riyu, seperti mencoba menambahkan ancaman pada kata-katanya.


“Ehem, kau tahu senpai. Anda akan menyadari bahwa aku sedang berbohong ketika aku menjawab ‘baik’ kan?”


“Aku tidak peduli. Sekarang lupakan itu.”


“Baik baik, aku akan melupakannya. Aku sudah lupa. Jadi berhentilah mencubitku dengan apimu.”


“Bagus.”


‘Ada apa dengan gadis ini, apa dia kepiting atau apa. Tapi bahkan kepiting pun tidak menggunakan api untuk mencapit seseorang’


“Kau mengatakan sesuatu yang buruk tentangku?”


‘Sial, dan ini tentang intuisi wanita. Apa mereka benar-benar dilahirkan dengan indra keenam atau sesuatu seperti itu’


“Ehem, tentu saja tidak. Aku tidak berani berkata buruk pada senseiku sendiri.”


“Huft, mengapa pukulanmu tiba-tiba berubah menjadi cubitan seperti ini. Meskipun lebih sakit karena Anda menggunakan energi anda.”


“Oh. Kau ingin merasakan perasaan itu lagi?”

__ADS_1


“Tidak tidak.”


“Ptth. Hahaha”


__


[ POV Riyu ]


Aku berdiri, berniat untuk pergi dari sini karena pekerjaanku sudah selesai.


Aku sudah lama berada di ruangan ini bersama Scarlet, dan sekarang saatnya aku pulang untuk mengakui semuanya pada Mei. Selain itu, aku juga punya rencana untuk yang terakhir tentang masalah Scarlet.


Tapi, sebelum itu.


“Kau tahu senpai, setelah aku berpikir lagi. Sangat sulit untuk melupakan ciumanmu.”


Aku berkata dengan ekspresi berpikir seperti seorang sarjana yang memiliki banyak hal dipikirkannya.


“Kamu… Aku akan membakarmu hidup-hidup jika kamu tidak melupakannya.”


Owoah, wanita ini benar-benar menakutkan. Tapi entah kenapa itu malah membuat egoku semakin meningkat, tampaknya aku semakin gila, aku tahu itu. Haha.


Tidak, tidak, aku bukan seorang m. Dan jangan pernah berpikir bahwa aku seperti itu.


Hanya saja, terasa menyenangkan untuk menggoda Scarlet sebelum aku pergi.


“Ehem. Yah, meskipun kamu menyiksaku sedemikian rupa, kamu tahu bahwa aku masih sangat sulit untuk melupakan itu, bukan."


Mendengar perkataanku, Scarlet diam sejenak, setelah itu dia berkata.


“Apa yang kamu inginkan?”


Yosha ini yang aku inginkan.


Aku tahu dia akan menyadarinya.


Lagipula, dia tidak akan tenang sebelum aku menjamin untuk menutup mulutku.


Jadi apa yang harus aku minta? (berpikir)


“Yah. Kau tahu senpai. Jika kamu menciumku lagi, mungkin aku akan melupakan ciumanmu sebelumnya.”


Ah, apa yang baru saja aku katakan?


Sial, aku sedang bermain api, aku tahu itu. Tapi kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku.


Dan sekarang, tidak ada yang bisa aku lakukan untuk menyelamatkan hidupku.


Mendesah. Sepertinya ini perpisahan sobat. Aku tahu. Aku juga sangat sedih, tetapi itu sudah terlanjur dikatakan dan aku tidak bisa menariknya lagi.


Aku menutup mataku, bersiap untuk mendapatkan siksaan yang keras.

__ADS_1


Selamat tinggal kawan.


“Em. Mmm.”


Tunggu, apa ini? Sejak kapan siksaan terasa lembut seperti ini.


Tunggu, lembut?


Aku membuka mataku dan terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Scarlet.


Apa dia… menciumku? A-apa-apaan ini.


Bahkan orang sepertiku terkejut dengan apa yang dilakukan oleh guruku.


Jika itu adalah ciuman saat itu, itu mungkin kecelakaan. Tapi dia sekarang mengambil inisiatif? Ada apa dengan dunia ini? Aku pikir, hanya aku orang gila di sini.


Scarlet membuatku lebih terkejut dengan tindakannya karena dia mengaitkan tangannya di pada leherku.


Sial ini membuatku tidak bisa berpikir. Dia tampak berbeda dari Scarlet yang biasanya.


Tapi, omong kosong dengan pikiran, aku hanya perlu menikmatinya dan semua akan baik-baik saja, mungkin lebih dari baik. Mungkin.


Scarlet melepaskan pelukannya dan kemudian menatapku dengan pertanyaan yang mengejutkan


“Apa itu cukup untuk menutup mulutmu?”


“Um, tampaknya begitu?”


Aku masih bingung sehingga kata-kataku membuatnya seolah-olah aku bertanya.


“Um. Tampaknya belum cukup.”


“Tunggu senpai,-um”


Dan yah itu berakhir dengan ciuman lagi.


Aku mulai bertanya-tanya, apa dia renkarnasi dari dewi penggoda atau sejenisnya karena ciumannya lebih berani dari beberapa waktu yang lalu.


Yah, Ini hanya perasaanku, tetapi aku merasa...


__


Untungnya itu berakhir dengan baik, dimana Scarlet melepaskan Riyu dengan mudah. Dan tanpa dia sadari Scarlet terus menatapnya saat dia pergi kemudian menempelkan jarinya di bibirnya, dan kemudian tersenyum.


Entah apa arti dari senyuman itu, tidak ada yang tahu.


Disisi lain, Riyu saat sedang berjalan sambil terus berpikir tentang apa yang terjadi.


‘Sial, apa yang harus aku katakan kepada Mei.'


[ Anda sangat mesum hari ini Riyu ]

__ADS_1


‘Diam, aku juga tahu itu.’


__ADS_2