Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
Bab 83 - Hallucination Technique


__ADS_3

Riyu dan Yami menemui 2 pengawalnya di sebuah penjara dengan kaca yang membatasi mereka.


Dua orang yang ada di dalam penjara tersebut, memakai borgol di tangan mereka dengan wajah tertunduk lemas.


Tampaknya mereka gagal untuk memberikan informasi pertarungan antara Riyu dan Yami untuk membuat keluarga Kuro dan Keluarga Akahasa semakin bermusuhan.


Selain itu, berdasarkan informasi yang Riyu dapatkan dari Maya, mereka tampaknya juga ingin memberitahu bahwa Keluarga Akahasa sedang meneliti sebuah teknologi baru.


Meskipun mereka tidak tahu apa itu, tetapi perkataan mereka sudah sanggup untuk membuat orang lain penasaran tentang teknologi yang sedang Keluarga Akahasa teliti.


Dan itu sedikit membuat Riyu terkejut.


Riyu memiliki perasaan bahwa beberapa orang sudah mencium beberapa teknologi yang sedang mereka teliti, dan mereka mengirimkan mata-mata hanya untuk mengkonfirmasi hal itu.


Dengan informasi dari Maya, Riyu memperketat ruang penelitian sehingga pengecekan di Ruangan itu akan benar-benar ketat mulai dari saat ini.


.


.


Setelah beberapa pengaturan, Yami dan Riyu akhirnya bisa berbicara dengan mereka meskipun terhalang oleh kaca.


“Alex, Eiji, mengapa?”


Yami menatap kedua pengawalnya dengan wajah sedih. Dia pada dasarnya sangat dekat dengan mereka dan menganggap mereka sebagai seniornya. Dan saat ini dia tidak mengerti mengapa mereka menghianatinya.


“Tuan Muda.”


Salah satu pengawalnya melihat Yami dengan rasa bersalah. Dia tampaknya ingin mengatakan sesuatu, tetapi menghentikan langkahnya dan hanya diam menundukkan kepalanya, seolah dia ingin meminta maaf kepada Tuan Mudanya, tetapi merasa tidak mempunyai hak untuk melakukannya.


Sedangkan untuk Pria yang satunya lagi, berdasarkan pengamatan Riyu dia adalah pria berambut pirang panjang dengan beberapa ekspresi yang arogan. Itu terlihat dari bagaimana dia hanya memalingkan mukanya dan tampaknya tidak merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan.


“Hmph. Anda tidak cocok menjadi pemimpin keluarga Koro, Tuan Muda. Keluarga Akahasa harus dihentikan sebelum mereka menghancurkan keluarga kita. Dan di sini, Anda bersama pewaris keluarga Akahasa. Itu konyol. Menurut Anda berapa prajurit kita yang telah mati dan terluka karena mereka?”


Riyu mengerutkan kening setelah mendengar perkataan pengawal Yami itu. Dia merasa ada yang salah dengan perkataannya.


“Apa maksudmu?”


Riyu bertanya apa yang dimaksud oleh salah satu pengawal Yami itu.


“Diam, kau memang pewaris keluarga Akahasa, kalian semua orang-orang busuk. Apa menurutmu kami tidak tahu apa kalian rencanakan?”


Riyu mendengar beberapa ocehan gila lainnya dan semakin dia mendengar semakin dia merasa kesal. Dan ketika itu mencapai pada tahap yang semakin gila hingga Riyu tidak bisa menoleransinya lagi.


“Itulah kenapa keluarga Akahasa harus-”


“Yami, aku akan menghajarnya,”


Kata Riyu dengan dingin. Dan sebelum Yami bisa bereaksi atas perkataannya, Riyu sudah melangkah dengan cepat, seolah-olah dia menembus kaca, dan-


“BOOM”


“Argh. Gah.”


Pria dengan rambut panjang berwarna pirang itu terlempar ke belakang sehingga bahkan dindin menjadi sedikit retak.

__ADS_1


“Dengar sialan, aku tidak tahu apakah kau di doktrin oleh ajaran sesat atau sesuatu semacam itu. Tetapi jika kau berani mengatakan omong kosong lagi tentang keluargaku, aku akan menghajarmu.”


Riyu berkata dengan mata dingin dengan pupil matanya yang berubah menjadi lebih biru.


Pria itu terbatuk dan menatap Riyu dengan marah bahkan ketika dia masih merasakan rasa sakit di perutnya.


“Apa? Apa kau kesal? Ingin memukulku? Maya, lepaskan borgolnya.”


Riyu menyuruh Maya untuk melepaskan borgol pria itu karena dia ingin benar-benar menghancurkannya.


“Hah…”


Maya yang melihat bagaimana Riyu saat ini di ruang kendali hanya bisa menghela napas, tetapi masih menuruti perkataannya.


“Maju.”


Riyu menantang Pria itu untuk menghadapinya. Dan setelah borgolnya terlepas, pria itu langsung menerjang Riyu dipenuhi dengan amarah. Tentu saja mudah bagi Riyu untuk melawannya dan apa yang terjadi setelah itu adalah pembantaian.


“Guh, uhuk. “


“Berdiri.”


“Pukul aku lagi.”


“Argh.”


“Berdiri lagi. Apa kau kehabisan tenaga atau apa? Berdiri!”


.


‘Aku baik-baik saja.”


Riyu menjawab tampaknya sudah menenagkan dirinya


<>


Riyu menggunakan salah satu skillnya.


Itu termasuk skill yang bisa digunakan oleh orang yang memiliki energi gelap. Tentu saja, tidak setiap orang yang memiliki energi gelap bisa menggunakan skill itu, terutama ketika Riyu sudah memodifikasinya sehingga efeknya jauh lebih kuat.


[ Dark - Hallucination Technique ]


[ Kemampuan untuk membuat orang lain berhalusinasi secara menyeluruh sehingga dia tidak bisa membedakan antara yang nyata dan yang tidak. ]


[ Syarat : Penguasaan Energi Gelap Tingkat Menengah ]


[ Energi Power : 400 EP ]


Dengan kemampuan itu, Riyu membuat halusinasi bahwa pengawal Yami yang bernama Alex itu diselamatkan oleh seseorang sehingga dia menceritakan rencananya kepada Riyu dengan sukarela.


Teknik itu setidaknya menghabiskan 0,2 persen energi Riyu.


Itu mungkin akan lebih mudah jika Riyu bisa mempelajari skill [ Shadow Memory Scan ] , tetapi harga untuk kemampuan itu sungguh mahal. Selain itu, efek samping bagi penerimanya cukup mengerikan.


Tapi bahkan dengan skill biasa itu, Riyu bisa mengambil beberapa informasi dari pengawal Yami, dan salah satunya, alasan mengapa dia membenci keluarga Akahasa dan itu membuat mata Riyu menjadi sedikit berkerut.

__ADS_1


.


.


Setelah Riyu selesai, dia berniat untuk kembali. Dan ketika mereka berjalan menuju pintu,


“Tunggu Tuan Muda, Tuan Muda Riyu!”


Pengawal Yami berteriak dengan memohon agar Riyu dan Yami berhenti.


Riyu berbalik dan melihat salah satu pengawal Yami yang lainnya bersujud padanya, dan tampaknya ingin memohon sesuatu padanya.


”Aku memang tidak layak untuk meminta ini, tetapi aku mohon, tolong selamatkan adik dan ibuku. Aku akan melakukan apapun bahkan jika aku menjadi budak. Aku mohon!”


“...”


“Eiji…”


Berdasarkan laporan dari Mikoto, salah satu dari pengawal Yami adalah seorang mata-mata yang bekerja untuk Penghianat Keluarga Kuro, sedangkan yang lainnya terpaksa mengkhianati Yami karena keluarganya diancam oleh Penghianat Keluarganya.


Riyu sebenarnya merasa terkejut dan marah ketika tahu tentang hal itu. Tetapi dia berusaha menenangkan diri dan berpikir tentang cara terbaik untuk mengatasi masalah ini.


“Apa kau tahu tempatnya?”


Riyu berkata dengan tenang, tidak menimbulkan Riak apapun pada ekspresinya.


“Aku.. “


Pria bernama Eiji cukup bingung dan sedih karena dia memang tidak tahu dimana tempat mereka ditahan.


“Hah… Ini benar-benar merepotkan.”


Riyu menggosok kepalanya berpikir bahwa ini mungkin memang akan merepotkan. Namun dia masih menanggapi pengawal Yami dan berkata padanya,


“Aku akan melakukan sesuatu, tetapi aku tidak akan menjaminnya. Tapi lebih baik kau menceritakan semua yang kau tahu pada orang-orangku. Jika kau menyembunyikan sesuatu, percayalah aku bukan orang yang mudah.”


Setelah mengatakan itu, Riyu pergi dan Yami menyusulnya setelah dia selesai melihat pengawalnya dan meyakinkannya bahwa dia akan membantu mencari keluarganya.


.


.


"Aku sungguh minta maaf, Riyu. Aku tidak tahu bahwa akan ada mata-mata bahkan di antara orang - orang kepercayaanku. Bahkan Eiji…”


“Yah. Tidak ada yang bisa kau lakukan pada perasaan manusia. Tapi sebaiknya, kau lebih memperhatikan beberapa hal itu. Selain itu, aku tahu kau ingin segera bertindak, tetapi aku sarankan untuk tetap tenang dan berpikir dengan jernih,"


Yami mengangguk.  Dia merasa kecewa dan marah, tetapi dia tidak ingin membuat keadaan semakin buruk.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Yami.


"Untuk saat ini, kita harus mengambil langkah-langkah yang teliti. Kita juga harus mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang Penghianat keluargamu dan cara terbaik untuk mengalahkan mereka," jawab Riyu.


Yami dan Riyu berdiskusi lebih lanjut tentang cara mengatasi masalah ini. Mereka berdua sadar bahwa ini bukanlah masalah yang mudah, tetapi mereka yakin bahwa mereka dapat menyelesaikannya bersama-sama.


“Ngomong-ngomong, apa yang ingin kamu minta untuk aku lakukan? Pertarungan itu memang seri, tetapi nyatanya aku memang kalah.”

__ADS_1


“Kalau begitu aku tidak akan sungkan. Lakukan beberapa hal ini untukku.”


__ADS_2