Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
Bab 92 - Menolong Daisy


__ADS_3

Saat ini Anda akan melihat pohon di belakang Daisy telah sedikit berubah menjadi warna keemasan yang tampak bersinar. Ini adalah fenomena yang indah jika saja api yang berkobar tidak ada di sana.


Situasi saat ini hampir mendekati akhir dengan Daisy yang semakin terdesak oleh serangan balik Kaji. Dia telah mengambil kesempatan untuk membakar pohon di belakang Daisy secara perlahan dan membuat Daisy terpojok.


>> Fire Ball


Daisy mencoba menghindari serangan Kaji, tetapi dia tidak cukup cepat untuk menghindari semuanya sehingga-


*BOOM*


Ledakan besar terjadi.


.


Saat asap mulai menghilang, Daisy terlihat dengan kondisi yang cukup buruk.


Meskipun begitu, untungnya, Pohon yang berada di belakang Daisy masih bisa melindunginya.


Tentu dia masih merasakan efek dari serangan Kaji sehingga dia mengeluarkan sedikit darah dari mulutnya.


Di bawah, Riyu dan Mei terkejut melihat situasi telah berkembang sedemikian rupa. Mereka tahu bahwa Daisy tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi jika situasi terus berlanjut seperti ini.


"Yu, kita harus segera melakukan sesuatu," kata Mei dengan nada khawatir. "Pria itu terlalu kuat. Kalau begini terus, Daisy tidak akan bertahan lebih lama lagi."


Riyu mengangguk setuju.


"Baiklah, sudah selesai. Bersiap, Mei."


Riyu menyuruh Mei untuk bersiap menjalankan Rencana mereka yang dijawab oleh Mei dengan anggukan. Sebelumnya, Riyu sedang mengumpulkan energi yang sebagian telah dia gunakan selama pertarungan dan mengirim kelompok Shio. Dia menyadari bahwa tanpa mode [Infinity] miliknya, dia akan kesulitan mengalahkan pria itu.


Bukannya dia tidak ingin menggunakannya, hanya saja, efek samping mode infinitynya masih mungkin terjadi sehingga dia tidak berniat menggunakannya selama itu tidak mendesak. Bagaimanapun akan berbahaya jika dia tidur selama berbulan-bulan, terutama dengan perasaan buruknya.


Selain itu, dia juga ingin setidaknya merahasiakan kekuatannya dari siapapun.


Di sisi lain, kaji sedang berjalan di langit menuju Daisy dengan perlahan.


“Hahaha, bagaimana? Bukankah menyenangkan? Apa kau ingin bermain lagi?”


Kaji menatap Daisy dengan wajah arogan, dia sudah menganggap bahwa pertarungan itu sudah selesai dengan kemenangannya. Bagaimanapun Daisy sudah sangat lemah untuk bertarung.


Meski begitu, Daisy masih menatap Kaji tanpa rasa takut. Dia menatap tajam ke arahnya untuk memberitahunya bahwa dia tidak akan menyerah sampai dia mati.


“Yah, spesimen yang sudah mati juga tidak masalah, kurasa.”


Kaji berkata dengan dingin.


Melihat bahwa sulit membuat Daisy menyerah, dia memutuskan untuk melakukan beberapa tindakan ekstrim.


Tapi,


Tiba-tiba, Kaji melihat senjata mirip trisula kecil datang ke arahnya. Dia mengerutkan kening lalu mengelak dengan mudah di mana dia hanya perlu menggerakkan kepalanya sedikit.


Ketika senjata itu ada di belakangnya, barulah dia akan menyadari bahwa senjata itu tidak sesederhana kelihatannya.


>> Teleport


Riyu berteleportasi saat dia muncul dan memegang trisula kecil itu.

__ADS_1


“Yo, apa kau melupakanku?”


Kaji mendengar suara di belakangnya dan dengan cepat menoleh ke belakang untuk melihat Riyu hendak menusuk lehernya dengan senjata itu.


“Kau, bagaimana-”


Kaji yang mengetahui hal itu kaget dan berusaha menghindari serangan Riyu. Itu cukup berhasil karena kecepatan dan refleknya.


Meski begitu, dia tetap merasakan jejak darah di lehernya, bekas sedikit sayatan yang diakibatkan oleh serangan Riyu. Meski tidak fatal, luka itu masih cukup menyakitkan.


“Cih.”


Riyu tampak tidak puas dengan hal itu, tetapi dia masih tetap tenang.


Setelah serangan pertamanya berhasil dihindari, Riyu melanjutkan serangannya. Bagaimanapun dia sudah menduga hal itu akan terjadi.


>> Domain - Gravity v1


“Enyahlah sialan!!”


*BOOM*


Riyu menendang Kaji di atas langit dengan keras sehingga Kaji terlempar cukup jauh. Dan mengingat dia juga menargetkan Kaji dengan efek domainnya secara langsung, itu membuat Kaji jatuh seperti bintang yang jatuh ke bumi.


*BOOM*


Ledakan keras terdengar saat Kaji menyentuh tanah dan itu membuat lubang yang cukup besar.


Saat Riyu hampir dipengaruhi oleh gravitasi bumi lagi, dia menghilang kemudian muncul di belakang Daisy lalu membawanya dalam gendongan putri.


Pohon yang ada di belakangnya tidak menghalangi Riyu, seolah tahu bahwa Riyu tidak akan menyakitinya.


“Tenang nona Daisy, ini aku. Aku akan membawamu ke tempat yang aman terlebih dulu.”


Setelah mendengar bahwa itu adalah Riyu, Daisy menjadi tenang.


Meski begitu, rona merah di pipinya seolah menutupi keadaannya yang buruk itu.


>> Teleport


“Ri-Riyu san?”


Setelah berpindah tempat, Daisy mulai membuka matanya dan melihat wajah Riyu yang tertutup topeng hitam. Tapi matanya yang indah masih bisa dia lihat dan dia berpikir bahwa itu sangat indah, meskipun itu bukanlah warna aslinya.


Ketika dia melamun tentang hal itu, wajah Daisy berubah lagi menjadi semakin merah.


“Apa Anda baik-baik saja nona Daisy?”


“A-aku baik-baik saja.”


Meskipun dia mengatakan hal seperti itu, tetapi beberapa luka di tubuhnya tidak dapat disembunyikan dan Riyu yang melihat hal itu mencoba melakukan beberapa hal.


Dia menurunkan Daisy di dekat pohon kemudian kemudian menyembuhkannya dengan energi cahaya.


Setelah merasa nyaman, Daisy melihat Riyu dan berkata dengan panik dan khawatir.


“Riyu san, kamu harus cepat melarikan diri. Orang itu sangat sulit bagimu untuk mengalahkannya. Aku akan-”

__ADS_1


“Shuut.”


Riyu meletakan jari pada mulut Daisy yang membuat perempuan cantik itu terdiam dan malu.


“Maaf nona Daisy, tetapi Shio akan sedih jika Anda tetap bersikeras untuk melawannya sendirian. Selain Itu, bagaimana dengan Lily kecil? dia akan sedih saat tahu bahwa ibunya tidak ada.”


“Itu…”


Daisy tidak bisa menjawab perkataan Riyu. Di dalam hatinya dia tahu tentang hal itu, tetapi tetap saja tidak ada cara lain.


“Nah, nona Daisy kami memiliki rencana, apakah Anda ingin mendengarkan?”


Melihat bahwa pria di depannya tampak percaya diri, Daisy akhirnya mengangguk untuk mendengarkan rencana Riyu.


“Bagus.”


Mendengar konfirmasinya, Riyu menjelaskan bagaimana rencananya secara singkat.


Setelah Riyu selesai menjelaskan, Daisy melihat harapan untuk bisa selamat dan akhirnya dia setuju untuk mengikuti rencananya.


“Baiklah, aku akan mengikuti Rencana itu.”


“Bagus.”


Riyu kemudian memperhatikan tubuh Daisy atau lebih tepatnya aura dari energinya.


Dia melihat sesuatu yang salah sehingga kepalanya mendekati kepala Daisy.


Jika saja dia tidak memakai topeng, maka mungkin orang lain akan salah paham pada apa yang akan dia lakukan.


“Ri-riyu san?”


Daisy bingung ketika Riyu mendekatkan kepalanya. Tapi Riyu tidak memperdulikan hal itu saat kening mereka sudah mulai bersentuhan. Kemudian ketika itu terjadi, energi Riyu mengalir ke Daisy memulihkan sebagian energi yang dia gunakan saat bertarung.


“Selesai. Uh, maaf untuk itu nona Daisy.”


“Ti-tidak apa-apa.”


Daisy memalingkan mukanya untuk menyembunyikan ekspresinya yang semakin memerah.


Dia akhirnya berhasil menenangkan diri dan kemudian mulai bersiap bersama Riyu.


Setelah semuanya siap, mereka akan menunggu saat yang tepat untuk mengeksekusi rencana tersebut.


.


.


Di sisi lain. Kaji saat ini masih hidup walaupun dia jatuh dari langit.


“Sialan kau serangga!!! Aku akan membunuhmu!!!”


Kaji berteriak marah. Dia masih merasakan tarikan gravitasi yang kuat, tetapi karena kelasnya cukup tinggi, dia masih bisa bergerak meskipun terbatas.


Dan karena emosinya itu, dia tidak menyadari keberadaan Mei yang ada di belakangnya.


Bagaimanapun, Riyu pada dasarnya tidak menendang Kaji sembarangan. Arah dia jatuh juga merupakan bagian dari rencananya.

__ADS_1


>> Domain - Tenrai


__ADS_2