
Yo. Ngomong-ngomong saya rasa penyampaian saya di bab-bab awal agak sedikit kurang. Terutama hubungan Mei dan Riyu. Tolong beri saya saran.
Selamat Membaca
___
“Hah… Hah… Hah…”
Di kamarnya, Riyu sedang mengatur nafasnya yang terengah-engah dengan pikirannya yang masih kacau.
Ada banyak hal yang sedang dia pikirkan, salah satunya tentang mimpinya. Itu mimpi buruk? Ya, tapi apa itu benar-benar mimpi? Dia berpikir bahwa itu tampak nyata untuk hanya menjadi sekedar mimpi.
Dia tidak tahu jawaban pastinya, tapi setidaknya dia tahu bahwa seseorang pasti tahu tentang itu.
“Seres.”
[ Ya, tuan ]
“Apa itu?”
Tidak perlu omong kosong.
Dan Riyu sedang tidak ingin melakukan itu. Bahkan jika pertanyaannya tidak jelas, Riyu tahu bahwa sistemnya pasti akan tahu apa yang dia maksud. Itulah yang dikatakan *perasaannya*
[ Maaf, Tuan. Tetapi Anda masih belum memiliki Akses ke pertanyaan itu. ]
Mendengar jawaban sistemnya, raut wajah Riyu berubah menjadi dingin dengan mata gelap. Tidak ada yang menyadarinya, tapi siapapun yang ada di sini pasti akan ketakutan karena dia tidak seperti Riyu yang biasanya.
Ini mungkin sedikit aneh. Tapi ketika ada sesuatu yang berhubungan dengan keselamatan orang yang dia sayangi, Riyu tidak bisa mentolerir apapun itu.
Dan melihat bagaimana Scarlet membunuh seorang gadis kecil, bisakah dia memaafkan dirinya sendiri? Meskipun Scarlet bukan kekasihnya atau istrinya, tetap saja dia memiliki perasaan untuknya. Setidaknya dia tidak ingin Scarlet mengalami itu.
Selain itu, bagaimana jika hal buruk itu juga terjadi pada orang lain? Misalkan Mei? Hanya dengan memikirkannya saja membuat Riyu merasakan kemarahan yang besar.
Oke, itu hanya mimpi. Ya, benar. Dan sampai kapanpun, Riyu tidak akan percaya apa yang dia pikirkan. Tapi bagaimana jika- hanya jika-. Maka-
__ADS_1
"Kau tahu, aku sedang tidak ingin bermain omong kosong saat ini. Jadi aku akan katakan ini, aku bukan budakmu atau inangmu sehingga aku harus menunggu pertanyaan yang harus kamu jawab saat ini. Jawab pertanyaanku!”
[ Tapi, tuan- ]
“Aku bilang jawab pertanyaanku!!!”
Riyu tidak bisa mengendalikan emosinya lagi sehingga dia meledak menjadi kemarahan. Dia mengeluarkan aura kuat yang bahkan sampai menekan semua orang yang ada di Lab MV.
Kemungkinan tidak ada Maya atau Mei di tempat itu atau mereka sudah datang menemui Riyu saat ini.
[...]
[...]
[...]
[ Sistem Error ]
[ Sistem Error ]
[ Sistem Error ]
[ 0% ]
[ 10% ]
[ 20% ]
[ 30% ]
[ 40% ]
[ 50% ]
[ Completed ]
__ADS_1
Sederet notifikasi terlihat di layar di depan Riyu. Meski begitu, Riyu masih dengan wajah dinginnya, menunggu jawaban untuk pertanyaannya.
“Tenanglah, Dear. Itu hanya mimpi. Tapi, juga bukan benar-benar mimpi. Anda memang tidak akan mempercayai sesuatu yang disebut dunia paralel. Dan Anda benar, itu bukan sesuatu seperti itu. Lagipula, Anda sebenarnya sudah menebak apa itu, bukan?”
Suara monoton dari sistem digantikan oleh suara seorang wanita yang lembut dan penuh perhatian. Dari suaranya saja semua orang akan bisa menduga bahwa itu akan menjadi milik wanita cantik.
Suaranya bisa menenangkan makhluk apapun yang bahkan sedang dikendalikan oleh amarah dan kegilaan. Dan itu cukup untuk sedikitnya menenangkan Riyu.
“Jadi, memang benar…”
Akhirnya Riyu bisa menghembuskan napas panjang dan menenangkan dirinya di kasurnya.
“Meskipun aku menolak gagasan itu, tetapi tetap saja… hah… ”
Riyu menepis salah satu kemungkinan alasan mengapa mimpinya tampak begitu nyata. Secara teori itu mungkin dan bisa terjadi. Tetapi untuk percaya dan tidak adalah cerita lain. Bahkan jika itu benar, itu tidak akan semudah seperti film sci-fi itu.
“...”
“Jadi apa itu? Kemungkinan masa depan?”
Riyu kembali pada suaranya yang biasanya.
“Sesuatu seperti itu.”
“Begitukah.”
“......”
“......”
“......”
“Ngomong-ngomong, siapa Anda?”
___
__ADS_1
Salah satu yang kurang memotivasi saya adalah kekurangan popularitas novel ini. Jadi dengan dukungan Anda, novel ini mungkin akan terus diperbarui secara konsisten.
Jadi mohon dukungannya