
[ Pusat Perbelanjaan ]
“Bagaimana menurutmu?”
Maya keluar dari ruang ganti memamerkan baju barunya padaku.
“Bagus.”
“Hanya itu?”
“Ya.”
Sebenarnya pakaian yang dipakai Maya sangat bagus hingga bisa membuat lelaki manapun tidak bisa berpaling darinya.
Lalu mengapa Riyu menjawab dengan acuh?
Jangan salah paham dengan reaksinya. Dia bukan tidak memperdulikan penampilan Maya. Dia hanya kelelahan karena beberapa alasan.
“Kalau begitu ayo pergi ke toko lain. Aku pasti akan membuatmu tidak bisa berkata-kata.”
Di dalam hatinya Riyu berkata bahwa dia sudah membuatnya tidak bisa berkata-kata lagi.
Riyu memutuskan bahwa di masa depan, dia tidak akan mengajak Maya berbelanja lagi.
Dia tidak tahu kalau Maya benar-benar lepas kendali saat berbelanja. Apa pun yang menarik perhatiannya, dia pasti akan membelinya.
Bukannya Riyu pelit, dia sama sekali tidak peduli dengan uang yang dia habiskan.
Apa yang membuatnya kelelahan adalah banyaknya barang yang Maya beli, itu lebih banyak dari apa yang Riyu berli selama 2 tahun ini.
Dan itu diperparah dengan desakan untuk berkomentar tentang pakaiannya. Entah berapa banyak Baju yang telah Maya pakai selama kencan mereka.
“Hah…..”
......................
[ Apa Anda baik-baik saja, Tuan? ]
Ceres berbicara di dalam pikiranku. Dia mungkin sedikit khawatir melihatku saat ini.
"Jangan khawatir. Aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit lelah."
Saat ini aku sedang duduk di salah satu kafe di pusat perbelanjaan di Kota Yozora. Maya pergi ke suatu tempat untuk membeli sesuatu, saya tidak bisa mengikutinya karena tempat itu cukup sensitif untuk laki-laki. Yah, kalian tahu apa itu.
Biasanya aku akan antusias- ehem maksudku, aku akan terus mengikuti Maya kemanapun. Hanya saja, aku akan kelelahan secara mental jika aku pergi ke sana dalam kondisiku saat ini.
Sulit membayangkan apa yang akan dilakukan Maya padaku di sana. Itu mungkin akan membuatku mati karena malu.
“Ara, tampaknya Anda sedang kelelahan. Ini adalah layanan dari toko kami. Silahkan dinikmati.”
Saat aku sedang duduk beristirahat, aku mendengar suara seorang wanita. Suara itu cukup menggoda, itu juga memberikan nuansa dewasa dan lembut.
“Terimaka-”
Ketika aku berbalik untuk melihat wanita itu.
Aku malah melihat wanita cantik berambut hitam panjang yang tergerai lurus. Dia memakai kimono yang elegan dengan nuansa tradisional. Dia sangat cocok ketika dia memakai kimono ungu tua dengan motif bunga sakura itu.
'Dia sangat cantik.'
Dalam hati aku berbicara.
Aku merasakan aura dewasa darinya, seolah dia sudah menjalani hidup cukup lama.
“Anda akan membuat orang lain salah paham jika Anda terus menatapku seperti itu, tuan.”
Dia berkata sambil tersenyum lembut dan sedikit menggoda.
__ADS_1
Aku baru sadar bahwa aku telah melamun sambil menatapnya. Ini cukup memalukan.
Oke berhenti mengutukku. Aku bukan melamun karena kecantikannya atau semacamnya. Bagaimanapun Meiku adalah kecantikan pertama (di mataku).
Bagaimana aku mengatakannya. Aku merasakan aura yang cukup akrab darinya.
Hanya alasanku? Tidak aku serius.
“Ah, maaf. Hanya saja aku merasa sedikit akrab, apa kita pernah bertemu sebelumnya?”
Aku menggodanya? Tidak tidak tidak Ini tidak seperti yang kalian pikirkan. Suer, aku merasakan aura yang cukup akrab darinya.
Oke aku tahu aku mungkin sering berbohong tentang menggoda wanita cantik. Tapi sekarang aku jujur, aku sedang tidak mencoba menggodanya.
Tidak percaya? Ayolah, tolong percaya.
“Itu adalah alasan yang bagus untuk menarik perhatian wanita cantik, tuan tampan. Hanya saja Anda harus berhati-hati ketika sedang berkencan atau Anda mungkin akan ketahuan selingkuh.”
Dia bahkan tidak mempercayaiku?
“Aku tidak.”
“Shutt.”
Sebelum aku bisa mengeluh bahwa aku tidak sedang tidak menggodanya, dia menutup mulutku dengan jarinya.
'Um, jarinya manis.'
Sial, apa yang aku pikirkan.
“Riyu-
Maya datang ke arahku dan berhenti ketika dia melihat wanita cantik yang sedang meletakan jarinya pada mulutku.
“Hm? Siapa dia.”
Mengapa Anda menatapku, aku tidak bersalah di sini. Seseorang tolong aku.
“Itu…”
“Kamu pasti pacar tuan tampan ini kan. Kamu harus lebih berhati-hati dalam menjaganya atau mungkin dia akan dicuri olehku.”
Melepaskan jarinya, wanita cantik itu berkata kepada Maya tanpa rasa takut. Itu hebat, aku mengakuinya.
“Dicuri? Dia? Itu tidak mungkin terjadi. Malah mungkin akan sebaliknya.”
Maya menatap wanita cantik itu dengan tajam. Dia sebelumnya menggelengkan kepalanya, tidak percaya bahwa aku akan akan dicuri oleh wanita cantik itu.
Aku seharusnya bahagia dengan perkataannya. Tapi dengan perkataan terakhirnya aku jadi tidak tahu apa aku harus bahagia atau tidak.
“Begitukah….? Aku akan menganggap itu sebagai tantangan. Aku akan pergi dulu, hati-hati dalam menjaganya, gadis kecil.”
Wanita cantik itu berbalik untuk pergi setelah dia menerima tantangan Maya, setidaknya dalam sudut pandang orang ketiga seperti itu. Dia menghilang di tengah kerumunan, aku cukup terkejut dengan itu, tapi aku tidak mempunyai waktu untuk memikirkannya.
Aku tahu ini tidak akan berakhir dengan tenang. Dan benar saja, aku melihat Maya tersenyum dengan dingin.
“Gadis kecil. Hehe. Ini pertama kalinya ada seseorang yang berani memanggilku seperti itu selain guru.”
Maya bergumam dengan suara pelan.
Aku pura-pura tidak mendengarnya dan mencoba memalingkan wajah. Tapi sebelum aku berhasil melakukannya, Maya bertanya padaku dengan dingin.
”Apa kamu menggodanya?”
“Tidak aku tidak. Aku bersumpah. Aku bahkan tidak tahu mengapa ini menjadi seperti ini.”
“Hmmm. Baiklah aku akan percaya untuk sekarang.”
__ADS_1
“Hah…”
Di tempat tinggi wanita cantik tadi masih mengamati Maya dan Riyu tanpa disadari oleh mereka berdua.
“Sungguh gadis kecil yang manis.”
……
……
……
“Hah… Ini hari yang menyenangkan.”
Untung kencanku dengan Maya berakhir tanpa insiden. Aku sempat khawatir bahwa dia akan terganggu dengan perkataan wanita cantik yang ada di kafe. Tapi untungnya tidak.
Hah… hanya saja aku tidak tahu cara menyelesaikan misiku. Aku pikir aku kehabisan waktu untuk membuat suasana yang romantis.
Aku melihat Maya, dia tersenyum lembut. Kami berjalan bersama berdampingan di jalan yang sepi.
‘Yah, setidaknya dia bahagia.’
“Bagus jika kamu senang.”
Aku berkata.
Maya berhenti berjalan kemudian memegang pergelangan tanganku.
“Riyu.”
“Hm?”
“Aku ingin memberikan hadiahmu.”
“Hadiahku?”
“Hadiah karena berhasil mengalahkanku.”
“Ah, itu.”
Aku tersenyum pahit mengingat kejadian itu. Itu memang kejadian yang tidak aku duga.
“Ya.”
“Tidak perlu, aku tidak ingin apapun.”
“Benarkah? Apa kamu yakin?”
Maya melihatku dan tersenyum licik. Apa yang dia rencanakan? Apa ada hadiah yang bisa menarik minatku?
“Ya, aku- “
Sebelum aku menyelesaikan perkataanku. Aku merasakan bibir manis dan hangat menekan bibirku.
Maya… dia menciumku?
A apa ini? Aku dicium? Oleh Maya? Ini… bukankah ini terbalik?
Sigh, aku tidak peduli.
Aku melingkarkan tanganku di pinggang Maya lalu menariknya mendekat. Maya menanggapi dengan melingkarkan tangannya di leherku. Dan kemudian, kami berciuman untuk waktu yang lama.
[ Misi pertama selesai ]
[ Selamat, tuan karena menyelesaikan Misi pertamamu ]
[...]
__ADS_1
Beberapa notifikasi bermunculan, tetapi aku tidak memperdulikannya. Aku hanya ingin menikmati momenku saat inj.